Waduh! Sirine Peringatan Dini Tsunami di Indonesia Banyak yang Rusak
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Waduh! Sirine Peringatan Dini Tsunami di Indonesia Banyak yang Rusak

...
Imron Hakiki
MALANG
9 Juni 2021 - 12:31 WIB
Nasional | RILISID
...
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati. FOTO: RILIS.ID/Imron Hakiki

RILISID, MALANG — Warga harus meningkatkan kewaspadaannya. Terlebih jika terjadi gempa bumi yang cukup kuat dan lama. Apalagi jika berpotensi tsunami.

Baca: Tsunami Tiba di Daratan dalam 24 Menit, Warga Diminta Siapkan Jalur Evakuasi Mandiri

Sebab, sirine peringatan dini tsunami atau remote terminal unit (RTU) yang terpasang di sejumlah titik wilayah Indonesia banyak yang kondisinya sudah rusak.

Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengatakan, penyebab sirine tersebut rusak akibat usianya sudah mencapai 10 tahun. Sehingga beberapa komponennya banyak yang aus dan tidak berbunyi, meski peringatan dini tsunami disampaikan.

Menurut dia, sirine memang sudah dipasang oleh BNPB pada 10 tahun lalu, dan dihibahkan ke pemerintah daerah (pemda).

”Saat itu kami (BMKG) menyumbangkan untuk Pemda meski jumlahnya sedikit dan sekarang kondisinya sudah banyak yang rusak,” kata Dwikorita Karnawati saat menghadiri kegiatan Sekolah Lapang Gempa Bumi di Balai Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Selasa (8/6/2021).

Menurut dia, tidak ada alternatif lain apabila ingin sirine itu bisa berbunyi kembali, kecuali diganti 100 persen. Sebab, suku cadangnya sudah tidak keluar lagi.

”Satu-satunya pilihan, sirine tsunami itu harus dilakukan peremajaan. Yaitu dengan cara menggantinya dengan teknologi yang baru,” katanya.

Baca juga: Selain Jatim, Gempa Besar dan Tsunami juga Berpotensi di Sumatera hingga Sumba

Mantan Rektor Universitas Gajah Mada itu mengaku sudah menyiapkan alat sirine tepat guna produksi dalam negeri untuk mengganti sirine yang sudah rusak tersebut. Alat itu, menurutnya dibuat dengan teknologi terbaru dan memiliki Standar Nasional Indonesia (SNI).

”Jika pemda mau menggunakan untuk mengganti sirine yang sudah rusak. Saya pastikan biaya perawatan dan pembeliannya relatif lebih murah ketimbang sirine yang sudah dipasang sekarang,” pungkasnya.(*)

Editor : Wirahadikusumah

TAG:

Berita Lainnya

Waduh! Sirine Peringatan Dini Tsunami di Indonesia Banyak yang Rusak

...
Imron Hakiki
MALANG
9 Juni 2021 - 12:31 WIB
Nasional | RILISID
...
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati. FOTO: RILIS.ID/Imron Hakiki

RILISID, MALANG — Warga harus meningkatkan kewaspadaannya. Terlebih jika terjadi gempa bumi yang cukup kuat dan lama. Apalagi jika berpotensi tsunami.

Baca: Tsunami Tiba di Daratan dalam 24 Menit, Warga Diminta Siapkan Jalur Evakuasi Mandiri

Sebab, sirine peringatan dini tsunami atau remote terminal unit (RTU) yang terpasang di sejumlah titik wilayah Indonesia banyak yang kondisinya sudah rusak.

Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengatakan, penyebab sirine tersebut rusak akibat usianya sudah mencapai 10 tahun. Sehingga beberapa komponennya banyak yang aus dan tidak berbunyi, meski peringatan dini tsunami disampaikan.

Menurut dia, sirine memang sudah dipasang oleh BNPB pada 10 tahun lalu, dan dihibahkan ke pemerintah daerah (pemda).

”Saat itu kami (BMKG) menyumbangkan untuk Pemda meski jumlahnya sedikit dan sekarang kondisinya sudah banyak yang rusak,” kata Dwikorita Karnawati saat menghadiri kegiatan Sekolah Lapang Gempa Bumi di Balai Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Selasa (8/6/2021).

Menurut dia, tidak ada alternatif lain apabila ingin sirine itu bisa berbunyi kembali, kecuali diganti 100 persen. Sebab, suku cadangnya sudah tidak keluar lagi.

”Satu-satunya pilihan, sirine tsunami itu harus dilakukan peremajaan. Yaitu dengan cara menggantinya dengan teknologi yang baru,” katanya.

Baca juga: Selain Jatim, Gempa Besar dan Tsunami juga Berpotensi di Sumatera hingga Sumba

Mantan Rektor Universitas Gajah Mada itu mengaku sudah menyiapkan alat sirine tepat guna produksi dalam negeri untuk mengganti sirine yang sudah rusak tersebut. Alat itu, menurutnya dibuat dengan teknologi terbaru dan memiliki Standar Nasional Indonesia (SNI).

”Jika pemda mau menggunakan untuk mengganti sirine yang sudah rusak. Saya pastikan biaya perawatan dan pembeliannya relatif lebih murah ketimbang sirine yang sudah dipasang sekarang,” pungkasnya.(*)

Editor : Wirahadikusumah

TAG:

Berita Lainnya