Digagas Kapolresta, Tiga Mahasiswa Universitas Brawijaya Ciptakan Dispenser Masker
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Digagas Kapolresta, Tiga Mahasiswa Universitas Brawijaya Ciptakan Dispenser Masker

...
Iwan Irawan
Malang
14 Oktober 2021 - 17:49 WIB
Teknologi | RILISID
...
Uji coba dispenser masker di Mapolresta Malang Kota. Foto: Iwan Irawan

RILISID, Malang — Dispenser masker berkapasitas 70 masker dan 50 mililiter (ml) hand sanitizer dengan biaya pembuatan sebesar Rp 1 juta sampai Rp 1,5 juta dengan proses produksi selama sebulan yakni selama bulan Agustus 2021 lalu.

Ide atau gagasanya dilahirkan oleh Kapolresta Malang Kota (Makota) AKBP Budi Hermanto pada Juni atau Juli 2021.

Diwujudkan juga oleh tiga mahasiswa Jurusan Teknik Elektro semester V Universitas Brawijaya Malang. Di antaranya Alfian Fitrayansyah, Adam Farrel F dan M. Wahyusuf Hidayatullah.

Kapolresta Makota AKBP Budi Hermanto menjelaskan bahwa pihaknya bersama Universitas Brawijaya konsisten menegakkan protokol kesehatan sekaligus memerangi Covid-19 di Malang Raya.

"Yakni mempersembahkan inovasi berupa dispenser masker kepada warga Kota Malang dan sekitarnya. Ini bertujuan mencegah penularan atau sebaran Covid-19 meningkat lagi," ujarnya, Kamis (14/10/2021).

Dispenser masker, masih menurutnya, mengadopsi teknologi “No touch” atau tanpa sentuh tangan.

"Cukup dihadapkan telapak tangan ke tombol sensor, secara otomatis masker atau hand sanitizer keluar dengan sendirinya," bebernya.

Mantan Kapolres Batu ini menyebutkan, sebelum ide dispenser masker dicetuskan, ia terlebih dahulu melihat alat vending machine.

"Alhamdulillah, ide kami disambut baik dan dikembangkan sekaligus diwujudkan sebagaimana hari ini ditampilkannya. Yakni menggandeng mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Brawijaya Malang," tukasnya.

"Untuk pemanfaatannya, kami bakal menempatkan di Mapolresta sini, kedua di Pos Polisi Mitra 1 dan ketiga di Taman Krida Budaya Jawa Timur kawasan Sukarno Hatta Lowokwaru," sambungnya.

Dekan Fakultas Teknik Universitas Brawijaya Hadi Suyono mengapresiasi serta menyambut baik ide Kapolresta Makota.

”Inovasi berbasis teknologi, kami sangat terbuka berkolaborasi untuk mewujudkannya. Semisal ide matching seperti saat ini, mampu memenuhi kebutuhan masyarakat di tengah pandemi covid-19 melalui ilmu teknologi dari kampus,” ujarnya.

Salah seorang pembuat dispenser masker, Alfian Fitrayansyah menerangkan cara kerja dispenser ini memiliki dua sensor input yaitu masker dan hand sanitizer.

"Dengan jarak 5 sentimeter, tangan kita akan terdeteksi dan mampu mengeluarkan masker atau cairan hand sanitizer. Termasuk di dalamnya dilengkapi alat baca sisa isi kapasitasnya, ditampilkan di layar counter dispenser," paparnya.

"Manakala warga Malang Raya menginginkan order produk tersebut, kita akan mewujudkannya dalam waktu seminggu," pungkasnya. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

Digagas Kapolresta, Tiga Mahasiswa Universitas Brawijaya Ciptakan Dispenser Masker

...
Iwan Irawan
Malang
14 Oktober 2021 - 17:49 WIB
Teknologi | RILISID
...
Uji coba dispenser masker di Mapolresta Malang Kota. Foto: Iwan Irawan

RILISID, Malang — Dispenser masker berkapasitas 70 masker dan 50 mililiter (ml) hand sanitizer dengan biaya pembuatan sebesar Rp 1 juta sampai Rp 1,5 juta dengan proses produksi selama sebulan yakni selama bulan Agustus 2021 lalu.

Ide atau gagasanya dilahirkan oleh Kapolresta Malang Kota (Makota) AKBP Budi Hermanto pada Juni atau Juli 2021.

Diwujudkan juga oleh tiga mahasiswa Jurusan Teknik Elektro semester V Universitas Brawijaya Malang. Di antaranya Alfian Fitrayansyah, Adam Farrel F dan M. Wahyusuf Hidayatullah.

Kapolresta Makota AKBP Budi Hermanto menjelaskan bahwa pihaknya bersama Universitas Brawijaya konsisten menegakkan protokol kesehatan sekaligus memerangi Covid-19 di Malang Raya.

"Yakni mempersembahkan inovasi berupa dispenser masker kepada warga Kota Malang dan sekitarnya. Ini bertujuan mencegah penularan atau sebaran Covid-19 meningkat lagi," ujarnya, Kamis (14/10/2021).

Dispenser masker, masih menurutnya, mengadopsi teknologi “No touch” atau tanpa sentuh tangan.

"Cukup dihadapkan telapak tangan ke tombol sensor, secara otomatis masker atau hand sanitizer keluar dengan sendirinya," bebernya.

Mantan Kapolres Batu ini menyebutkan, sebelum ide dispenser masker dicetuskan, ia terlebih dahulu melihat alat vending machine.

"Alhamdulillah, ide kami disambut baik dan dikembangkan sekaligus diwujudkan sebagaimana hari ini ditampilkannya. Yakni menggandeng mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Brawijaya Malang," tukasnya.

"Untuk pemanfaatannya, kami bakal menempatkan di Mapolresta sini, kedua di Pos Polisi Mitra 1 dan ketiga di Taman Krida Budaya Jawa Timur kawasan Sukarno Hatta Lowokwaru," sambungnya.

Dekan Fakultas Teknik Universitas Brawijaya Hadi Suyono mengapresiasi serta menyambut baik ide Kapolresta Makota.

”Inovasi berbasis teknologi, kami sangat terbuka berkolaborasi untuk mewujudkannya. Semisal ide matching seperti saat ini, mampu memenuhi kebutuhan masyarakat di tengah pandemi covid-19 melalui ilmu teknologi dari kampus,” ujarnya.

Salah seorang pembuat dispenser masker, Alfian Fitrayansyah menerangkan cara kerja dispenser ini memiliki dua sensor input yaitu masker dan hand sanitizer.

"Dengan jarak 5 sentimeter, tangan kita akan terdeteksi dan mampu mengeluarkan masker atau cairan hand sanitizer. Termasuk di dalamnya dilengkapi alat baca sisa isi kapasitasnya, ditampilkan di layar counter dispenser," paparnya.

"Manakala warga Malang Raya menginginkan order produk tersebut, kita akan mewujudkannya dalam waktu seminggu," pungkasnya. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya