Diguyur Hujan 2 Jam, 230 Rumah di Malang Terendam Banjir hingga Bikin Jalan Macet
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Diguyur Hujan 2 Jam, 230 Rumah di Malang Terendam Banjir hingga Bikin Jalan Macet

...
Iwan Irawan
Kota Malang
21 Oktober 2021 - 16:14 WIB
Peristiwa | RILISID
...
Nampak mobil angkutan kota mogok didorong warga, akibat mesin terendam air banjir di ruas jalan perkotaan di Kota Malang, Selasa (19/10/21). Foto : Ist

RILISID, Kota Malang — Persoalan banjir di Kota Malang hampir tak pernah diselesaikan, termasuk ketika musim hujan tiba. Ini dibuktikan saat hujan deras yang mengguyur pada Selasa (19/10/2021).

Meski guyuran hujan cuma berlangsung dua jam, namun 230 rumah warga di empat kecamatan terendam banjir. Di antaranya di Kecamatan Blimbing, Lowokwaru, Klojen serta Sukun. Juga di Kelurahan Bunulrejo, Purwantoro, Gadingkasri, Tulusrejo, Pandanwangi, dan Sukoharjo.

Hal itu menjadi catatan anggota DPRD Kota Malang Ahmad Fuad Rahman. Legislator PKS ini sangat menyayangkan terjadinya banjir pada Selasa lalu.

Seharusnya, kata dia, Pemkot melalui Dinas PUPRPKP Kota Malang jauh-jauh hari sudah melakukan pencegahan banjir.

"Salah satu upayanya peningkatan pembersihan tumpukan sampah melalui Gerakan Angkat Sampah dan Sendimen (GASS) di saluran drainase maupun sungai-sungai terus dimaksimalkan," kata Fuad, Kamis (21/10/21).

Selain itu, sosialisasi dan edukasi sekaligus pengawasannya di masyarakat tentang larangan pembuangan sampah sembarangan khususnya saluran drainase atau sungai-sungai terus digencarkan secara aktif dan masif.

"DPRD akan mendorong Pemkot dan OPD terkait berani melakukan penindakan serta bersikap tegas dan lugas kepada pelanggaran bangunan di atas drainase atau sepadan sungai," tegasnya.

Untuk itu, keberanian dan komitmen Wali Kota bersama perangkatnya dalam menindaklanjuti pelanggaran drainase maupun yang mengurangi ukuran luasan saluran drainase mestinya diimplementasikan.

"Kami berharap Pemkot Malang melakukan evaluasi pengawasan berkaitan bangunan di Kota Malang. Bermaksud mengedukasi masyarakat lebih tertib dalam membangun. Boleh berbisnis tapi dilarang mengganggu saluran air di kawasannya, sebaliknya lebih memperhatikan lingkungannya," tambah dia.

Sementara, berdasarkan data laporan dari BPBD Kota Malang dikeluarkan BNPB Pusat, disampaikan Abdul Muhari, Ph.D, akibat dampak hujan tersebut. Sebanyak 230 Kepala Keluarga (KK) atau 230 rumah di Kota Malang terdampak banjir.

"Dikarenakan, timbulnya cuaca ekstrem dengan intensitas curah hujan lumayan tinggi," ucap Abdul Muhari, Rabu (20/10/21) kemarin.

Berikutnya, Kepala Pelaksana BPBD Kota Malang, Ali Mulyanto menambahkan, membenarkan apa yang disampaikan BNPB Pusat tersebut. Pihaknya melalui Tim Reaksi Cepat (TRC) terus melakukan assesment terkait kerusakan, kerugian, dan sumber daya yang terdampak di lokasi kejadian serta pembersihan material maupun sampah.

Sehingga di musim penghujan seperti sekarang ini, mengimbau warga Kota Malang dan sekitarnya mewaspadai datangnya banjir susulan. Hindari pepohonan rawan tumbang, menjauhkan diri dari pembuangan sampah sembarangan.

"Selain itu, perlunya dukungan warga dalam menggunakan lahan bangunan sesuai aturan Perda alias tidak sampai menyalahi aturan yakni mengganggu saluran drainase maupun sepadan sungai," tambah dia.

