4 Anak Buahnya Gugur, Pangdam Kasuari Emosi hingga Gebrak Meja: Kita Harus Hancurkan Dia
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

4 Anak Buahnya Gugur, Pangdam Kasuari Emosi hingga Gebrak Meja: Kita Harus Hancurkan Dia

...
RILIS.ID
Papua Barat
3 September 2021 - 15:41 WIB
Peristiwa | RILISID
...
Pangdam XVIII Kasuari Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa. Foto: Dok Istimewa

RILISID, Papua Barat — Pangdam XVIII Kasuari Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa tak kuasa menahan emosinya saat memberikan keterangan pers terkait penyerangan Pos Koramil Kisor, Distrik Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat, Papua Barat, pada Kamis (2/9/2021) dini hari sekitar pukul 04.00 WIT.

"Saya telah memerintahkan Dankoops Korem 141 untuk melakukan pengejaran terhadap pelaku. Saya sampaikan kalau dia berani gebrak meja, kita harus hancurkan dia," tegas Pangdam sambil menggebrak meja, dikutip dari Kompas TV pada Jumat (3/9/2021).

Dengan raut wajah tegang dan emosi, Pangdam mengaku sudah berkoordinasi dengan Bupati dan Kapolda Papua Barat terkait penyerangan yang membuat empat prajurit TNI AD gugur.


"Saya selaku Pangdam XVIII Kasuari akan menjamin keamanan wilayah Provinsi Papua Barat," ujarnya.

Keempat anggota TNI AD yang meninggal dunia akibat aksi penyerangan brutal itu antara lain Serda Amrosius, Praka Dirham, Pratu Zul Ansari, dan Lettu Chb Dirman. Mereka diserang saat sedang tidur di Posramil Kisor.

Ketiga anggota TNI AD itu, yakni Serda Amrosius, Praka Dirham, dan Pratu Zul Ansari, ditemukan dalam keadaan tewas di dalam Posramil. Sedangkan Lettu Chb Dirman Komandan Posramil Kisor ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa di dalam semak-semak belukar tak jauh dari pos.

Panglima mengatakan dugaan sementara pelaku penyerang Pos Koramil Persiapan Kisor Distrik Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat, adalah kelompok separatis teroris (KST). Kelompok itu berseberangan ideologi dengan NKRI.

"Sejauh ini komunikasi antara anggota TNI di Posramil Kisor dengan masyarakat lokal wilayah Aifat Selatan cukup baik, tidak ada potensi gangguan teritorial, sehingga kami menduga penyerangan Posramil ini dilakukan oleh KST," katanya.

Berdasarkan keterangan lima prajurit yang selamat, menyebutkan bahwa aksi penyerangan dilakukan lebih dari 30 orang. Kini Pos Koramil Persiapan Kisor di Distrik Airfat Selatan hancur lebur.

Selain menewaskan empat anggota TNI AD, peristiwa itu juga membuat dua prajurit mengalami luka bacok dan lima orang dalam keadaan selamat. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

4 Anak Buahnya Gugur, Pangdam Kasuari Emosi hingga Gebrak Meja: Kita Harus Hancurkan Dia

...
RILIS.ID
Papua Barat
3 September 2021 - 15:41 WIB
Peristiwa | RILISID
...
Pangdam XVIII Kasuari Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa. Foto: Dok Istimewa

RILISID, Papua Barat — Pangdam XVIII Kasuari Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa tak kuasa menahan emosinya saat memberikan keterangan pers terkait penyerangan Pos Koramil Kisor, Distrik Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat, Papua Barat, pada Kamis (2/9/2021) dini hari sekitar pukul 04.00 WIT.

"Saya telah memerintahkan Dankoops Korem 141 untuk melakukan pengejaran terhadap pelaku. Saya sampaikan kalau dia berani gebrak meja, kita harus hancurkan dia," tegas Pangdam sambil menggebrak meja, dikutip dari Kompas TV pada Jumat (3/9/2021).

Dengan raut wajah tegang dan emosi, Pangdam mengaku sudah berkoordinasi dengan Bupati dan Kapolda Papua Barat terkait penyerangan yang membuat empat prajurit TNI AD gugur.


"Saya selaku Pangdam XVIII Kasuari akan menjamin keamanan wilayah Provinsi Papua Barat," ujarnya.

Keempat anggota TNI AD yang meninggal dunia akibat aksi penyerangan brutal itu antara lain Serda Amrosius, Praka Dirham, Pratu Zul Ansari, dan Lettu Chb Dirman. Mereka diserang saat sedang tidur di Posramil Kisor.

Ketiga anggota TNI AD itu, yakni Serda Amrosius, Praka Dirham, dan Pratu Zul Ansari, ditemukan dalam keadaan tewas di dalam Posramil. Sedangkan Lettu Chb Dirman Komandan Posramil Kisor ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa di dalam semak-semak belukar tak jauh dari pos.

Panglima mengatakan dugaan sementara pelaku penyerang Pos Koramil Persiapan Kisor Distrik Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat, adalah kelompok separatis teroris (KST). Kelompok itu berseberangan ideologi dengan NKRI.

"Sejauh ini komunikasi antara anggota TNI di Posramil Kisor dengan masyarakat lokal wilayah Aifat Selatan cukup baik, tidak ada potensi gangguan teritorial, sehingga kami menduga penyerangan Posramil ini dilakukan oleh KST," katanya.

Berdasarkan keterangan lima prajurit yang selamat, menyebutkan bahwa aksi penyerangan dilakukan lebih dari 30 orang. Kini Pos Koramil Persiapan Kisor di Distrik Airfat Selatan hancur lebur.

Selain menewaskan empat anggota TNI AD, peristiwa itu juga membuat dua prajurit mengalami luka bacok dan lima orang dalam keadaan selamat. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya