Wamen BUMN Pastikan Pembangunan Krakatau Park Dimulai Tahun Ini
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Wamen BUMN Pastikan Pembangunan Krakatau Park Dimulai Tahun Ini

...
RILIS.ID
Lampung Selatan
16 Maret 2021 - 20:07 WIB
Nasional | RILISID
...
Wamen BUMN Kartika Wirjoatmodjo didampingi Gubernur Lampung Arinal Djunaidi meninjau kawasan pariwisata terpadu Bakauheni, Lampung Selatan, Selasa (16/3/2021). FOTO: ISTIMEWA

RILISID, Lampung Selatan — Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo memastikan pembangunan kawasan pariwisata terpadu Bakauheni Harbour City, Lampung Selatan, terus berjalan.

Kartika mengatakan Bakauheni Harbour City dibangun secara bertahap. Ia memprediksi pembangunan kawasan pariwisata terpadu itu membutuhkan waktu 3-4 tahun.

Untuk tahap awal pada tahun ini, pihaknya fokus membangun dua titik. Yakni taman hiburan bertema atau theme park yang diberi nama Krakatau Park dan pembangunan masjid di depan Menara Siger.

"Nantinya, di kawasan wisata terpadu tersebut akan dibangun taman yang akan dinamakan Krakatau Park yaitu semacam kawasan seperti Dunia Fantasi di Jakarta yang akan dikelola oleh Jatim Park," ujar Kartika dalam keterangannya, Selasa (16/3/2021).

Selain Jatim Park, pembangunan tahap pertama ini melibatkan Pemprov Lampung, Pemkab Lampung Selatan, dan BUMN.

"Ke depan, nanti terbuka dengan pihak swasta untuk membuka hotel dan investasi," ucapnya.

Kartika berharap dukungan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi agar pembangunan Harbour Bakauheni City dapat berjalan dengan baik dan bermanfaat bagi masyarakat Lampung.

"Dengan dukungan Pak Gubernur, kita berharap kawasan ini bisa semakin meningkat, seperti peningkatan atraksi dan lainnya," katanya.

Menurut Kartika, sektor pariwisata menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan ekonomi masyarakat melalui UMKM seperti berjualan makanan, kerajinan daerah, dan produk unggulan lainnya.

"Setiap tahunnya yang melintasi Bakauheni mencapai 20 juta orang, setidaknya 20 persen diharapkan dapat mampir ke sini, sehingga masyarakat juga dapat merasakan manfaatnya," tuturnya.

Sementara itu, Gubernur Lampung Arinal Djunaidi meminta semua pihak bersinergi mewujudkan percepatan pembangunan Bakauheni Harbour City di tahun 2022.

"Kami terus bekerja keras untuk pembangunan kawasan pariwisata terpadu Bakauheni, insyaallah tahun 2024 akan diresmikan. Pada saat itu, Menteri BUMN Erick Thohir menjawab mengapa harus di 2024? Lebih bagus di 2022, tidak harus menunggu jadi semua untuk diresmikan, tapi melakukannya secara bertahap," ujarnya.

Pada kesempatan itu, Arinal memaparkan perkembangan terbaru terkait progress pembangunan kawasan pariwisata Bakauheni. Di antaranya penyusunan visioning masterplan kawasan dan feasibility study atau studi kelaikan oleh konsultan PT Aecom Indonesia.

Selain itu juga sedang dilakukan penyusunan kerangka acuan kerja (KAK) detail masterplan oleh PT ASDP dan kesepakatan skema kerja sama antara Pemprov Lampung, PT ASDP, PT Hutama Karya, PT Indonesia Tourism Development Corporation (PT ITDC).

Kemudian, dilakukan pula upaya percepatan pembentukan Joint Venture Company sebagai pengelola kawasan terintegrasi pariwisata Bakauheni.

