Vaksinasi Berbayar untuk Individu Ditiadakan, Tapi Lewat Perusahaan Tetap Bayar
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Vaksinasi Berbayar untuk Individu Ditiadakan, Tapi Lewat Perusahaan Tetap Bayar

...
RILIS.ID
Jakarta
9 Agustus 2021 - 13:49 WIB
Nasional | RILISID
...
Ilustrasi: Rilisid

RILISID, Jakarta — Pemerintah resmi menghapus kebijakan pelaksanaan vaksinasi Gotong Royong berbayar untuk individu. Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mencabut vaksinasi berbayar tersebut.

Penghapusan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 23 Tahun 2021 tentang Perubahan Ketiga atas Permenkes Nomor 10 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Covid-19.

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat drg. Widyawati mengatakan Permenkes tersebut ditandatangani Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin pada 28 Juli 2021 lalu.

Dengan demikian, ketentuan yang memuat aturan mengenai vaksinasi individu berbayar melalui skema vaksinasi Gotong Royong sudah tak berlaku lagi.

"Dengan perubahan ini, maka pelaksanaan vaksinasi Covid-19 tetap sama dengan mekanisme sebelumnya, yakni diberikan secara gratis kepada seluruh masyarakat Indonesia melalui program vaksinasi nasional dan program vaksinasi Gotong Royong melalui perusahaan," ujar Widyawati sebagaimana dikutip Rilisid dari laman Kemenkes, Senin (9/8/2021).

Vaksinasi Gotong Royong yang berbayar melalui perusahaan dengan menggunakan vaksin Sinopharm. Sasaran vaksinasi lewat perusahaan ini ditargetkan 7,5 juta penduduk berusia di atas 18 tahun.

"Hal tersebut berbeda dengan program vaksinasi nasional Covid-19 gratis yang menggunakan Sinovac, AstraZeneca, Moderna, Pfizer, Sinopharm dan Novavax dengan sasaran lebih dari 200 juta penduduk usia di atas 12 tahun," kata Widyawati. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

Vaksinasi Berbayar untuk Individu Ditiadakan, Tapi Lewat Perusahaan Tetap Bayar

...
RILIS.ID
Jakarta
9 Agustus 2021 - 13:49 WIB
Nasional | RILISID
...
Ilustrasi: Rilisid

RILISID, Jakarta — Pemerintah resmi menghapus kebijakan pelaksanaan vaksinasi Gotong Royong berbayar untuk individu. Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mencabut vaksinasi berbayar tersebut.

Penghapusan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 23 Tahun 2021 tentang Perubahan Ketiga atas Permenkes Nomor 10 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Covid-19.

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat drg. Widyawati mengatakan Permenkes tersebut ditandatangani Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin pada 28 Juli 2021 lalu.

Dengan demikian, ketentuan yang memuat aturan mengenai vaksinasi individu berbayar melalui skema vaksinasi Gotong Royong sudah tak berlaku lagi.

"Dengan perubahan ini, maka pelaksanaan vaksinasi Covid-19 tetap sama dengan mekanisme sebelumnya, yakni diberikan secara gratis kepada seluruh masyarakat Indonesia melalui program vaksinasi nasional dan program vaksinasi Gotong Royong melalui perusahaan," ujar Widyawati sebagaimana dikutip Rilisid dari laman Kemenkes, Senin (9/8/2021).

Vaksinasi Gotong Royong yang berbayar melalui perusahaan dengan menggunakan vaksin Sinopharm. Sasaran vaksinasi lewat perusahaan ini ditargetkan 7,5 juta penduduk berusia di atas 18 tahun.

"Hal tersebut berbeda dengan program vaksinasi nasional Covid-19 gratis yang menggunakan Sinovac, AstraZeneca, Moderna, Pfizer, Sinopharm dan Novavax dengan sasaran lebih dari 200 juta penduduk usia di atas 12 tahun," kata Widyawati. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya