BNPB Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang di Flores Timur
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

BNPB Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang di Flores Timur

...
Segan Simanjuntak
Jakarta
5 April 2021 - 13:30 WIB
Peristiwa | RILISID
...
FOTO: BNPB Indonesia

RILISID, Jakarta — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mulai menyalurkan bantuan untuk warga terdampak bencana banjir bandang dan longsor di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Senin (5/4/2021) pagi.

Adapun bantuan yang disalurkan berupa makanan siap saji sebanyak 1.002 paket, makanan tambahan gizi 1.002 paket, makanan lauk pauk 1.002 paket, selimut 3.000 lembar, sarung 2.000 lembar, alat tes cepat antigen 10.000 unit, masker kain 1.000 lembar dan masker medis 1.000 lembar.

Kepala BNPB Doni Monardo mengatakan bantuan disalurkan secara bertahap menggunakan ekspedisi udara.

"Bersama dengan pesawat juga ada barang-barang logistik yang dibutuhkan seperti selimut, makanan siap saji hingga obat-obatan,” kata Doni di laman resmi BNPB, dikutip Senin (5/4/2021).

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB  Raditya Jati menyebut ada 44 orang meninggal dunia akibat banjir bandang yang terjadi di Flores Timur.

"Sebanyak 26 orang hilang, 9 orang luka-luka, 80 kepala keluarga (KK) terdampak dan 256 jiwa mengungsi di Balai Desa Nelemawangi," ujarnya.

Raditya mengatakan data korban dan masyarakat terdampak masih dapat berubah mengikuti perkembangan di lapangan.

Kemudian kerugian materiil yang dilaporkan meliputi 17 unit rumah hanyut, 60 unit rumah terendam lumpur, 5 jembatan putus, puluhan rumah terendam banjir di Kecamatan Adonara Barat dan ruas jalan Waiwadan-Danibao dan Numindanibao terputus di empat titik.

Hingga hari ini, kendala yang dihadapi adalah akses transportasi menuju titik lokasi kejadian hanya dapat dicapai menggunakan moda penyeberangan laut ke Pulau Adonara. Jaringan komunikasi dan internet dilaporkan juga tidak stabil sehingga menyulitkan tim lapangan dalam pelaporan kondisi terkini.

Sementara itu, otoritas penyeberangan setempat memberikan peringatan berupa larangan pelayaran karena faktor cuaca buruk seperti hujan dan gelombang tinggi.

Adapun proses evakuasi korban yang tertimbun lumpur juga masih terkendala karena medan dan faktor lain di lapangan. (*)

Editor : RILIS.ID

TAG:

Berita Lainnya

BNPB Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang di Flores Timur

...
Segan Simanjuntak
Jakarta
5 April 2021 - 13:30 WIB
Peristiwa | RILISID
...
FOTO: BNPB Indonesia

RILISID, Jakarta — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mulai menyalurkan bantuan untuk warga terdampak bencana banjir bandang dan longsor di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Senin (5/4/2021) pagi.

Adapun bantuan yang disalurkan berupa makanan siap saji sebanyak 1.002 paket, makanan tambahan gizi 1.002 paket, makanan lauk pauk 1.002 paket, selimut 3.000 lembar, sarung 2.000 lembar, alat tes cepat antigen 10.000 unit, masker kain 1.000 lembar dan masker medis 1.000 lembar.

Kepala BNPB Doni Monardo mengatakan bantuan disalurkan secara bertahap menggunakan ekspedisi udara.

"Bersama dengan pesawat juga ada barang-barang logistik yang dibutuhkan seperti selimut, makanan siap saji hingga obat-obatan,” kata Doni di laman resmi BNPB, dikutip Senin (5/4/2021).

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB  Raditya Jati menyebut ada 44 orang meninggal dunia akibat banjir bandang yang terjadi di Flores Timur.

"Sebanyak 26 orang hilang, 9 orang luka-luka, 80 kepala keluarga (KK) terdampak dan 256 jiwa mengungsi di Balai Desa Nelemawangi," ujarnya.

Raditya mengatakan data korban dan masyarakat terdampak masih dapat berubah mengikuti perkembangan di lapangan.

Kemudian kerugian materiil yang dilaporkan meliputi 17 unit rumah hanyut, 60 unit rumah terendam lumpur, 5 jembatan putus, puluhan rumah terendam banjir di Kecamatan Adonara Barat dan ruas jalan Waiwadan-Danibao dan Numindanibao terputus di empat titik.

Hingga hari ini, kendala yang dihadapi adalah akses transportasi menuju titik lokasi kejadian hanya dapat dicapai menggunakan moda penyeberangan laut ke Pulau Adonara. Jaringan komunikasi dan internet dilaporkan juga tidak stabil sehingga menyulitkan tim lapangan dalam pelaporan kondisi terkini.

Sementara itu, otoritas penyeberangan setempat memberikan peringatan berupa larangan pelayaran karena faktor cuaca buruk seperti hujan dan gelombang tinggi.

Adapun proses evakuasi korban yang tertimbun lumpur juga masih terkendala karena medan dan faktor lain di lapangan. (*)

Editor : RILIS.ID

TAG:

Berita Lainnya