Sementara, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan sedang menyusun Rancangan Peraturan Daerah tentang Penetapan Zona Kawasan Pariwisata dan RTRW radius tertentu sebagai penunjang pariwisata dan kemudahan perizinan. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

Wamen BUMN Pastikan Pembangunan Krakatau Park Dimulai Tahun Ini

...
RILIS.ID
Lampung Selatan
16 Maret 2021 - 20:07 WIB
Nasional | RILISID
...
Wamen BUMN Kartika Wirjoatmodjo didampingi Gubernur Lampung Arinal Djunaidi meninjau kawasan pariwisata terpadu Bakauheni, Lampung Selatan, Selasa (16/3/2021). FOTO: ISTIMEWA

RILISID, Lampung Selatan — Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo memastikan pembangunan kawasan pariwisata terpadu Bakauheni Harbour City, Lampung Selatan, terus berjalan.

Kartika mengatakan Bakauheni Harbour City dibangun secara bertahap. Ia memprediksi pembangunan kawasan pariwisata terpadu itu membutuhkan waktu 3-4 tahun.

Untuk tahap awal pada tahun ini, pihaknya fokus membangun dua titik. Yakni taman hiburan bertema atau theme park yang diberi nama Krakatau Park dan pembangunan masjid di depan Menara Siger.

"Nantinya, di kawasan wisata terpadu tersebut akan dibangun taman yang akan dinamakan Krakatau Park yaitu semacam kawasan seperti Dunia Fantasi di Jakarta yang akan dikelola oleh Jatim Park," ujar Kartika dalam keterangannya, Selasa (16/3/2021).

Selain Jatim Park, pembangunan tahap pertama ini melibatkan Pemprov Lampung, Pemkab Lampung Selatan, dan BUMN.

"Ke depan, nanti terbuka dengan pihak swasta untuk membuka hotel dan investasi," ucapnya.

Kartika berharap dukungan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi agar pembangunan Harbour Bakauheni City dapat berjalan dengan baik dan bermanfaat bagi masyarakat Lampung.

"Dengan dukungan Pak Gubernur, kita berharap kawasan ini bisa semakin meningkat, seperti peningkatan atraksi dan lainnya," katanya.

Menurut Kartika, sektor pariwisata menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan ekonomi masyarakat melalui UMKM seperti berjualan makanan, kerajinan daerah, dan produk unggulan lainnya.

"Setiap tahunnya yang melintasi Bakauheni mencapai 20 juta orang, setidaknya 20 persen diharapkan dapat mampir ke sini, sehingga masyarakat juga dapat merasakan manfaatnya," tuturnya.

Sementara itu, Gubernur Lampung Arinal Djunaidi meminta semua pihak bersinergi mewujudkan percepatan pembangunan Bakauheni Harbour City di tahun 2022.

"Kami terus bekerja keras untuk pembangunan kawasan pariwisata terpadu Bakauheni, insyaallah tahun 2024 akan diresmikan. Pada saat itu, Menteri BUMN Erick Thohir menjawab mengapa harus di 2024? Lebih bagus di 2022, tidak harus menunggu jadi semua untuk diresmikan, tapi melakukannya secara bertahap," ujarnya.

Pada kesempatan itu, Arinal memaparkan perkembangan terbaru terkait progress pembangunan kawasan pariwisata Bakauheni. Di antaranya penyusunan visioning masterplan kawasan dan feasibility study atau studi kelaikan oleh konsultan PT Aecom Indonesia.

Selain itu juga sedang dilakukan penyusunan kerangka acuan kerja (KAK) detail masterplan oleh PT ASDP dan kesepakatan skema kerja sama antara Pemprov Lampung, PT ASDP, PT Hutama Karya, PT Indonesia Tourism Development Corporation (PT ITDC).

Kemudian, dilakukan pula upaya percepatan pembentukan Joint Venture Company sebagai pengelola kawasan terintegrasi pariwisata Bakauheni.

Sementara, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan sedang menyusun Rancangan Peraturan Daerah tentang Penetapan Zona Kawasan Pariwisata dan RTRW radius tertentu sebagai penunjang pariwisata dan kemudahan perizinan. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya