MA Berduka, Hakim Tipikor Meninggal Dunia, Sidang Korupsi Ditunda
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

MA Berduka, Hakim Tipikor Meninggal Dunia, Sidang Korupsi Ditunda

...
RILIS.ID
Bandarlampung
25 November 2021 - 15:37 WIB
Daerah | RILISID
...
Hakim Tipikor Pengadilan Tanjungkarang Surono. Foto: Istimewa

RILISID, Bandarlampung — Jajaran Mahkamah Agung (MA) berduka atas meninggalnya Surono, hakim tindak pidana korupsi (Tipikor) di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungkarang, Bandarlampung, Lampung.

Surono meninggal dunia pada Kamis (25/11/2021) sekitar pukul 12.30 WIB. Wakil Ketua PN Pangkalpinang itu tutup usia ke 55 tahun.

Kabar duka ini disampaikan Hakim PN Tanjungkarang Hendro Wicaksono dalam sidang perkara korupsi BPBD Bandarlampung di hadapan JPU dan saksi yang hadir.

"Kami ikut berbelasungkawa dan tidak bisa berkonsentrasi," ungkapnya.

Hendro mengungkapkan, almarhum Surono jatuh saat mengikuti pertandingan tenis antar pengadilan.

Hakim kelahiran Purworejo 22 April 1966 itu sempat dilarikan ke Rumah Sakit (RS) terdekat sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia hari ini.

"Seluruh hakim akan ikut mengantar ke rumah duka di Tanggerang," bebernya. 

Wafatnya Surono membuat enam sidang tipikor yang sedianya digelar hari ini terpaksa ditunda.

Enam sidang tersebut adalah kasus korupsi di BPBD Bandarlampung, korupsi benih jagung, tiga sidang korupsi dana desa, dan sidang korupsi anggaran makan minum DPRD Pringsewu.

Adapun riwayat pendidikan dan karir Hakim Surono sebagai berikut:

Riwayat Pendidikan

-   SD Negeri Bajangrejo

-   SMP Negeri Banyuurijo

-   SMA Negeri Purworejo

-   S1 Universitas Diponegoro

-   S2 Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Riwayat Karir

-   Calon Hakim pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat

-   Calon Hakim pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat

-   Hakim Tingkat Pertama pada Pengadilan Negeri Yogyakarta

-   Wakil Ketua Pengadilan pada Pengadilan Negeri Sungailiat

-   Ketua Pengadilan pada Pengadilan Negeri Pangkal Pinang

-   Hakim Tingkat Pertama pada Pengadilan Negeri Tanjungkarang. (*)

Laporan: Sulaiman, Bandarlampung

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

MA Berduka, Hakim Tipikor Meninggal Dunia, Sidang Korupsi Ditunda

...
RILIS.ID
Bandarlampung
25 November 2021 - 15:37 WIB
Daerah | RILISID
...
Hakim Tipikor Pengadilan Tanjungkarang Surono. Foto: Istimewa

RILISID, Bandarlampung — Jajaran Mahkamah Agung (MA) berduka atas meninggalnya Surono, hakim tindak pidana korupsi (Tipikor) di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungkarang, Bandarlampung, Lampung.

Surono meninggal dunia pada Kamis (25/11/2021) sekitar pukul 12.30 WIB. Wakil Ketua PN Pangkalpinang itu tutup usia ke 55 tahun.

Kabar duka ini disampaikan Hakim PN Tanjungkarang Hendro Wicaksono dalam sidang perkara korupsi BPBD Bandarlampung di hadapan JPU dan saksi yang hadir.

"Kami ikut berbelasungkawa dan tidak bisa berkonsentrasi," ungkapnya.

Hendro mengungkapkan, almarhum Surono jatuh saat mengikuti pertandingan tenis antar pengadilan.

Hakim kelahiran Purworejo 22 April 1966 itu sempat dilarikan ke Rumah Sakit (RS) terdekat sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia hari ini.

"Seluruh hakim akan ikut mengantar ke rumah duka di Tanggerang," bebernya. 

Wafatnya Surono membuat enam sidang tipikor yang sedianya digelar hari ini terpaksa ditunda.

Enam sidang tersebut adalah kasus korupsi di BPBD Bandarlampung, korupsi benih jagung, tiga sidang korupsi dana desa, dan sidang korupsi anggaran makan minum DPRD Pringsewu.

Adapun riwayat pendidikan dan karir Hakim Surono sebagai berikut:

Riwayat Pendidikan

-   SD Negeri Bajangrejo

-   SMP Negeri Banyuurijo

-   SMA Negeri Purworejo

-   S1 Universitas Diponegoro

-   S2 Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Riwayat Karir

-   Calon Hakim pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat

-   Calon Hakim pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat

-   Hakim Tingkat Pertama pada Pengadilan Negeri Yogyakarta

-   Wakil Ketua Pengadilan pada Pengadilan Negeri Sungailiat

-   Ketua Pengadilan pada Pengadilan Negeri Pangkal Pinang

-   Hakim Tingkat Pertama pada Pengadilan Negeri Tanjungkarang. (*)

Laporan: Sulaiman, Bandarlampung

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya