Tetapkan Calon ASN 707.622 Formasi, Kemenpan RB TerbitkanTiga Peraturan
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Tetapkan Calon ASN 707.622 Formasi, Kemenpan RB TerbitkanTiga Peraturan

...
RILIS.ID
JAKARTA
15 Juni 2021 - 21:10 WIB
Nasional | RILISID
...
Ilustrasi Rilis.id

RILISID, JAKARTA — Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) tahun 2021 telah ditetapkan kebutuhannya sebanyak 707.622 formasi per 13 Juni oleh pemerintah.

Formasi paling besar diperuntukkan bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Guru sejumlah 531.076, kemudian PPPK Non-Guru sebanyak 20.960, serta Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) sebanyak 80.961 formasi.

Informasi itu disampaikan Plt. Asisten Deputi Bidang Perencanaan dan Pengadaan Sumber Daya Manusia (SDM) Aparatur Kemenpan-RB Katmoko Ari Sambodo seperti yang dikutip dari laman Kemenpan-RB, Selasa (15/6/2021).

Pengumuman pendaftaran CPNS dan PPPK JF Tahun 2021 bakal dilakukan Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) dengan mempertimbangkan kesiapan secara teknis dari Tim Pelaksana di Badan Kepegawaian Negara (BKN) serta panitia seleksi instansi masing-masing.

Sementara, pelaksanaan seleksi PPPK Guru pada instansi daerah akan dikoordinir oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) dengan berkoordinasi dan dilakukan pengawasan oleh Panselnas.

Terkait penyelenggaraan seleksi CASN itu, Kemenpan- RB telah menerbitkan tiga peraturan yaitu Peraturan Menteri PANRB Nomor 27 Tahun 2021 tentang Pengadaan PNS. Kemudian PermenPANRB Nomor 28 Tahun 2021 tentang Pengadaan PPPK untuk Jabatan Fungsional Guru pada Instansi Daerah Tahun 2021, serta Permenpan RB Nomor 29 Tahun 2021 tentang Pengadaan PPPK untuk Jabatan Fungsional (JF).

Katmoko mengatakan, pada 2021, pengadaan PNS dan PPPK JF bisa diikuti instansi pusat dan daerah. Sementara pengadaan PPPK JF Guru diperuntukkan khusus bagi instansi daerah.

”Khusus untuk PermenPANRB 28 sifatnya adalah berlaku tahun 2021 ini. Sementara PermenPANRB 27 dan 29 diharapkan bisa multiyear,” ujarnya.

Katmoko melanjutkan, di tahun ini, pemerintah kembali menetapkan kebutuhan PNS menjadi dua. Yaitu, formasi umum dan khusus. Formasi khusus dialokasikan bagi Putra/Putri Lulusan Terbaik Berpredikat ”Dengan Pujian”/Cumlaude, Penyandang Disabilitas, Diaspora, serta Putra/Putri Papua dan Papua Barat.

Katmoko mengatakan, di tahun ini, karena rekrutmen CPNS, PPPK JF, dan PPPK Guru dilaksanakan bersamaan, sehingga potensi jumlah pendaftarnya cukup besar. Karenanya, calon pelamar diwajibkan hanya bisa mendaftar pada 1 instansi, 1 jenis kebutuhan, dan 1 jabatan pada tahun anggaran yang sama.

”Jadi para peserta harus mempertimbangkan baik-baik sejak awal apa yang ingin dia lamar, karena pada prinsipnya tidak bisa lagi menggantinya ketika sudah menetapkan pelamaran pada suatu tempat,” tegasnya.

Untuk pelamar formasi Cumlaude, wajib memiliki jenjang pendidikan minimal Sarjana, tidak termasuk Diploma IV (D4). Hal ini menurut Katmoko perlu diperhatian mengingat di tahun lalu masih terdapat banyak kesalahan yang mengalokasikan formasi ini untuk D4.

Sementara untuk penyandang disabilitas, bisa melamar di formasi umum atau khusus lainnya selain formasi penyandang disabilitas.

”Diberikan kesempatan seluas-luasnya apabila memang memiliki kualifikasi, kompetensi dan sesuai dengan persyaratan jabatan,” jelasnya.

Rekrutmen CPNS terdiri dari tiga tahapan seleksi, yaitu Seleksi Administrasi, Seleksi Kompetensi Dasar (SKD), dan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) CPNS. SKD dan SKB akan menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT) BKN.

Katmoko mengingatkan, pelamar yang mengundurkan diri setelah dinyatakan lulus tahap akhir seleksi dan telah mendapat persetujuan Nomor Induk Pegawai (NIP) dari Kepala BKN, maka akan diberikan sanksi tidak boleh melamar pada penerimaan ASN untuk 1 periode berikutnya.

