Waspada! Gelombang Tinggi Mirip Tsunami Berpotensi Terjadi di NTT
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Waspada! Gelombang Tinggi Mirip Tsunami Berpotensi Terjadi di NTT

...
Segan Simanjuntak
Jakarta
6 April 2021 - 19:42 WIB
Nasional | RILISID
...
Ilustrasi gelombang tsunami.

RILISID, Jakarta — Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati menyebut gelombang tinggi mirip tsunami berpotensi terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Setelah tanggal 7 April, diprediksi siklon (Tropis seroja) ini menjauhi Indonesia. Dampak yang terjadi hari ini hingga sekitar tanggal 7 itu adalah yang sangat dirasakan selain hujan lebat, tapi juga angin yang kencang," kata Dwikorita dalam keterangan pers yang dilihat di YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (6/4/2021).

Selain hujan lebat dan angin kencang, dampak lain dari siklon tropis seroja adalah gelombang laut dengan ketinggian mencapai 6 meter lebih di Samudra Hindia selatan NTT.

"Yang dikhawatirkan (gelombang tinggi) ini mirip tsunami. Jadi gelombang tingginya itu masuk ke darat, meskipun tidak sekuat gelombang tsunami, sama-sama masuk ke darat dan dapat merusak," lanjut Dwikorita.

Gelombang laut dengan ketinggian 1,25-2,5 meter di Selat Sumba bagian timur, Selat Sape, Laut Sumbawa, perairan utara Sumbawa hingga Flores, Selat Wetar, perairan Kepulauan Sabalana hingga Selayar, perairan selatan Baubau-Kepulauan Wakatobi, Laut Banda Selatan bagian barat, Laut Arafuru bagian barat.

Gelombang laut dengan ketinggian 2,5-4 meter di Selat Sumba bagian barat dan perairan selatan Flores. Kemudian gelombang laut dengan ketinggian 4-6 meter di perairan selatan Pulau Sumba, perairan Pulau Sawu, Laut Sawu, perairan Kupang-Pulau Rote.

BMKG juga memprakirakan cuaca setelah tanggal 7 April semakin membaik seiring dengan bergerak menjauhnya siklon tropis seroja yang terdeteksi di perairan sekitar NTT.

Namun sebelum tanggal tersebut, hujan dengan intensitas lebat disertai kilat petir dan angin kencang masih berpotensi terjadi.

“Jadi harus diwaspadai juga di lautan, meskipun daratannya nanti sudah semakin tenang tapi lautannya gelombangnya masih semakin tinggi,” ujarnya.

BMKG sebagai Jakarta Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) sejak tanggal 2 April telah mendeteksi adanya bibit siklon tropis 99S atau siklon tropis seroja.

Informasi tersebut kemudian diteruskan kepada sejumlah pihak terkait untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap potensi cuaca ekstrem dampak dari bibit siklon tersebut.

“Siklon Tropis Seroja ini yang telah terdeteksi sejak tanggal 2 April, segera disebarluaskan ke berbagai pihak, termasuk juga ke pemerintah daerah di calon lokasi terdampak, oleh BMKG, stasiun-stasiun BMKG, di wilayah terdampak,” ujarnya.

Keberadaan bibit siklon tropis tersebut menimbulkan terjadinya cuaca ekstrem yang signifikan berupa hujan sangat lebat, angin kencang, gelombang laut tinggi, dan berdampak pada terjadinya bencana hidrometeorologi di beberapa wilayah di NTT. (*)

Editor : RILIS.ID

TAG:

Berita Lainnya

Waspada! Gelombang Tinggi Mirip Tsunami Berpotensi Terjadi di NTT

...
Segan Simanjuntak
Jakarta
6 April 2021 - 19:42 WIB
Nasional | RILISID
...
Ilustrasi gelombang tsunami.

RILISID, Jakarta — Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati menyebut gelombang tinggi mirip tsunami berpotensi terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Setelah tanggal 7 April, diprediksi siklon (Tropis seroja) ini menjauhi Indonesia. Dampak yang terjadi hari ini hingga sekitar tanggal 7 itu adalah yang sangat dirasakan selain hujan lebat, tapi juga angin yang kencang," kata Dwikorita dalam keterangan pers yang dilihat di YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (6/4/2021).

Selain hujan lebat dan angin kencang, dampak lain dari siklon tropis seroja adalah gelombang laut dengan ketinggian mencapai 6 meter lebih di Samudra Hindia selatan NTT.

"Yang dikhawatirkan (gelombang tinggi) ini mirip tsunami. Jadi gelombang tingginya itu masuk ke darat, meskipun tidak sekuat gelombang tsunami, sama-sama masuk ke darat dan dapat merusak," lanjut Dwikorita.

Gelombang laut dengan ketinggian 1,25-2,5 meter di Selat Sumba bagian timur, Selat Sape, Laut Sumbawa, perairan utara Sumbawa hingga Flores, Selat Wetar, perairan Kepulauan Sabalana hingga Selayar, perairan selatan Baubau-Kepulauan Wakatobi, Laut Banda Selatan bagian barat, Laut Arafuru bagian barat.

Gelombang laut dengan ketinggian 2,5-4 meter di Selat Sumba bagian barat dan perairan selatan Flores. Kemudian gelombang laut dengan ketinggian 4-6 meter di perairan selatan Pulau Sumba, perairan Pulau Sawu, Laut Sawu, perairan Kupang-Pulau Rote.

BMKG juga memprakirakan cuaca setelah tanggal 7 April semakin membaik seiring dengan bergerak menjauhnya siklon tropis seroja yang terdeteksi di perairan sekitar NTT.

Namun sebelum tanggal tersebut, hujan dengan intensitas lebat disertai kilat petir dan angin kencang masih berpotensi terjadi.

“Jadi harus diwaspadai juga di lautan, meskipun daratannya nanti sudah semakin tenang tapi lautannya gelombangnya masih semakin tinggi,” ujarnya.

BMKG sebagai Jakarta Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) sejak tanggal 2 April telah mendeteksi adanya bibit siklon tropis 99S atau siklon tropis seroja.

Informasi tersebut kemudian diteruskan kepada sejumlah pihak terkait untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap potensi cuaca ekstrem dampak dari bibit siklon tersebut.

“Siklon Tropis Seroja ini yang telah terdeteksi sejak tanggal 2 April, segera disebarluaskan ke berbagai pihak, termasuk juga ke pemerintah daerah di calon lokasi terdampak, oleh BMKG, stasiun-stasiun BMKG, di wilayah terdampak,” ujarnya.

Keberadaan bibit siklon tropis tersebut menimbulkan terjadinya cuaca ekstrem yang signifikan berupa hujan sangat lebat, angin kencang, gelombang laut tinggi, dan berdampak pada terjadinya bencana hidrometeorologi di beberapa wilayah di NTT. (*)

Editor : RILIS.ID

TAG:

Berita Lainnya