Anies Klaim Tak Pernah Ubah Data Kematian Covid-19 di DKI Jakarta
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Anies Klaim Tak Pernah Ubah Data Kematian Covid-19 di DKI Jakarta

...
RILIS.ID
Jakarta
13 Agustus 2021 - 8:16 WIB
Peristiwa | RILISID
...
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Foto: Istimewa

RILISID, Jakarta — Pemerintah menghapus sementara data kematian dari penanganan pandemi Covid-19. Berbagai kalangan juga menyoroti penghapusan data kematian akibat virus corona.

Salah satunya datang dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Ia bahkan mengklaim tidak pernah mengurangi atau mengubah data kematian Covid-19 di Ibukota.

"Terkait kematian. Kami di DKI Jakarta tidak pernah mengurangi atau mengubah data-data," tulis Anies sebagaimana dikutip Rilisid dari Instagram resminya, Jumat (13/8/2021).

Selama pandemi, lanjut Anies, kasus kematian akibat Covid-19 selalu dilaporkan secara transparan kepada khalayak luas.

"Baik data kematian covid berdasarkan kriteria dari Kementerian Kesehatan. Maupun, data kematian covid berdasarkan protokol pemakaman covid. Karena menurut WHO semua perlu dicatat dan dilaporkan," lanjutnya.

Selain itu, Pemprov DKI Jakarta menggunakan data pelayanan pemakaman sebagai deteksi dini untuk mengetahui wabah virus corona telah masuk ke Jakarta. Hal ini dilakukan sejak awal pandemi, di mana masih ada keterbatasan kewenangan dan kapasitas testing.

"Prinsip kami di DKI Jakarta dalam menangani semua masalah, termasuk Covid-19, menggunakan ilmu pengetahuan, menggunakan data yang benar dan akurat, serta transparansi data," kata Anies.


Anies juga mengunggah blok pemakaman yang diberi nama Blok Makam Syuhada untuk agama Islam dan Blok Santo Yosef (dari) Arimatea untuk agama Kristen dan Katolik.

Penamaan blok pemakaman ini muncul dari berbagai percakapan dengan elemen masyarakat. Menurutnya, pemakaman untuk warga yang meninggal karena Covid-19 diberikan nama dengan pesan kemuliaan.

Anies menyatakan bahwa penamaan blok pemakaman bukan diasosiasikan sebagai korban Covid-19 dan bukan sekadar diberi nomor blok.

"Dalam setiap percakapan dengan warga yang mengantarkan anggota keluarga untuk dikuburkan, selalu saya sampaikan pesan penguat. Takziyah itu sesungguhnya memang bermakna menguatkan, menghibur," ujarnya.

"Sering kami utarakan bahwa yang baru dikuburkan itu syahid. Insyaallah dimuliakan dan berada di tempat mulia di sisi Allah SWT," pungkasnya. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

Anies Klaim Tak Pernah Ubah Data Kematian Covid-19 di DKI Jakarta

...
RILIS.ID
Jakarta
13 Agustus 2021 - 8:16 WIB
Peristiwa | RILISID
...
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Foto: Istimewa

RILISID, Jakarta — Pemerintah menghapus sementara data kematian dari penanganan pandemi Covid-19. Berbagai kalangan juga menyoroti penghapusan data kematian akibat virus corona.

Salah satunya datang dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Ia bahkan mengklaim tidak pernah mengurangi atau mengubah data kematian Covid-19 di Ibukota.

"Terkait kematian. Kami di DKI Jakarta tidak pernah mengurangi atau mengubah data-data," tulis Anies sebagaimana dikutip Rilisid dari Instagram resminya, Jumat (13/8/2021).

Selama pandemi, lanjut Anies, kasus kematian akibat Covid-19 selalu dilaporkan secara transparan kepada khalayak luas.

"Baik data kematian covid berdasarkan kriteria dari Kementerian Kesehatan. Maupun, data kematian covid berdasarkan protokol pemakaman covid. Karena menurut WHO semua perlu dicatat dan dilaporkan," lanjutnya.

Selain itu, Pemprov DKI Jakarta menggunakan data pelayanan pemakaman sebagai deteksi dini untuk mengetahui wabah virus corona telah masuk ke Jakarta. Hal ini dilakukan sejak awal pandemi, di mana masih ada keterbatasan kewenangan dan kapasitas testing.

"Prinsip kami di DKI Jakarta dalam menangani semua masalah, termasuk Covid-19, menggunakan ilmu pengetahuan, menggunakan data yang benar dan akurat, serta transparansi data," kata Anies.


Anies juga mengunggah blok pemakaman yang diberi nama Blok Makam Syuhada untuk agama Islam dan Blok Santo Yosef (dari) Arimatea untuk agama Kristen dan Katolik.

Penamaan blok pemakaman ini muncul dari berbagai percakapan dengan elemen masyarakat. Menurutnya, pemakaman untuk warga yang meninggal karena Covid-19 diberikan nama dengan pesan kemuliaan.

Anies menyatakan bahwa penamaan blok pemakaman bukan diasosiasikan sebagai korban Covid-19 dan bukan sekadar diberi nomor blok.

"Dalam setiap percakapan dengan warga yang mengantarkan anggota keluarga untuk dikuburkan, selalu saya sampaikan pesan penguat. Takziyah itu sesungguhnya memang bermakna menguatkan, menghibur," ujarnya.

"Sering kami utarakan bahwa yang baru dikuburkan itu syahid. Insyaallah dimuliakan dan berada di tempat mulia di sisi Allah SWT," pungkasnya. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya