Desak Youtuber Pembuat Konten Pasangan Gancet Ditahan, 12 Ormas Geruduk Mapolres
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Desak Youtuber Pembuat Konten Pasangan Gancet Ditahan, 12 Ormas Geruduk Mapolres

...
Imron Hakiki
Malang
15 September 2021 - 18:27 WIB
Peristiwa | RILISID
...
Belasan ormas mendatangi Polres Malang, Rabu (15/9/2021). Foto: RILIS.ID/Imron Hakiki

RILISID, Malang — Belasan ormas yang tergabung dalam Organisasi Malang Bersatu (OMB) menggeruduk Markas Kepolisian Resort (Mapolres) Malang, Rabu (15/9/2021).

Mereka datang untuk membicarakan terkait kegaduhan konten youtube milik Idris Al Marbawai alias Gus Idris yang baru-baru ini ramai menjadi perbincangan, akibat membuat konten gancet dengan memperlihatkan sejoli sedang berhubungan badan atau gancet.

Dalam audiensi tersebut, salah satu perwakilan Ormas Malang Bersatu sekaligus Ketua sanggar santri nahdatussaqofah Nusantara, Ki Ardi Purbo Antono mengatakan konten Idris itu tidak pantas menjadi tontonan di kanal youtube.

"Sebab apabila anak kecil tanya tentang sejoli yang sedang tumpang tindih itu, lalu apa yang akan dijawab oleh orang tuanya," ungkapnya kepada Rilisid, Rabu (15/9/2021).

Selain itu, Ardi menganggap apabila konten semacam itu dibuat untuk tujuan dakwah. Maka justru mencoreng nama baik Islam.

"Masak ada konten sandiwara dengan ilustrasi dua sejoli saling tumpang tindih, kemudian dibacakan sholawat. Saya kira cara dakwah Islam seharusnya tidak begitu," tuturnya.

Sementara itu, Koordinator Ormas Malang Bersatu, Yatimul Ainun meminta Polres Malang untuk segara menahan Idris yang saat ini sudah menjadi tersangka.

Sebab apabila tidak dikhawatirkan akan membuat konten yang melenceng dari cara dakwah Islam.

"Yang kita masalahkan itu bukan dia dakwah di youtube atau apa. Tapi metode berdakwahnya," bebernya.

"Kami menginginkan Polres Malang untuk segera menahan Idris," sambungnya.

Terpisah, Kapolres Malang AKBP Bagoes Wibisono menuturkan hingga saat ini penahanan Idris belum bisa dilakukan.

Sebab menurutnya, belum ada laporan resmi yang masuk ke Polres Malang.

Ditanya terkait kelanjutan dari kasus hoaks yang dulu pernah diproses Polres Malang hingga ditetapkan sebagai tersangka, Bagoes mengatakan hal itu tergantung dari keputusan Kejaksaan Negeri Kabupaten Malang.

"Kami masih ada berkas yang kurang lengkap dan segera kami lengkapi. Nanti penahanan atau tidak tergantung Kejaksaan," katanya. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

Desak Youtuber Pembuat Konten Pasangan Gancet Ditahan, 12 Ormas Geruduk Mapolres

...
Imron Hakiki
Malang
15 September 2021 - 18:27 WIB
Peristiwa | RILISID
...
Belasan ormas mendatangi Polres Malang, Rabu (15/9/2021). Foto: RILIS.ID/Imron Hakiki

RILISID, Malang — Belasan ormas yang tergabung dalam Organisasi Malang Bersatu (OMB) menggeruduk Markas Kepolisian Resort (Mapolres) Malang, Rabu (15/9/2021).

Mereka datang untuk membicarakan terkait kegaduhan konten youtube milik Idris Al Marbawai alias Gus Idris yang baru-baru ini ramai menjadi perbincangan, akibat membuat konten gancet dengan memperlihatkan sejoli sedang berhubungan badan atau gancet.

Dalam audiensi tersebut, salah satu perwakilan Ormas Malang Bersatu sekaligus Ketua sanggar santri nahdatussaqofah Nusantara, Ki Ardi Purbo Antono mengatakan konten Idris itu tidak pantas menjadi tontonan di kanal youtube.

"Sebab apabila anak kecil tanya tentang sejoli yang sedang tumpang tindih itu, lalu apa yang akan dijawab oleh orang tuanya," ungkapnya kepada Rilisid, Rabu (15/9/2021).

Selain itu, Ardi menganggap apabila konten semacam itu dibuat untuk tujuan dakwah. Maka justru mencoreng nama baik Islam.

"Masak ada konten sandiwara dengan ilustrasi dua sejoli saling tumpang tindih, kemudian dibacakan sholawat. Saya kira cara dakwah Islam seharusnya tidak begitu," tuturnya.

Sementara itu, Koordinator Ormas Malang Bersatu, Yatimul Ainun meminta Polres Malang untuk segara menahan Idris yang saat ini sudah menjadi tersangka.

Sebab apabila tidak dikhawatirkan akan membuat konten yang melenceng dari cara dakwah Islam.

"Yang kita masalahkan itu bukan dia dakwah di youtube atau apa. Tapi metode berdakwahnya," bebernya.

"Kami menginginkan Polres Malang untuk segera menahan Idris," sambungnya.

Terpisah, Kapolres Malang AKBP Bagoes Wibisono menuturkan hingga saat ini penahanan Idris belum bisa dilakukan.

Sebab menurutnya, belum ada laporan resmi yang masuk ke Polres Malang.

Ditanya terkait kelanjutan dari kasus hoaks yang dulu pernah diproses Polres Malang hingga ditetapkan sebagai tersangka, Bagoes mengatakan hal itu tergantung dari keputusan Kejaksaan Negeri Kabupaten Malang.

"Kami masih ada berkas yang kurang lengkap dan segera kami lengkapi. Nanti penahanan atau tidak tergantung Kejaksaan," katanya. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya