Tingkat Keterisian Tempat Tidur di Atas 70 Persen, 10 Provinsi di Luar Jawa Berisiko Tinggi
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Tingkat Keterisian Tempat Tidur di Atas 70 Persen, 10 Provinsi di Luar Jawa Berisiko Tinggi

...
RILIS.ID
Jakarta
6 Juli 2021 - 12:51 WIB
Nasional | RILISID
...
Ilustrasi: Rilisid Lampung/Kalbi

RILISID, Jakarta — Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro di luar Pulau Jawa kembali diperpanjang mulai hari ini hingga 20 Juli 2021.

Hal itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto selaku komandan PPKM mikro di luar Pulau Jawa.

Diketahui, kasus aktif Covid-19 secara nasional per 5 Juli 2021 mencapai 309.999, di mana 77,28 persen atau 239.555 kasus disumbang sejumlah provinsi di Pulau Jawa.

Di antaranya DKI Jakarta 91.458 kasus, Jawa Barat 70.596 kasus, Jawa Tengah 43.110 kasus, DI Yogyakarta 14.166 kasus, dan Jawa Timur 11.885 kasus.

Menurut Airlangga, hal itu berdampak terhadap tingkat keterisian tempat tidur (TT) di rumah sakit atau bed occupancy ratio (BOR) yang mencapai lebih dari 80 persen. Angka itu lebih tinggi dari BOR nasional sebesar 75 persen per 4 Juli 2021.

"Sedangkan di luar Pulau Jawa, BOR tertinggi yaitu Lampung dengan 74 persen, Papua Barat mencapai 72 persen, dan Kalimantan Timur 71 persen," ujar Airlangga dalam keterangannya, Selasa (6/7/2021).

Selain BOR, Airlangga juga menyebut ada sepuluh provinsi yang masuk dalam risiko tinggi penyebaran Covid-19.

Kesepuluh daerah itu adalah Lampung, Kalimantan Timur, Papua Barat, Bengkulu, Kepulauan Riau, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat Sumatera Barat, Papua, dan Kalimantan Tengah.

"Kesepuluh provinsi dengan risiko tinggi di luar Jawa-Bali tersebut diukur dari parameter. Tingkat BOR lebih dari 65 persen, dan jumlah kasus aktif di atas 4.000 kasus," terang Airlangga.

Berdasarkan data indikator asesmen situasi pandemi terhadap seluruh kabupaten dan kota di luar Jawa, yakni 43 daerah berada di level 4; 187 daerah di level 3; dan 146 daerah masuk level 2.

Karenanya pemerintah pun memutuskan untuk memperpanjang PPKM mikro tahap XII yang berlaku di semua provinsi di luar Jawa-Bali.

"Tentunya dengan dilakukan pengetatan pada 43 kabupaten dan kota yang memiliki level asesmen 4 yang berada di 20 provinsi. Regulasi ini selaras dengan pengetatan yang dilakukan di Jawa-Bali," pungkasnya. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

Tingkat Keterisian Tempat Tidur di Atas 70 Persen, 10 Provinsi di Luar Jawa Berisiko Tinggi

...
RILIS.ID
Jakarta
6 Juli 2021 - 12:51 WIB
Nasional | RILISID
...
Ilustrasi: Rilisid Lampung/Kalbi

RILISID, Jakarta — Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro di luar Pulau Jawa kembali diperpanjang mulai hari ini hingga 20 Juli 2021.

Hal itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto selaku komandan PPKM mikro di luar Pulau Jawa.

Diketahui, kasus aktif Covid-19 secara nasional per 5 Juli 2021 mencapai 309.999, di mana 77,28 persen atau 239.555 kasus disumbang sejumlah provinsi di Pulau Jawa.

Di antaranya DKI Jakarta 91.458 kasus, Jawa Barat 70.596 kasus, Jawa Tengah 43.110 kasus, DI Yogyakarta 14.166 kasus, dan Jawa Timur 11.885 kasus.

Menurut Airlangga, hal itu berdampak terhadap tingkat keterisian tempat tidur (TT) di rumah sakit atau bed occupancy ratio (BOR) yang mencapai lebih dari 80 persen. Angka itu lebih tinggi dari BOR nasional sebesar 75 persen per 4 Juli 2021.

"Sedangkan di luar Pulau Jawa, BOR tertinggi yaitu Lampung dengan 74 persen, Papua Barat mencapai 72 persen, dan Kalimantan Timur 71 persen," ujar Airlangga dalam keterangannya, Selasa (6/7/2021).

Selain BOR, Airlangga juga menyebut ada sepuluh provinsi yang masuk dalam risiko tinggi penyebaran Covid-19.

Kesepuluh daerah itu adalah Lampung, Kalimantan Timur, Papua Barat, Bengkulu, Kepulauan Riau, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat Sumatera Barat, Papua, dan Kalimantan Tengah.

"Kesepuluh provinsi dengan risiko tinggi di luar Jawa-Bali tersebut diukur dari parameter. Tingkat BOR lebih dari 65 persen, dan jumlah kasus aktif di atas 4.000 kasus," terang Airlangga.

Berdasarkan data indikator asesmen situasi pandemi terhadap seluruh kabupaten dan kota di luar Jawa, yakni 43 daerah berada di level 4; 187 daerah di level 3; dan 146 daerah masuk level 2.

Karenanya pemerintah pun memutuskan untuk memperpanjang PPKM mikro tahap XII yang berlaku di semua provinsi di luar Jawa-Bali.

"Tentunya dengan dilakukan pengetatan pada 43 kabupaten dan kota yang memiliki level asesmen 4 yang berada di 20 provinsi. Regulasi ini selaras dengan pengetatan yang dilakukan di Jawa-Bali," pungkasnya. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya