Anggota yang Dihajar Kapolres Ikut Diproses, Luqman: Ini Negara Hukum atau Dongeng Komik Silat?
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Anggota yang Dihajar Kapolres Ikut Diproses, Luqman: Ini Negara Hukum atau Dongeng Komik Silat?

...
RILIS.ID
Jakarta
26 Oktober 2021 - 13:45 WIB
Peristiwa | RILISID
...
Anggota DPR RI dari Fraksi PKB, Luqman Hakim. Foto: Dok Istimewa

RILISID, Jakarta — Anggota DPR RI dari Fraksi PKB Luqman Hakim ikut menyoroti kasus penendangan dan pemukulan Kapolres Nunukan AKBP Syaiful Anwar ke anak buahnya, Briptu SL.

Melalui akun Twitter resminya, Luqman mengaku heran Briptu SL yang menjadi korban ikut diproses oleh Polda Kalimantan Utara (Kaltara).

”Korban meminta maaf. Korban jadi tersangka dan ditahan. Korban jadi pihak yg dituduh melanggar hukum. Ini negara hukum atau negeri dongeng komik silat?,” tulis Luqman, Selasa (26/10/2021).


Luqman juga meretweet kicauan akun warganet yang memuat video permohonan maaf dari Briptu SL. Permintaan maaf itu disampaikan lantaran Briptu SL telah menyebarkan video Kapolres Nunukan saat menendang dan memukul dirinya hingga viral di media sosial (medsos).

”Selamat malam komandan, senior, dan rekan-rekan, terkhusus untuk Bapak Kapolres Nunukan AKBP Syaiful Anwar, S.I.K. Saya memohon maaf atas video yang beredar di media sosial. Karena pada saat mengupload video tersebut tidak berpikir dengan jernih. Dengan kejadian beredarnya video tersebut, saya sangat menyesal dan saya membenarkan bahwa tidak menjalankan perintah pimpinan,” ucap Briptu SL dalam video yang beredar.

”Setelah kejadian tersebut, saya langsung menghadap Bapak Kapolres Nunukan untuk menyelesaikan masalah tersebut secara kekeluargaan,” sambungnya.

”Permohonan maaf ini tidak ada unsur paksaan dari siapapun. Sekali lagi komandan, mohon izin saya memohon maaf yang sebesar-besarnya atas kesalahan yang telah saya lakukan. Demikian komandan, terima kasih,” tutupnya.

Kabid Humas Polda Kaltara Kombes Budi Rachmad membenarkan video permohonan maaf Briptu SL tersebut.

”Rekaman video tersebut diviralkan oleh SL yang dipukul Kapolres, dikirim ke grup TIK Polda Kaltara dan grup letting bintara,” kata Kombes Budi Rachmad dikutip dari Antara, Selasa. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

Anggota yang Dihajar Kapolres Ikut Diproses, Luqman: Ini Negara Hukum atau Dongeng Komik Silat?

...
RILIS.ID
Jakarta
26 Oktober 2021 - 13:45 WIB
Peristiwa | RILISID
...
Anggota DPR RI dari Fraksi PKB, Luqman Hakim. Foto: Dok Istimewa

RILISID, Jakarta — Anggota DPR RI dari Fraksi PKB Luqman Hakim ikut menyoroti kasus penendangan dan pemukulan Kapolres Nunukan AKBP Syaiful Anwar ke anak buahnya, Briptu SL.

Melalui akun Twitter resminya, Luqman mengaku heran Briptu SL yang menjadi korban ikut diproses oleh Polda Kalimantan Utara (Kaltara).

”Korban meminta maaf. Korban jadi tersangka dan ditahan. Korban jadi pihak yg dituduh melanggar hukum. Ini negara hukum atau negeri dongeng komik silat?,” tulis Luqman, Selasa (26/10/2021).


Luqman juga meretweet kicauan akun warganet yang memuat video permohonan maaf dari Briptu SL. Permintaan maaf itu disampaikan lantaran Briptu SL telah menyebarkan video Kapolres Nunukan saat menendang dan memukul dirinya hingga viral di media sosial (medsos).

”Selamat malam komandan, senior, dan rekan-rekan, terkhusus untuk Bapak Kapolres Nunukan AKBP Syaiful Anwar, S.I.K. Saya memohon maaf atas video yang beredar di media sosial. Karena pada saat mengupload video tersebut tidak berpikir dengan jernih. Dengan kejadian beredarnya video tersebut, saya sangat menyesal dan saya membenarkan bahwa tidak menjalankan perintah pimpinan,” ucap Briptu SL dalam video yang beredar.

”Setelah kejadian tersebut, saya langsung menghadap Bapak Kapolres Nunukan untuk menyelesaikan masalah tersebut secara kekeluargaan,” sambungnya.

”Permohonan maaf ini tidak ada unsur paksaan dari siapapun. Sekali lagi komandan, mohon izin saya memohon maaf yang sebesar-besarnya atas kesalahan yang telah saya lakukan. Demikian komandan, terima kasih,” tutupnya.

Kabid Humas Polda Kaltara Kombes Budi Rachmad membenarkan video permohonan maaf Briptu SL tersebut.

”Rekaman video tersebut diviralkan oleh SL yang dipukul Kapolres, dikirim ke grup TIK Polda Kaltara dan grup letting bintara,” kata Kombes Budi Rachmad dikutip dari Antara, Selasa. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya