Gara-gara Oksigen, Nakes Ini Dikeroyok Keluarga Pasien Covid-19 yang Mengaku Kerabat Pejabat
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Gara-gara Oksigen, Nakes Ini Dikeroyok Keluarga Pasien Covid-19 yang Mengaku Kerabat Pejabat

...
RILIS.ID
Bandarlampung
4 Juli 2021 - 21:24 WIB
Peristiwa | RILISID
...
Wali Kota Bandarlampung Eva Dwiana mengantarkan Rendi ke RSUD Abdul Moeloek untuk mendapat perawatan, Minggu (4/7/2021). Foto: Istimewa

RILISID, Bandarlampung — Wali Kota Bandarlampung Eva Dwiana mengutuk keras pelaku penggeroyokan tenaga kesehatan (Nakes) bernama Rendi Kurniawan di Puskesmas Rawat Inap Kedaton, pada Minggu (4/7/2021) pukul 04.00 WIB.

"Bunda mengutuk keras aksi penganiayaan yang menimpa Rendi, salah seorang perawat Puskesmas Kedaton, Kota Bandarlampung.

Rendi dikeroyok tiga orang tidak dikenal sekitar pukul 04.00 dini hari di tempat kerjanya," kata Eva dalam keterangannya.

Eva memastikan bahwa pihaknya akan mengawal proses hukum terhadap pelaku penggeroyokan Rendi, yang saat ini sedang menjalani perawatan di RSUD Abdul Moeloek.

"Pemerintah Kota Bandarlampung akan mengawal kasus ini dan akan melakukan pendampingan hukum. Kita berdoa agar kondisi Rendi segera membaik," ucap politikus PDI Perjuangan ini.

Rendi menjadi korban penggeroyokan keluarga pasien Covid-19 yang ingin meminta oksigen. Peristiwa itu terekam kamera dan videonya beredar luas di media sosial.

"Ya Allah perawat puskesmas kedaton dikeroyok subuh hari ini ngaku2 anggota mau pinjem oksigen secara paksa karena persediaan oksigen kosong dimana-mana, masih ada aja modelan orang begini. Kalo sakit berobat ya jangan gebukin nakes yg udah kerja tiap hari," demikian keterangan video tersebut.

Informasi yang dihimpun, keluarga pasien diduga pelaku penggeroyokan mengaku kerabat pejabat di lingkungan Pemprov Lampung berinisial R. Ia disebut-sebut sebagai kepala dinas (kadis).

Beberapa saksi mata dan juga kuasa hukum yang tergabung dalam Lembaga Bantuan Hukum Korpri Kota mendatangi Polsek Kedaton guna menindaklanjuti kasus tersebut ke ranah hukum.

Kapolsek Kedaton Kompol Ery Hafry mengatakan permasalahan ini sudah diterima, dan sedang ditangani penyelidikannya secara intensif.

"Kami akan bekerja keras, dan saya yang akan memimpin secara langsung," janji Ery. (*)

Laporan: Sulaiman, Kontributor Bandarlampung

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

Gara-gara Oksigen, Nakes Ini Dikeroyok Keluarga Pasien Covid-19 yang Mengaku Kerabat Pejabat

...
RILIS.ID
Bandarlampung
4 Juli 2021 - 21:24 WIB
Peristiwa | RILISID
...
Wali Kota Bandarlampung Eva Dwiana mengantarkan Rendi ke RSUD Abdul Moeloek untuk mendapat perawatan, Minggu (4/7/2021). Foto: Istimewa

RILISID, Bandarlampung — Wali Kota Bandarlampung Eva Dwiana mengutuk keras pelaku penggeroyokan tenaga kesehatan (Nakes) bernama Rendi Kurniawan di Puskesmas Rawat Inap Kedaton, pada Minggu (4/7/2021) pukul 04.00 WIB.

"Bunda mengutuk keras aksi penganiayaan yang menimpa Rendi, salah seorang perawat Puskesmas Kedaton, Kota Bandarlampung.

Rendi dikeroyok tiga orang tidak dikenal sekitar pukul 04.00 dini hari di tempat kerjanya," kata Eva dalam keterangannya.

Eva memastikan bahwa pihaknya akan mengawal proses hukum terhadap pelaku penggeroyokan Rendi, yang saat ini sedang menjalani perawatan di RSUD Abdul Moeloek.

"Pemerintah Kota Bandarlampung akan mengawal kasus ini dan akan melakukan pendampingan hukum. Kita berdoa agar kondisi Rendi segera membaik," ucap politikus PDI Perjuangan ini.

Rendi menjadi korban penggeroyokan keluarga pasien Covid-19 yang ingin meminta oksigen. Peristiwa itu terekam kamera dan videonya beredar luas di media sosial.

"Ya Allah perawat puskesmas kedaton dikeroyok subuh hari ini ngaku2 anggota mau pinjem oksigen secara paksa karena persediaan oksigen kosong dimana-mana, masih ada aja modelan orang begini. Kalo sakit berobat ya jangan gebukin nakes yg udah kerja tiap hari," demikian keterangan video tersebut.

Informasi yang dihimpun, keluarga pasien diduga pelaku penggeroyokan mengaku kerabat pejabat di lingkungan Pemprov Lampung berinisial R. Ia disebut-sebut sebagai kepala dinas (kadis).

Beberapa saksi mata dan juga kuasa hukum yang tergabung dalam Lembaga Bantuan Hukum Korpri Kota mendatangi Polsek Kedaton guna menindaklanjuti kasus tersebut ke ranah hukum.

Kapolsek Kedaton Kompol Ery Hafry mengatakan permasalahan ini sudah diterima, dan sedang ditangani penyelidikannya secara intensif.

"Kami akan bekerja keras, dan saya yang akan memimpin secara langsung," janji Ery. (*)

Laporan: Sulaiman, Kontributor Bandarlampung

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya