Densus 88 Amankan Terduga Teroris di Malang, Diduga Terlibat Penggalangan Dana
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Densus 88 Amankan Terduga Teroris di Malang, Diduga Terlibat Penggalangan Dana

...
Imron Hakiki
Malang
16 Agustus 2021 - 17:24 WIB
Peristiwa | RILISID
...
Rumah dan toko terduga teroris yang diamankan Densus 88 Anti Teror, Choirul Anam, Senin (16/8/2021). FOTO: RILIS.ID/Imron Hakiki.

RILISID, Malang — Terduga teroris atas nama Choirul Anam, warga Jalan Joyo Utomo Nomor 506 RT 4 RW 4, Kelurahan Merjosari, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur diamankan Densus 88 Anti Teror Mabes Polri, Senin (16/8/2021).

Densus 88 Anti Teror tidak mengamankan Choirul Anam sendiri, namun istri dan anaknya juga turut dibawa. Diketahui, terduga teroris tersebut memiliki sebuah toko pakaian bayi, anak-anak, hingga dewasa di kawasan setempat. 

Informasi yang dihimpun Rilis.id, penangkapan terduga teroris itu terjadi sekitar pukul 11.00 WIB oleh sejumlah tim gabungan dari Densus 88 Mabes Polri. Beberapa petugas kepolisian berpakaian seragam dinas dan berpakaian preman.

Sementara, aktivitas toko yang dimiliki terduga teroris masih beroperasi sebagaimana biasanya. Beberapa pegawainya terlihat masih melayani para pembeli yang datang. 

Ketua RT setempat Hariono membenarkan salah satu warganya dibawa tim Densus 88 Mabes Polri. Ia mengaku diminta menjadi saksi saat penggeledahan Bahkan ia juga sempat ditunjukkan surat tugas penangkapan dan penggeledahan oleh tim Densus 88 Mabes Polri. 

"Ada satu orang, tapi tadi dia (Choirul Anam) diamankan dahulu. Saat itu (penggeledahan) di rumah ada istri dan anaknya. Mereka juga ikut dibawa," ujar Hariono saat ditemui awak media, Senin siang.

"Sebelumnya saya juga ditunjukkan surat untuk geledah, katanya terkait penggalangan dana," sambungnya.

Dari rumah terduga teroris tersebut, disebutkan Hariono, polisi membawa sejumlah barang bukti berupa buku tulis, buku keterangan amal, dua unit laptop, handphone, hingga tanda pengenal. 

"Yang dibawa tanda pengenal sebagai manajer pengumpul dana, di Lembaga Penggalang Dana Lasaba. Buku tulis, buku keterangan amal, laptop 2 unit, sama handphone," tuturnya.

Hariono menerangkan, keluarga Choirul Anam merupakan pindahan dari Kabupaten Jombang. Ia tak mengingat berapa lama mereka berdomisili di wilayahnya. Namun ia mengenal baik Choirul Anam dan keluarganya yang dibawa tim Densus 88 Mabes Polri.

"Dia pendatang dari Jombang, belum pindah alamat. Kontrak rumahnya untuk jualan, mainan anak - anak. Tiap hari rajin ke musala dan masjid, nggak ada yang mencurigakan, sama orang-orang juga baik dan sering interaksi," terangnya.

Ia pribadi mengaku terkejut sosok Choirul Anam yang dikenalnya ternyata diamankan Densus 88 Mabes Polri atas dugaan sebagai teroris.

Kabidhumas Polda Jawa Timur Kombes Gatot Repli Handoko membenarkan penangkapan terduga teroris di Kota Malang tersebut. Namun ia tak menjelaskan lebih detail mengenai identitas terduga pelaku tersebut.

"Betul, informasi yang kami terima demikian," jawabnya saat dihubungi, Senin sore (16/8/2021).

Hanya saja, ia mengaku tidak tahu pasti terkait peran terduga teroris tersebut.