”Demikian juga yang sudah melamar dan lulus tahun lalu namun mengundurkan diri, maka yang bersangkutan tidak bisa melamar di tahun ini,” tegasnya.(*)

Editor : Wirahadikusumah

TAG:

Berita Lainnya

Tetapkan Calon ASN 707.622 Formasi, Kemenpan RB TerbitkanTiga Peraturan

...
RILIS.ID
JAKARTA
15 Juni 2021 - 21:10 WIB
Nasional | RILISID
...
Ilustrasi Rilis.id

RILISID, JAKARTA — Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) tahun 2021 telah ditetapkan kebutuhannya sebanyak 707.622 formasi per 13 Juni oleh pemerintah.

Formasi paling besar diperuntukkan bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Guru sejumlah 531.076, kemudian PPPK Non-Guru sebanyak 20.960, serta Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) sebanyak 80.961 formasi.

Informasi itu disampaikan Plt. Asisten Deputi Bidang Perencanaan dan Pengadaan Sumber Daya Manusia (SDM) Aparatur Kemenpan-RB Katmoko Ari Sambodo seperti yang dikutip dari laman Kemenpan-RB, Selasa (15/6/2021).

Pengumuman pendaftaran CPNS dan PPPK JF Tahun 2021 bakal dilakukan Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) dengan mempertimbangkan kesiapan secara teknis dari Tim Pelaksana di Badan Kepegawaian Negara (BKN) serta panitia seleksi instansi masing-masing.

Sementara, pelaksanaan seleksi PPPK Guru pada instansi daerah akan dikoordinir oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) dengan berkoordinasi dan dilakukan pengawasan oleh Panselnas.

Terkait penyelenggaraan seleksi CASN itu, Kemenpan- RB telah menerbitkan tiga peraturan yaitu Peraturan Menteri PANRB Nomor 27 Tahun 2021 tentang Pengadaan PNS. Kemudian PermenPANRB Nomor 28 Tahun 2021 tentang Pengadaan PPPK untuk Jabatan Fungsional Guru pada Instansi Daerah Tahun 2021, serta Permenpan RB Nomor 29 Tahun 2021 tentang Pengadaan PPPK untuk Jabatan Fungsional (JF).

Katmoko mengatakan, pada 2021, pengadaan PNS dan PPPK JF bisa diikuti instansi pusat dan daerah. Sementara pengadaan PPPK JF Guru diperuntukkan khusus bagi instansi daerah.

”Khusus untuk PermenPANRB 28 sifatnya adalah berlaku tahun 2021 ini. Sementara PermenPANRB 27 dan 29 diharapkan bisa multiyear,” ujarnya.

Katmoko melanjutkan, di tahun ini, pemerintah kembali menetapkan kebutuhan PNS menjadi dua. Yaitu, formasi umum dan khusus. Formasi khusus dialokasikan bagi Putra/Putri Lulusan Terbaik Berpredikat ”Dengan Pujian”/Cumlaude, Penyandang Disabilitas, Diaspora, serta Putra/Putri Papua dan Papua Barat.

Katmoko mengatakan, di tahun ini, karena rekrutmen CPNS, PPPK JF, dan PPPK Guru dilaksanakan bersamaan, sehingga potensi jumlah pendaftarnya cukup besar. Karenanya, calon pelamar diwajibkan hanya bisa mendaftar pada 1 instansi, 1 jenis kebutuhan, dan 1 jabatan pada tahun anggaran yang sama.

”Jadi para peserta harus mempertimbangkan baik-baik sejak awal apa yang ingin dia lamar, karena pada prinsipnya tidak bisa lagi menggantinya ketika sudah menetapkan pelamaran pada suatu tempat,” tegasnya.

Untuk pelamar formasi Cumlaude, wajib memiliki jenjang pendidikan minimal Sarjana, tidak termasuk Diploma IV (D4). Hal ini menurut Katmoko perlu diperhatian mengingat di tahun lalu masih terdapat banyak kesalahan yang mengalokasikan formasi ini untuk D4.

Sementara untuk penyandang disabilitas, bisa melamar di formasi umum atau khusus lainnya selain formasi penyandang disabilitas.

”Diberikan kesempatan seluas-luasnya apabila memang memiliki kualifikasi, kompetensi dan sesuai dengan persyaratan jabatan,” jelasnya.

Rekrutmen CPNS terdiri dari tiga tahapan seleksi, yaitu Seleksi Administrasi, Seleksi Kompetensi Dasar (SKD), dan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) CPNS. SKD dan SKB akan menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT) BKN.

Katmoko mengingatkan, pelamar yang mengundurkan diri setelah dinyatakan lulus tahap akhir seleksi dan telah mendapat persetujuan Nomor Induk Pegawai (NIP) dari Kepala BKN, maka akan diberikan sanksi tidak boleh melamar pada penerimaan ASN untuk 1 periode berikutnya.

”Demikian juga yang sudah melamar dan lulus tahun lalu namun mengundurkan diri, maka yang bersangkutan tidak bisa melamar di tahun ini,” tegasnya.(*)

Editor : Wirahadikusumah

TAG:

Berita Lainnya