PBB: Kelaparan di Afrika Paling Kritis - RILIS.ID
PBB: Kelaparan di Afrika Paling Kritis

Minggu | 28/01/2018 23.31 WIB
PBB: Kelaparan di Afrika Paling Kritis
Warga di Afrika mengalami kekeringan air. FOTO: Extranewsfeed

RILIS.ID, Adis Ababa – Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan, Afrika menjadi benua yang paling terdampak kerawanan pangan.

“Afrika memiliki persentase tertinggi terkait kelaparan global,” ucap Guterres sebagaimana dilansir dari kantor berita Anadolu Agency, hari ini (28/1).

Menurut Guterres, ada hubungan antara konflik dengan kerawanan pangan.

“Kami butuh pendekatan komunitas yang meningkatkan kohesi sosial,” lanjut Guterres.

Afrika, menurut Gutteres, harus lebih berbenah untuk memastikan keamanan pangannya.

Pada September 2017, PBB menyebutkan dalam laporannya bahwa kelaparan dunia telah meningkat hampir lima persen dari tahun ke tahun pada 2016 akibat meningkatnya konflik dan isu terkait cuaca di seluruh dunia.

Laporan itu juga memperkirakan jumlah penderita kurang gizi kronis di dunia meningkat hingga 815 juta jiwa.

Sekitar 20 persen populasi Afrika (lebih dari 243 juta jiwa) dipengaruhi oleh kelaparan dalam kurun waktu yang sama, ungkap laporan tersebut.

Ketua Uni Afrika dan Presiden Guinea Alpha Conde juga mengatakan dalam acara itu bahwa kerawanan pangan dan kekurangan nutrisi mikro merupakan momok benua hitam itu.

Dia merekomendasikan agar pengembangan sumber daya hewani harus menjadi inti dari agenda keamanan pangan.

Menurut Presiden Conde, kerawanan pangan dan malnutrisi adalah penyebab konflik di banyak daerah di benua tersebut.

Sementara itu, Perdana Menteri Etiopia Hailemariam Desalegn menginstruksikan perluasan irigasi untuk menangani masalah kemiskinan dan kerawanan pangan sebab kemiskinan sulit diberantas jika hanya bergantung kepada pertanian yang bersifat tadah hujan.

Selama satu dekade belakangan ini, dia mengatakan, Etiopia telah berhasil meningkatkan area lahan irigasi dari enam juta hektar menjadi 16 juta hektar.


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2020 | WWW.RILIS.ID