Vaksinasi Covid-19 di Lampung Terendah, Padahal Jokowi Janji Tambah Stok Vaksin
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Vaksinasi Covid-19 di Lampung Terendah, Padahal Jokowi Janji Tambah Stok Vaksin

...
RILIS.ID
Jakarta
14 September 2021 - 21:37 WIB
Nasional | RILISID
...
Presiden Jokowi saat meninjau vaksinasi di SMAN 2 Bandarlampung, Kamis (2/9/2021). Foto: Dok Istimewa

RILISID, Jakarta — Capaian vaksinasi Covid-19 dosis pertama di Lampung menempati posisi terendah ketimbang tiga provinsi lainnya yakni Papua, Maluku Utara, dan Sumatera Barat.

Berdasarkan data per 12 September 2021, cakupan vaksinasi di empat provinsi tersebut masih berada di bawah 20 persen. Papua 19,35 persen, Maluku Utara 18,75 persen, Sumatera Barat 18,42 persen, dan Lampung menempati posisi terendah dengan 15,17 persen.

Rendahnya cakupan vaksinasi di Lampung ternyata tak sesuai dengan janji Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat meninjau pelaksanaan vaksinasi pada 2 September lalu.

“Bapak Presiden juga memberikan arahan agar kita bisa memperhatikan provinsi-provinsi yang vaksinasinya masih di bawah 20 persen, agar bisa dikejar segera oleh Kemenkes, Panglima TNI, dan Kapolri,” kata Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin dikutip dari laman setkab.go.id, Selasa (14/9/2021).

 “Harapan kita bersama, agar kita bisa lebih cepat bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk meningkatkan persentase penyuntikan atau vaksinasi di atas 20 persen,” lanjutnya.

Budi mengungkapkan, dari total 169 juta dosis vaksin yang telah diterima Kementerian Kesehatan, sebanyak 157 juta dosis sudah didistribusikan ke seluruh Tanah Air.

Sebanyak 9 juta dosis dalam proses pendistribusian dan 3 juta dosis vaksin sebagai cadangan nasional. Dari 157 juta dosis yang sudah dikirim ke daerah, sudah disuntikkan 116 juta dosis.

Menkes mendorong agar stok vaksin yang ada di daerah tersebut segera disuntikkan kepada masyarakat.

“Atas arahan Bapak Presiden, diminta agar 41 juta dosis vaksin yang sudah tersebar di seluruh provinsi, kabupaten, kota agar segera diselesaikan, agar segera disuntikkan. 41 juta dosis ini adalah jumlah yang sangat besar,” ujarnya.

Cakupan vaksinasi, kata Budi, telah mencapai sekitar 116 juta dosis. Rinciannya, sekitar 73 juta dosis pertama dan 43 dosis kedua.

Capaian tersebut menempatkan Indonesia di posisi keenam dunia dari sisi jumlah orang yang sudah divaksin lengkap dan sebagian di bawah Cina, India, Amerika, Brazil, dan Jepang.

“Dan juga Indonesia menduduki posisi keenam dari sisi jumlah vaksinasi yang sudah diberikan di dunia. 116 juta vaksinasi yang diberikan oleh pemerintah itu menduduki posisi keenam dunia, sesudah Cina, India, Amerika, Brazil, Jepang, dan kemudian Indonesia,” pungkasnya. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

Vaksinasi Covid-19 di Lampung Terendah, Padahal Jokowi Janji Tambah Stok Vaksin

...
RILIS.ID
Jakarta
14 September 2021 - 21:37 WIB
Nasional | RILISID
...
Presiden Jokowi saat meninjau vaksinasi di SMAN 2 Bandarlampung, Kamis (2/9/2021). Foto: Dok Istimewa

RILISID, Jakarta — Capaian vaksinasi Covid-19 dosis pertama di Lampung menempati posisi terendah ketimbang tiga provinsi lainnya yakni Papua, Maluku Utara, dan Sumatera Barat.

Berdasarkan data per 12 September 2021, cakupan vaksinasi di empat provinsi tersebut masih berada di bawah 20 persen. Papua 19,35 persen, Maluku Utara 18,75 persen, Sumatera Barat 18,42 persen, dan Lampung menempati posisi terendah dengan 15,17 persen.

Rendahnya cakupan vaksinasi di Lampung ternyata tak sesuai dengan janji Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat meninjau pelaksanaan vaksinasi pada 2 September lalu.

“Bapak Presiden juga memberikan arahan agar kita bisa memperhatikan provinsi-provinsi yang vaksinasinya masih di bawah 20 persen, agar bisa dikejar segera oleh Kemenkes, Panglima TNI, dan Kapolri,” kata Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin dikutip dari laman setkab.go.id, Selasa (14/9/2021).

 “Harapan kita bersama, agar kita bisa lebih cepat bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk meningkatkan persentase penyuntikan atau vaksinasi di atas 20 persen,” lanjutnya.

Budi mengungkapkan, dari total 169 juta dosis vaksin yang telah diterima Kementerian Kesehatan, sebanyak 157 juta dosis sudah didistribusikan ke seluruh Tanah Air.

Sebanyak 9 juta dosis dalam proses pendistribusian dan 3 juta dosis vaksin sebagai cadangan nasional. Dari 157 juta dosis yang sudah dikirim ke daerah, sudah disuntikkan 116 juta dosis.

Menkes mendorong agar stok vaksin yang ada di daerah tersebut segera disuntikkan kepada masyarakat.

“Atas arahan Bapak Presiden, diminta agar 41 juta dosis vaksin yang sudah tersebar di seluruh provinsi, kabupaten, kota agar segera diselesaikan, agar segera disuntikkan. 41 juta dosis ini adalah jumlah yang sangat besar,” ujarnya.

Cakupan vaksinasi, kata Budi, telah mencapai sekitar 116 juta dosis. Rinciannya, sekitar 73 juta dosis pertama dan 43 dosis kedua.

Capaian tersebut menempatkan Indonesia di posisi keenam dunia dari sisi jumlah orang yang sudah divaksin lengkap dan sebagian di bawah Cina, India, Amerika, Brazil, dan Jepang.

“Dan juga Indonesia menduduki posisi keenam dari sisi jumlah vaksinasi yang sudah diberikan di dunia. 116 juta vaksinasi yang diberikan oleh pemerintah itu menduduki posisi keenam dunia, sesudah Cina, India, Amerika, Brazil, Jepang, dan kemudian Indonesia,” pungkasnya. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya