Vaksinasi Covid-19 Berbasis Risiko Dipercepat, Provinsi yang Kasusnya Tinggi Jadi Prioritas
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Vaksinasi Covid-19 Berbasis Risiko Dipercepat, Provinsi yang Kasusnya Tinggi Jadi Prioritas

...
RILIS.ID
Jakarta
27 Juli 2021 - 12:58 WIB
Nasional | RILISID
...
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin/Ilustrasi Kalbi Rikardo/Rilis.id

RILISID, Jakarta — Pemerintah terus mempercepat program vaksinasi nasional yang dilaksanakan dengan prioritas berbasis risiko. Karenanya, provinsi-provinsi yang kasus aktifnya tinggi akan diberikan lebih banyak vaksin.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan, provinsi yang kasusnya masih tinggi di antaranya Banten, DKI, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, dan Bali.

”Itu yang paling tinggi karena kemungkinan terkenanya juga banyak, masuk ke rumah sakitnya juga banyak, dan yang wafatnya juga paling banyak. Provinsi-provinsi itu otomatis akan mendapatkan prioritas,” kata Budi dalam keterangan pers bersama seperti dikutip dari setkab.go.id, Senin (26/7/2021).

Selain itu, kata dia, pemerintah juga memprioritaskan vaksinasi kepada masyarakat dengan risiko tinggi, yaitu kelompok lanjut usia (lansia) dan masyarakat yang mempunyai komorbid.

”Itu yang harus kita utamakan. Kita lindungi mereka dahulu, kita berikan mereka (vaksin, Red),” ujarnya.

Budi memaparkan, hingga 26 Juli, cakupan vaksinasi telah mencapai sekitar 60 juta dosis, baik untuk dosis pertama maupun kedua. Untuk percepatan program vaksinasi ini, pemerintah pun terus berupaya mengamankan stok vaksin.

”Sampai akhir Juli akan datang sekitar 8 juta vaksin Sinovac dan 4 juta vaksin AstraZeneca. Jadi 12 juta akan datang,” jelasnya.

Selain itu, akan tiba juga sekitar 45 juta vaksin produksi Sinovac, Astrazeneca, Moderna, maupun Pfizer pada Agustus.

Selain percepatan vaksinasi, pemerintah juga terus meningkatkan pengetesan (testing) dan pelacakan (tracing) secara masif untuk menekan laju penyebaran Covid-19.

”Menko Marinves sudah mencanangkan program testing dan tracing yang nanti akan dipimpin Panglima TNI akan dimulai pekan ini,” papar Budi.

Ia pun mengimbau masyarakat untuk tidak menghindar jika dilakukan pelacakan dan pengetesan. Sebab, tes harian harus dilakukan terus supaya tahu jika ada yang terpapar Covid-19.

”Kita bisa ukur oksimeternya (saturasinya), apakah memang perlu dirawat atau tidak, lebih dini. Jadi testing ini jangan ditakuti, jangan dicemasi, jangan dihindari, tapi cepat dilakukan,” imbaunya.(*)

Editor : Redaksi

TAG:

Berita Lainnya

Vaksinasi Covid-19 Berbasis Risiko Dipercepat, Provinsi yang Kasusnya Tinggi Jadi Prioritas

...
RILIS.ID
Jakarta
27 Juli 2021 - 12:58 WIB
Nasional | RILISID
...
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin/Ilustrasi Kalbi Rikardo/Rilis.id

RILISID, Jakarta — Pemerintah terus mempercepat program vaksinasi nasional yang dilaksanakan dengan prioritas berbasis risiko. Karenanya, provinsi-provinsi yang kasus aktifnya tinggi akan diberikan lebih banyak vaksin.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan, provinsi yang kasusnya masih tinggi di antaranya Banten, DKI, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, dan Bali.

”Itu yang paling tinggi karena kemungkinan terkenanya juga banyak, masuk ke rumah sakitnya juga banyak, dan yang wafatnya juga paling banyak. Provinsi-provinsi itu otomatis akan mendapatkan prioritas,” kata Budi dalam keterangan pers bersama seperti dikutip dari setkab.go.id, Senin (26/7/2021).

Selain itu, kata dia, pemerintah juga memprioritaskan vaksinasi kepada masyarakat dengan risiko tinggi, yaitu kelompok lanjut usia (lansia) dan masyarakat yang mempunyai komorbid.

”Itu yang harus kita utamakan. Kita lindungi mereka dahulu, kita berikan mereka (vaksin, Red),” ujarnya.

Budi memaparkan, hingga 26 Juli, cakupan vaksinasi telah mencapai sekitar 60 juta dosis, baik untuk dosis pertama maupun kedua. Untuk percepatan program vaksinasi ini, pemerintah pun terus berupaya mengamankan stok vaksin.

”Sampai akhir Juli akan datang sekitar 8 juta vaksin Sinovac dan 4 juta vaksin AstraZeneca. Jadi 12 juta akan datang,” jelasnya.

Selain itu, akan tiba juga sekitar 45 juta vaksin produksi Sinovac, Astrazeneca, Moderna, maupun Pfizer pada Agustus.

Selain percepatan vaksinasi, pemerintah juga terus meningkatkan pengetesan (testing) dan pelacakan (tracing) secara masif untuk menekan laju penyebaran Covid-19.

”Menko Marinves sudah mencanangkan program testing dan tracing yang nanti akan dipimpin Panglima TNI akan dimulai pekan ini,” papar Budi.

Ia pun mengimbau masyarakat untuk tidak menghindar jika dilakukan pelacakan dan pengetesan. Sebab, tes harian harus dilakukan terus supaya tahu jika ada yang terpapar Covid-19.

”Kita bisa ukur oksimeternya (saturasinya), apakah memang perlu dirawat atau tidak, lebih dini. Jadi testing ini jangan ditakuti, jangan dicemasi, jangan dihindari, tapi cepat dilakukan,” imbaunya.(*)

Editor : Redaksi

TAG:

Berita Lainnya