Anggaran KONI Rp15 Miliar Jauh Panggang dari Api
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Anggaran KONI Rp15 Miliar Jauh Panggang dari Api

...
Iwan Irawan
Kota Malang
26 Oktober 2021 - 20:37 WIB
Olahraga | RILISID
...
Wali Kota Malang Sutiaji saat menyerahkan hadiah kepada atlet, Selasa (26/10/2021). Foto: Iwan

RILISID, Kota Malang — Pemerintah Kota (Pemkot) Malang mengalokasikan angggaran KONI setempat sebesar Rp15 miliar pada tahun depan.

Alokasi tersebut dirasa jauh panggang dari api. Hal itu diungkapkan Ketua KONI Kota Malang Edy Wahyono.

Awalnya, KONI mengajukan Rp48 miliar. Lalu diturunkan menjadi Rp37 miliar dan Rp27 miliar.

Setelah tiga kali diturunkan, akhirnya anggaran tahun depan disepakati sebesar Rp15 miliar dan tambahan dana bonus atlet Rp3,5 miliar.

"Di tahun 2022 nanti, KONI terus menyiapkan peningkatan prestasi di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov). Sehingga anggaran yang kami dapatkan sangat kurang ideal sekali," kata Edy usai  acara penyerahan apresiasi atlet PON XX Papua, Selasa (26/10/2021).

Edy mengatakan, meraih prestasi dari para atlet tidak bisa secara tiba-tiba. Akan tetapi, mesti berproses melalui pembinaan secara berkelanjutan sekaligus dikuati dengan anggaran.

"Anggaran Rp15 miliar itu untuk kebutuhan biaya pusat pelatihan cabang (Puslatcab) serta biaya sewa tempat peningkatan kualitas atlet. Ditambah lagi, anggaran pembinaan 50 cabang olahraga serta operasional rutinitas KONI," bebernya.

Ia juga menyinggung Kota Malang belum memiliki sport centre sebagai penunjang sarana prasarana atlet lebih berprestasi.

"Kita mengakui akan hal itu, karena keterbatasan lahan. Sehingga menjadi risikonya, kalau menuruti idealnya, ya ada sport centre. Tapi mewujudkannya itu yang belum siap," terang Edy.

Terlepas dari anggaran KONI dan belum adanya sport centre, Edy tetap mengucap syukur atas raihan atlet PON XX Papua hingga bisa melampaui target lima medali emas. Yakni tujuh emas dan enam perak serta empat perunggu berhasil diraihnya.

Sehingga Pemkot Malang melalui Disporapar dan KONI mengapresiasi para atlet lewat hadiah berupa uang tunai.

Untuk perorangan, peraih medali emas mendapatkan sebesar Rp17,5 juta, perak Rp12,5 juta, perunggu Rp7,5 juta.

"Sedangkan untuk kelompok peraih emas Rp10 juta, perak Rp7 juta dan perunggu Rp5 juta," urainya.

Sementara, Wali Kota Malang Sutiaji menuturkan bahwa pemberian hadiah ini bagian dari apresiasi dan kepedulian Pemkot Malang kepada para atlet yang berprestasi.

"Harapannya, hadiah ini menjadi penyemangat bagi atlet lainnya serta bisa mengikuti jejak prestasinya. Pemkot sendiri terus berupaya meningkatkan sarana dan prasarana olahraga di daerah," tuturnya.

Ia menyampaikan permohonan maaf karena Pemkot Malang belum mampu memenuhi ekspektasi para atlet.

Termasuk, meningkatkan sarana dan prasarana serta pembinaan maupun penunjang lainnya seperti sport centre.

"Untuk saat ini, dalam memenuhi sport centre. Kita masih terkendala luasan lahan tersebut (30 hektare). Jadi kita berupaya meningkatkan sarana olahraga yang sudah ada," tandasnya. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

Anggaran KONI Rp15 Miliar Jauh Panggang dari Api

...
Iwan Irawan
Kota Malang
26 Oktober 2021 - 20:37 WIB
Olahraga | RILISID
...
Wali Kota Malang Sutiaji saat menyerahkan hadiah kepada atlet, Selasa (26/10/2021). Foto: Iwan

RILISID, Kota Malang — Pemerintah Kota (Pemkot) Malang mengalokasikan angggaran KONI setempat sebesar Rp15 miliar pada tahun depan.

Alokasi tersebut dirasa jauh panggang dari api. Hal itu diungkapkan Ketua KONI Kota Malang Edy Wahyono.

Awalnya, KONI mengajukan Rp48 miliar. Lalu diturunkan menjadi Rp37 miliar dan Rp27 miliar.

Setelah tiga kali diturunkan, akhirnya anggaran tahun depan disepakati sebesar Rp15 miliar dan tambahan dana bonus atlet Rp3,5 miliar.

"Di tahun 2022 nanti, KONI terus menyiapkan peningkatan prestasi di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov). Sehingga anggaran yang kami dapatkan sangat kurang ideal sekali," kata Edy usai  acara penyerahan apresiasi atlet PON XX Papua, Selasa (26/10/2021).

Edy mengatakan, meraih prestasi dari para atlet tidak bisa secara tiba-tiba. Akan tetapi, mesti berproses melalui pembinaan secara berkelanjutan sekaligus dikuati dengan anggaran.

"Anggaran Rp15 miliar itu untuk kebutuhan biaya pusat pelatihan cabang (Puslatcab) serta biaya sewa tempat peningkatan kualitas atlet. Ditambah lagi, anggaran pembinaan 50 cabang olahraga serta operasional rutinitas KONI," bebernya.

Ia juga menyinggung Kota Malang belum memiliki sport centre sebagai penunjang sarana prasarana atlet lebih berprestasi.

"Kita mengakui akan hal itu, karena keterbatasan lahan. Sehingga menjadi risikonya, kalau menuruti idealnya, ya ada sport centre. Tapi mewujudkannya itu yang belum siap," terang Edy.

Terlepas dari anggaran KONI dan belum adanya sport centre, Edy tetap mengucap syukur atas raihan atlet PON XX Papua hingga bisa melampaui target lima medali emas. Yakni tujuh emas dan enam perak serta empat perunggu berhasil diraihnya.

Sehingga Pemkot Malang melalui Disporapar dan KONI mengapresiasi para atlet lewat hadiah berupa uang tunai.

Untuk perorangan, peraih medali emas mendapatkan sebesar Rp17,5 juta, perak Rp12,5 juta, perunggu Rp7,5 juta.

"Sedangkan untuk kelompok peraih emas Rp10 juta, perak Rp7 juta dan perunggu Rp5 juta," urainya.

Sementara, Wali Kota Malang Sutiaji menuturkan bahwa pemberian hadiah ini bagian dari apresiasi dan kepedulian Pemkot Malang kepada para atlet yang berprestasi.

"Harapannya, hadiah ini menjadi penyemangat bagi atlet lainnya serta bisa mengikuti jejak prestasinya. Pemkot sendiri terus berupaya meningkatkan sarana dan prasarana olahraga di daerah," tuturnya.

Ia menyampaikan permohonan maaf karena Pemkot Malang belum mampu memenuhi ekspektasi para atlet.

Termasuk, meningkatkan sarana dan prasarana serta pembinaan maupun penunjang lainnya seperti sport centre.

"Untuk saat ini, dalam memenuhi sport centre. Kita masih terkendala luasan lahan tersebut (30 hektare). Jadi kita berupaya meningkatkan sarana olahraga yang sudah ada," tandasnya. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya