Status Pegawai Beralih Menjadi ASN, KPK Kembali Kukuhkan Penyelidik dan Penyidik
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Status Pegawai Beralih Menjadi ASN, KPK Kembali Kukuhkan Penyelidik dan Penyidik

...
RILIS.ID
Jakarta
3 Agustus 2021 - 20:00 WIB
Nasional | RILISID
...
Ketua KPK RI Firli Bahuri saat upacara pengukuhan dan pengambilan sumpah penyelidik dan penyidik KPK di aula Gedung Juang Merah Putih, Selasa (3/8/2021)./FOTO KPK.GO.ID./ISTIMEWA

RILISID, Jakarta — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar Upacara Pengukuhan dan Pengambilan Sumpah Penyelidik dan Penyidik KPK di aula Gedung Juang Merah Putih, Selasa (3/8/2021).

Pengukuhan dilakukan kepada 78 penyelidik dan 112 penyidik yang bertugas pada Kedeputian Bidang Penindakan dan Eksekusi.

Pengukuhan dilakukan Ketua KPK Firli Bahuri dengan saksi oleh Sekretaris Jenderal KPK Cahya H. Harefa selaku Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) dan Karyoto Deputi Bidang Penindakan dan Eksekusi.

Firli mengatakan, pengukuhan dan pengambilan sumpah kembali ini merupakan konsekuensi peralihan pegawai KPK yang kini telah menjadi ASN. Ia berharap, peralihan status tersebut tidak mempengaruhi semangat pegawai KPK dalam melaksanakan tugas pemberantasan korupsi.

”Peralihan status pegawai KPK menjadi ASN jangan menjadi hambatan untuk melakukan pemberantasan korupsi. Rakyat mengharapkan Anda semua mampu melaksanakan tugas pokok KPK tanpa terpengaruh kekuasaan apapun. Baik legislatif, eksekutif, maupun yudikatif,” ujar Firli yang dikutip dari kpk.go.id.

Upacara itu berlangsung secara daring dan luring. Sementara, 50 orang penyidik dan penyelidik mengikutinya secara langsung di lokasi. Sisanya mengikuti secara daring.

Firli mengaku menaruh harapan besar di pundak para pegawai KPK. Menurutnya, meski dengan jumlah SDM yang terbatas, diharapkan mereka tetap mampu memberikan daya upayanya untuk memberantas korupsi.

Ia juga sempat mengingatkan penyelidik dan penyidik yang dilantik bahwa keberadaan KPK adalah untuk mewujudkan tujuan nasional bangsa Indonesia sebagaimana diamanatkan dalam UUD 1945.

Rakyat memberikan mandat kepada KPK untuk memberantas korupsi. Di mana korupsi bukan sekadar kejahatan luar biasa yang merugikan keuangan dan perekonomian negara, namun korupsi juga bisa menggagalkan tujuan negara yang dicita-citakan.

”Pimpinan boleh saja silih berganti, tetapi tugas pemberantasan korupsi tidak pernah berganti. Undang-undang boleh saja berubah, tetapi tugas pokok KPK jangan pernah terdegradasi,” pungkasnya.(*)

Editor : Redaksi

TAG:

Berita Lainnya

Status Pegawai Beralih Menjadi ASN, KPK Kembali Kukuhkan Penyelidik dan Penyidik

...
RILIS.ID
Jakarta
3 Agustus 2021 - 20:00 WIB
Nasional | RILISID
...
Ketua KPK RI Firli Bahuri saat upacara pengukuhan dan pengambilan sumpah penyelidik dan penyidik KPK di aula Gedung Juang Merah Putih, Selasa (3/8/2021)./FOTO KPK.GO.ID./ISTIMEWA

RILISID, Jakarta — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar Upacara Pengukuhan dan Pengambilan Sumpah Penyelidik dan Penyidik KPK di aula Gedung Juang Merah Putih, Selasa (3/8/2021).

Pengukuhan dilakukan kepada 78 penyelidik dan 112 penyidik yang bertugas pada Kedeputian Bidang Penindakan dan Eksekusi.

Pengukuhan dilakukan Ketua KPK Firli Bahuri dengan saksi oleh Sekretaris Jenderal KPK Cahya H. Harefa selaku Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) dan Karyoto Deputi Bidang Penindakan dan Eksekusi.

Firli mengatakan, pengukuhan dan pengambilan sumpah kembali ini merupakan konsekuensi peralihan pegawai KPK yang kini telah menjadi ASN. Ia berharap, peralihan status tersebut tidak mempengaruhi semangat pegawai KPK dalam melaksanakan tugas pemberantasan korupsi.

”Peralihan status pegawai KPK menjadi ASN jangan menjadi hambatan untuk melakukan pemberantasan korupsi. Rakyat mengharapkan Anda semua mampu melaksanakan tugas pokok KPK tanpa terpengaruh kekuasaan apapun. Baik legislatif, eksekutif, maupun yudikatif,” ujar Firli yang dikutip dari kpk.go.id.

Upacara itu berlangsung secara daring dan luring. Sementara, 50 orang penyidik dan penyelidik mengikutinya secara langsung di lokasi. Sisanya mengikuti secara daring.

Firli mengaku menaruh harapan besar di pundak para pegawai KPK. Menurutnya, meski dengan jumlah SDM yang terbatas, diharapkan mereka tetap mampu memberikan daya upayanya untuk memberantas korupsi.

Ia juga sempat mengingatkan penyelidik dan penyidik yang dilantik bahwa keberadaan KPK adalah untuk mewujudkan tujuan nasional bangsa Indonesia sebagaimana diamanatkan dalam UUD 1945.

Rakyat memberikan mandat kepada KPK untuk memberantas korupsi. Di mana korupsi bukan sekadar kejahatan luar biasa yang merugikan keuangan dan perekonomian negara, namun korupsi juga bisa menggagalkan tujuan negara yang dicita-citakan.

”Pimpinan boleh saja silih berganti, tetapi tugas pemberantasan korupsi tidak pernah berganti. Undang-undang boleh saja berubah, tetapi tugas pokok KPK jangan pernah terdegradasi,” pungkasnya.(*)

Editor : Redaksi

TAG:

Berita Lainnya