"Yang kami terima infonya satu orang. Ia terkait dugaan teroris saja, untuk lain-lain kami belum menerima datanya dari tim Densus. Biar nanti disampaikan dan dirilis oleh Mabes Polri saja," pungkasnya.(*)

Editor : Wirahadikusumah

TAG:

Berita Lainnya

Densus 88 Amankan Terduga Teroris di Malang, Diduga Terlibat Penggalangan Dana

...
Imron Hakiki
Malang
16 Agustus 2021 - 17:24 WIB
Peristiwa | RILISID
...
Rumah dan toko terduga teroris yang diamankan Densus 88 Anti Teror, Choirul Anam, Senin (16/8/2021). FOTO: RILIS.ID/Imron Hakiki.

RILISID, Malang — Terduga teroris atas nama Choirul Anam, warga Jalan Joyo Utomo Nomor 506 RT 4 RW 4, Kelurahan Merjosari, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur diamankan Densus 88 Anti Teror Mabes Polri, Senin (16/8/2021).

Densus 88 Anti Teror tidak mengamankan Choirul Anam sendiri, namun istri dan anaknya juga turut dibawa. Diketahui, terduga teroris tersebut memiliki sebuah toko pakaian bayi, anak-anak, hingga dewasa di kawasan setempat. 

Informasi yang dihimpun Rilis.id, penangkapan terduga teroris itu terjadi sekitar pukul 11.00 WIB oleh sejumlah tim gabungan dari Densus 88 Mabes Polri. Beberapa petugas kepolisian berpakaian seragam dinas dan berpakaian preman.

Sementara, aktivitas toko yang dimiliki terduga teroris masih beroperasi sebagaimana biasanya. Beberapa pegawainya terlihat masih melayani para pembeli yang datang. 

Ketua RT setempat Hariono membenarkan salah satu warganya dibawa tim Densus 88 Mabes Polri. Ia mengaku diminta menjadi saksi saat penggeledahan Bahkan ia juga sempat ditunjukkan surat tugas penangkapan dan penggeledahan oleh tim Densus 88 Mabes Polri. 

"Ada satu orang, tapi tadi dia (Choirul Anam) diamankan dahulu. Saat itu (penggeledahan) di rumah ada istri dan anaknya. Mereka juga ikut dibawa," ujar Hariono saat ditemui awak media, Senin siang.

"Sebelumnya saya juga ditunjukkan surat untuk geledah, katanya terkait penggalangan dana," sambungnya.

Dari rumah terduga teroris tersebut, disebutkan Hariono, polisi membawa sejumlah barang bukti berupa buku tulis, buku keterangan amal, dua unit laptop, handphone, hingga tanda pengenal. 

"Yang dibawa tanda pengenal sebagai manajer pengumpul dana, di Lembaga Penggalang Dana Lasaba. Buku tulis, buku keterangan amal, laptop 2 unit, sama handphone," tuturnya.

Hariono menerangkan, keluarga Choirul Anam merupakan pindahan dari Kabupaten Jombang. Ia tak mengingat berapa lama mereka berdomisili di wilayahnya. Namun ia mengenal baik Choirul Anam dan keluarganya yang dibawa tim Densus 88 Mabes Polri.

"Dia pendatang dari Jombang, belum pindah alamat. Kontrak rumahnya untuk jualan, mainan anak - anak. Tiap hari rajin ke musala dan masjid, nggak ada yang mencurigakan, sama orang-orang juga baik dan sering interaksi," terangnya.

Ia pribadi mengaku terkejut sosok Choirul Anam yang dikenalnya ternyata diamankan Densus 88 Mabes Polri atas dugaan sebagai teroris.

Kabidhumas Polda Jawa Timur Kombes Gatot Repli Handoko membenarkan penangkapan terduga teroris di Kota Malang tersebut. Namun ia tak menjelaskan lebih detail mengenai identitas terduga pelaku tersebut.

"Betul, informasi yang kami terima demikian," jawabnya saat dihubungi, Senin sore (16/8/2021).

Hanya saja, ia mengaku tidak tahu pasti terkait peran terduga teroris tersebut.

"Yang kami terima infonya satu orang. Ia terkait dugaan teroris saja, untuk lain-lain kami belum menerima datanya dari tim Densus. Biar nanti disampaikan dan dirilis oleh Mabes Polri saja," pungkasnya.(*)

Editor : Wirahadikusumah

TAG:

Berita Lainnya