Survei CISA: Mayoritas Publik Inginkan Pilpres 2024 Lebih Dari 3 Paslon
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Survei CISA: Mayoritas Publik Inginkan Pilpres 2024 Lebih Dari 3 Paslon

...
RILIS.ID
Jakarta
26 Februari 2021 - 14:11 WIB
Nasional | RILISID
...
Foto: Istimewa

RILISID, Jakarta — Centre for Indonesia Strategic Actions (CISA) kembali merilis survei terkait harapan publik mengenai kandidat Presiden dan Wakil Presiden di tahun 2024. Melalui survei tersebut mayoritas masyarakat justru berharap jika Pilpres diadakan tahun 2024 sebaiknya menampilkan lebih dari tiga pasangan calon.

"Selama ini publik disajikan oleh pertarungan elit politik yang begitu masif (head to head) saat Pilpres yang justru menciptakan diferensiasi sosial yang kuat di akar rumput. Salah satu faktornya adalah soal preferensi kandidat politik saat Pilpres yang selama ini terbatas didua kandidat saja," ucap Herry Mendrofa, Direktur Eksekutif CISA melalui keterangan persnya pada Kamis (25/02/2021).

Survei CISA yang berlangsung dari tanggal 16 hingga 23 Februari 2021 tersebut mewawancarai langsung 1.500 responden yang tersebar di 514 Kabupaten dan Kota di Indonesia.

"Sebanyak 43 persen responden berharap kandidat Capres dan Cawapres di tahun 2024 lebih dari tiga pasangan calon, 29 persen memilih tiga pasangan calon, 21 persen memilih dua pasangan calon sedangkan 7 persen mendukung satu pasangan calon (tunggal)," tutur Herry.

Lebih lanjut Herry menambahkan bahwa survei yang dilakukan oleh CISA yang margin of errornya mencapai 2,53 persen yang berada pada tingkat kepercayaan 95 persen tersebut merupakan realitas yang sedang terjadi di masyarakat.

"Justru realitas politik yang terjadi hingga hari ini membuat kematangan demokrasi masyarakat Indonesia semakin membaik. Hasilnya publik mengartikulasikan preferensi kandidat politik yang lebih beragam adalah kondisi yang ideal saat momentum pesta demokrasi," ungkapnya.

Selain itu, Dia mendorong jika pada akhirnya mayoritas publik meminta paslon saat pilpres lebih dari 3 pasangan calon semestinya harus didengarkan oleh DPR-RI sebagai manifestasi serapan aspirasi dari masyarakat.

"Konteksnya kan pada UU Pemilu. Dalam hal ini ambang batas pencalonan Presiden dan Wakil Presiden perlu ditinjau ulang. Jika publik menginginkan lebih dari 3 paslon maka Pemerintah dan DPR-RI harus kembali mempertimbangkan urgensi diadakannya revisi UU Pemilu yang sampai sekarang pun masih tercatat di Prolegnas prioritas 2021," pungkas Herry. (*)

Editor : Redaksi

TAG:

Berita Lainnya

Survei CISA: Mayoritas Publik Inginkan Pilpres 2024 Lebih Dari 3 Paslon

...
RILIS.ID
Jakarta
26 Februari 2021 - 14:11 WIB
Nasional | RILISID
...
Foto: Istimewa

RILISID, Jakarta — Centre for Indonesia Strategic Actions (CISA) kembali merilis survei terkait harapan publik mengenai kandidat Presiden dan Wakil Presiden di tahun 2024. Melalui survei tersebut mayoritas masyarakat justru berharap jika Pilpres diadakan tahun 2024 sebaiknya menampilkan lebih dari tiga pasangan calon.

"Selama ini publik disajikan oleh pertarungan elit politik yang begitu masif (head to head) saat Pilpres yang justru menciptakan diferensiasi sosial yang kuat di akar rumput. Salah satu faktornya adalah soal preferensi kandidat politik saat Pilpres yang selama ini terbatas didua kandidat saja," ucap Herry Mendrofa, Direktur Eksekutif CISA melalui keterangan persnya pada Kamis (25/02/2021).

Survei CISA yang berlangsung dari tanggal 16 hingga 23 Februari 2021 tersebut mewawancarai langsung 1.500 responden yang tersebar di 514 Kabupaten dan Kota di Indonesia.

"Sebanyak 43 persen responden berharap kandidat Capres dan Cawapres di tahun 2024 lebih dari tiga pasangan calon, 29 persen memilih tiga pasangan calon, 21 persen memilih dua pasangan calon sedangkan 7 persen mendukung satu pasangan calon (tunggal)," tutur Herry.

Lebih lanjut Herry menambahkan bahwa survei yang dilakukan oleh CISA yang margin of errornya mencapai 2,53 persen yang berada pada tingkat kepercayaan 95 persen tersebut merupakan realitas yang sedang terjadi di masyarakat.

"Justru realitas politik yang terjadi hingga hari ini membuat kematangan demokrasi masyarakat Indonesia semakin membaik. Hasilnya publik mengartikulasikan preferensi kandidat politik yang lebih beragam adalah kondisi yang ideal saat momentum pesta demokrasi," ungkapnya.

Selain itu, Dia mendorong jika pada akhirnya mayoritas publik meminta paslon saat pilpres lebih dari 3 pasangan calon semestinya harus didengarkan oleh DPR-RI sebagai manifestasi serapan aspirasi dari masyarakat.

"Konteksnya kan pada UU Pemilu. Dalam hal ini ambang batas pencalonan Presiden dan Wakil Presiden perlu ditinjau ulang. Jika publik menginginkan lebih dari 3 paslon maka Pemerintah dan DPR-RI harus kembali mempertimbangkan urgensi diadakannya revisi UU Pemilu yang sampai sekarang pun masih tercatat di Prolegnas prioritas 2021," pungkas Herry. (*)

Editor : Redaksi

TAG:

Berita Lainnya