"BPBD Kota Malang terus menginventarisasi nilai kerugian dampak dari banjir waktu itu. Sehingga masih belum terkalkulasi secara keseluruhan berapa nilai kerugiannya," ujar Ali melalui ponselnya. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

Diguyur Hujan 2 Jam, 230 Rumah di Malang Terendam Banjir hingga Bikin Jalan Macet

...
Iwan Irawan
Kota Malang
21 Oktober 2021 - 16:14 WIB
Peristiwa | RILISID
...
Nampak mobil angkutan kota mogok didorong warga, akibat mesin terendam air banjir di ruas jalan perkotaan di Kota Malang, Selasa (19/10/21). Foto : Ist

RILISID, Kota Malang — Persoalan banjir di Kota Malang hampir tak pernah diselesaikan, termasuk ketika musim hujan tiba. Ini dibuktikan saat hujan deras yang mengguyur pada Selasa (19/10/2021).

Meski guyuran hujan cuma berlangsung dua jam, namun 230 rumah warga di empat kecamatan terendam banjir. Di antaranya di Kecamatan Blimbing, Lowokwaru, Klojen serta Sukun. Juga di Kelurahan Bunulrejo, Purwantoro, Gadingkasri, Tulusrejo, Pandanwangi, dan Sukoharjo.

Hal itu menjadi catatan anggota DPRD Kota Malang Ahmad Fuad Rahman. Legislator PKS ini sangat menyayangkan terjadinya banjir pada Selasa lalu.

Seharusnya, kata dia, Pemkot melalui Dinas PUPRPKP Kota Malang jauh-jauh hari sudah melakukan pencegahan banjir.

"Salah satu upayanya peningkatan pembersihan tumpukan sampah melalui Gerakan Angkat Sampah dan Sendimen (GASS) di saluran drainase maupun sungai-sungai terus dimaksimalkan," kata Fuad, Kamis (21/10/21).

Selain itu, sosialisasi dan edukasi sekaligus pengawasannya di masyarakat tentang larangan pembuangan sampah sembarangan khususnya saluran drainase atau sungai-sungai terus digencarkan secara aktif dan masif.

"DPRD akan mendorong Pemkot dan OPD terkait berani melakukan penindakan serta bersikap tegas dan lugas kepada pelanggaran bangunan di atas drainase atau sepadan sungai," tegasnya.

Untuk itu, keberanian dan komitmen Wali Kota bersama perangkatnya dalam menindaklanjuti pelanggaran drainase maupun yang mengurangi ukuran luasan saluran drainase mestinya diimplementasikan.

"Kami berharap Pemkot Malang melakukan evaluasi pengawasan berkaitan bangunan di Kota Malang. Bermaksud mengedukasi masyarakat lebih tertib dalam membangun. Boleh berbisnis tapi dilarang mengganggu saluran air di kawasannya, sebaliknya lebih memperhatikan lingkungannya," tambah dia.

Sementara, berdasarkan data laporan dari BPBD Kota Malang dikeluarkan BNPB Pusat, disampaikan Abdul Muhari, Ph.D, akibat dampak hujan tersebut. Sebanyak 230 Kepala Keluarga (KK) atau 230 rumah di Kota Malang terdampak banjir.

"Dikarenakan, timbulnya cuaca ekstrem dengan intensitas curah hujan lumayan tinggi," ucap Abdul Muhari, Rabu (20/10/21) kemarin.

Berikutnya, Kepala Pelaksana BPBD Kota Malang, Ali Mulyanto menambahkan, membenarkan apa yang disampaikan BNPB Pusat tersebut. Pihaknya melalui Tim Reaksi Cepat (TRC) terus melakukan assesment terkait kerusakan, kerugian, dan sumber daya yang terdampak di lokasi kejadian serta pembersihan material maupun sampah.

Sehingga di musim penghujan seperti sekarang ini, mengimbau warga Kota Malang dan sekitarnya mewaspadai datangnya banjir susulan. Hindari pepohonan rawan tumbang, menjauhkan diri dari pembuangan sampah sembarangan.

"Selain itu, perlunya dukungan warga dalam menggunakan lahan bangunan sesuai aturan Perda alias tidak sampai menyalahi aturan yakni mengganggu saluran drainase maupun sepadan sungai," tambah dia.

"BPBD Kota Malang terus menginventarisasi nilai kerugian dampak dari banjir waktu itu. Sehingga masih belum terkalkulasi secara keseluruhan berapa nilai kerugiannya," ujar Ali melalui ponselnya. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya