Soal Vaksin Gotong Royong, Puan Berharap Tidak Ada Lagi Tudingan Negara Berbisnis di Tengah Pandemi
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Soal Vaksin Gotong Royong, Puan Berharap Tidak Ada Lagi Tudingan Negara Berbisnis di Tengah Pandemi

...
RILIS.ID
Jakarta
14 Juli 2021 - 13:43 WIB
Nasional | RILISID
...
Ketua DPR Puan Maharani. Foto: Istimewa

RILISID, Jakarta — Ketua DPR Puan Maharani mengingatkan pemerintah soal Vaksin Gotong Royong (VGR) untuk individu atau vaksinasi berbayar yang terus menuai penolakan.

Menurut Puan, Vaksin Gotong Royong untuk individu tidak boleh menghilangkan hak warga untuk mendapatkan vaksin gratis oleh negara.

Karena, lanjutnya, vaksinasi gratis adalah hak dasar warga atas pemenuhan kesehatan dalam kondisi pandemi Covid-19.

"Vaksin gratis adalah hak dasar seluruh warga. Hak itu tidak boleh dihilangkan, bahkan dikurangi sedikit pun dengan adanya Vaksin Gotong Royong ini,” kata Puan dikutip dari laman resmi DPR RI, Rabu (14/7/2021).

Politikus PDI Perjuangan itu meminta pemerintah segera membuat aturan main yang jelas tentang VGR individu dan menyosialisasikannya secara luas kepada khalayak luas. Termasuk sosialisasi tentang pendanaan vaksin tersebut.

"Harus disampaikan terus menerus bahwa Vaksin Gotong Royong ini bukan pakai APBN, bukan pakai uang rakyat, dan bukan hasil hibah dari manapun. Sehingga tidak ada lagi tudingan-tudingan bahwa negara ‘berbisnis’ di tengah penderitaan rakyat,” tegasnya.

Pemerintah juga diminta untuk memastikan bahwa fasilitas kesehatan (faskes) dan tenaga kesehatan (nakes) yang melayani Vaksin Gotong Royong sama sekali tidak menggunakan sumber-sumber pendanaan negara dan hibah.

"Jadi, harus dipastikan bahwa faskes dan nakes vaksin yang berbayar ini terpisah sama sekali pengelolaannya dengan vaksin gratis,” ujarnya.

"Harus dijelaskan dua jenis program vaksinasi ini beda kamar. Tidak saling terhubung sama sekali. Kalaupun terhubung, Vaksin Gotong Royong dan vaksin gratis hanya terhubung oleh ikhtiar dan semangat bersama untuk mempercepat proses vaksinasi agar kita semua cepat keluar dari masa-masa sulit ini,” sambungnya.

Meski begitu, Puan mendukung kehadiran Vaksin Gotong Royong untuk individu demi mempercepat program vaksinasi pemerintah dengan memperluas akses bagi seluruh lapisan masyarakat yang belum terjangkau.

"Semakin cepat program vaksinasi yang dibantu oleh seluruh elemen bangsa, semakin cepat bangsa ini mencapai herd immunity dan keluar dari pandemi. Mereka yang berlebih, membantu mereka yang kekurangan agar cepat divaksin. Itulah esensi gotong royong dalam VGR ini,” pungkasnya. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

Soal Vaksin Gotong Royong, Puan Berharap Tidak Ada Lagi Tudingan Negara Berbisnis di Tengah Pandemi

...
RILIS.ID
Jakarta
14 Juli 2021 - 13:43 WIB
Nasional | RILISID
...
Ketua DPR Puan Maharani. Foto: Istimewa

RILISID, Jakarta — Ketua DPR Puan Maharani mengingatkan pemerintah soal Vaksin Gotong Royong (VGR) untuk individu atau vaksinasi berbayar yang terus menuai penolakan.

Menurut Puan, Vaksin Gotong Royong untuk individu tidak boleh menghilangkan hak warga untuk mendapatkan vaksin gratis oleh negara.

Karena, lanjutnya, vaksinasi gratis adalah hak dasar warga atas pemenuhan kesehatan dalam kondisi pandemi Covid-19.

"Vaksin gratis adalah hak dasar seluruh warga. Hak itu tidak boleh dihilangkan, bahkan dikurangi sedikit pun dengan adanya Vaksin Gotong Royong ini,” kata Puan dikutip dari laman resmi DPR RI, Rabu (14/7/2021).

Politikus PDI Perjuangan itu meminta pemerintah segera membuat aturan main yang jelas tentang VGR individu dan menyosialisasikannya secara luas kepada khalayak luas. Termasuk sosialisasi tentang pendanaan vaksin tersebut.

"Harus disampaikan terus menerus bahwa Vaksin Gotong Royong ini bukan pakai APBN, bukan pakai uang rakyat, dan bukan hasil hibah dari manapun. Sehingga tidak ada lagi tudingan-tudingan bahwa negara ‘berbisnis’ di tengah penderitaan rakyat,” tegasnya.

Pemerintah juga diminta untuk memastikan bahwa fasilitas kesehatan (faskes) dan tenaga kesehatan (nakes) yang melayani Vaksin Gotong Royong sama sekali tidak menggunakan sumber-sumber pendanaan negara dan hibah.

"Jadi, harus dipastikan bahwa faskes dan nakes vaksin yang berbayar ini terpisah sama sekali pengelolaannya dengan vaksin gratis,” ujarnya.

"Harus dijelaskan dua jenis program vaksinasi ini beda kamar. Tidak saling terhubung sama sekali. Kalaupun terhubung, Vaksin Gotong Royong dan vaksin gratis hanya terhubung oleh ikhtiar dan semangat bersama untuk mempercepat proses vaksinasi agar kita semua cepat keluar dari masa-masa sulit ini,” sambungnya.

Meski begitu, Puan mendukung kehadiran Vaksin Gotong Royong untuk individu demi mempercepat program vaksinasi pemerintah dengan memperluas akses bagi seluruh lapisan masyarakat yang belum terjangkau.

"Semakin cepat program vaksinasi yang dibantu oleh seluruh elemen bangsa, semakin cepat bangsa ini mencapai herd immunity dan keluar dari pandemi. Mereka yang berlebih, membantu mereka yang kekurangan agar cepat divaksin. Itulah esensi gotong royong dalam VGR ini,” pungkasnya. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya