Vaksin Covid-19 Mengandung Mikrochip, Simak Faktanya
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Vaksin Covid-19 Mengandung Mikrochip, Simak Faktanya

...
RILIS.ID
Jakarta
29 Mei 2021 - 19:12 WIB
Nasional | RILISID
...
ILUSTRASI: RILIS.ID/Kalbi Rikardo

RILISID, Jakarta — Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Indonesia Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) buka suara terkait beredarnya sebuah video yang menyebut vaksin Covid-19 mengandung mikrochip.

Narasi yang menyebutkan vaksin Covid-19 mengandung mikrochip magnetis beredar luas di media sosial dan WhatsApp Group dalam beberapa hari terakhir.

Dalam video tersebut menunjukkan seseorang meletakkan koin uang Rp1.000 di lengan bekas suntikan vaksinasi Covid-19.

Hasilnya, koin menempel seolah membuktikan narasi vaksin Covid-19 yang mengandung mikrochip magnetis adalah benar.

Dikutip dari laman Kemenkes pada Sabtu (29/5/2021), Ketua ITAGI Prof Sri Rezeki Hadinegoro mengatakan persoalan tersebut perlu dikaji dengan baik.

Ia menjelaskan lubang jarum suntik sangat kecil, tidak ada partikel magnetik yang bisa melewati.

“Vaksin berisi protein, garam, lipid, pelarut, dan tidak mengandung logam. Jadi perlu dijelaskan bahwa berita itu hoax,” katanya.

Sementara itu, Jubir Vaksinasi Covid-19 Kemenkes Siti Nadia Tarmidzi mengatakan vaksin mengandung bahan aktif dan nonaktif.

"Di mana bahan aktif berisi antigen dan bahan non aktif berisi zat untuk menstabilkan, menjaga kualitas vaksin agar saat disuntikan masih baik," tuturnya.

Adapun jumlah cairan yang disuntikan hanya 0,5 cc dan akan segera menyebar di seluruh jaringan sekitar, sehingga tidak ada carian yang tersisa.

“Sebuah logam dapat menempel di permukaan kulit yang lembab biasanya disebabkan keringat. Pecahan uang logam seribu rupiah terbuat dari bahan nikel dan nikel bukan bahan yang bisa menempel karena daya magnet,” pungkasnya. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

Vaksin Covid-19 Mengandung Mikrochip, Simak Faktanya

...
RILIS.ID
Jakarta
29 Mei 2021 - 19:12 WIB
Nasional | RILISID
...
ILUSTRASI: RILIS.ID/Kalbi Rikardo

RILISID, Jakarta — Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Indonesia Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) buka suara terkait beredarnya sebuah video yang menyebut vaksin Covid-19 mengandung mikrochip.

Narasi yang menyebutkan vaksin Covid-19 mengandung mikrochip magnetis beredar luas di media sosial dan WhatsApp Group dalam beberapa hari terakhir.

Dalam video tersebut menunjukkan seseorang meletakkan koin uang Rp1.000 di lengan bekas suntikan vaksinasi Covid-19.

Hasilnya, koin menempel seolah membuktikan narasi vaksin Covid-19 yang mengandung mikrochip magnetis adalah benar.

Dikutip dari laman Kemenkes pada Sabtu (29/5/2021), Ketua ITAGI Prof Sri Rezeki Hadinegoro mengatakan persoalan tersebut perlu dikaji dengan baik.

Ia menjelaskan lubang jarum suntik sangat kecil, tidak ada partikel magnetik yang bisa melewati.

“Vaksin berisi protein, garam, lipid, pelarut, dan tidak mengandung logam. Jadi perlu dijelaskan bahwa berita itu hoax,” katanya.

Sementara itu, Jubir Vaksinasi Covid-19 Kemenkes Siti Nadia Tarmidzi mengatakan vaksin mengandung bahan aktif dan nonaktif.

"Di mana bahan aktif berisi antigen dan bahan non aktif berisi zat untuk menstabilkan, menjaga kualitas vaksin agar saat disuntikan masih baik," tuturnya.

Adapun jumlah cairan yang disuntikan hanya 0,5 cc dan akan segera menyebar di seluruh jaringan sekitar, sehingga tidak ada carian yang tersisa.

“Sebuah logam dapat menempel di permukaan kulit yang lembab biasanya disebabkan keringat. Pecahan uang logam seribu rupiah terbuat dari bahan nikel dan nikel bukan bahan yang bisa menempel karena daya magnet,” pungkasnya. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya