Soal KKB Papua, Senator Filep Sarankan TNI-Polri Tiru Model Penyelesaian GAM-RI
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Soal KKB Papua, Senator Filep Sarankan TNI-Polri Tiru Model Penyelesaian GAM-RI

...
RILIS.ID
Jakarta
25 November 2021 - 13:42 WIB
Nasional | RILISID
...
Anggota DPD RI Papua Barat Filep Wamafma. Foto: Istimewa

RILISID, Jakarta — Anggota DPD RI Papua Barat Filep Wamafma mendukung penuh langkah Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) Jenderal Dudung Abdurachman yang ingin merangkul kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua.

"Kita dukung semua langkah demi keselamatan warga sipil. Bila perlu tidak ada baku tembak sama sekali lagi. Sesuai aspirasi masyarakat, perlu evaluasi penempatan pasukan perang di wilayah konflik,” kata Filep saat dihubungi, Kamis (25/11/2021).

Filep pun menyarankan agar TNI meniru pola penyelesaian konflik di Aceh yang melibatkan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dengan Republik Indonesia (RI).

Menurut Doktor lulusan Universitas Hasanuddin (Unhas) ini, konsep penyelesaian GAM-RI bisa digunakan sebagai petunjuk atau metodologi untuk mengakhiri persoalan di Papua.

Namun, masih kata Filep, TNI juga harus memahami secara detil akar masalah sesungguhnya. Yaitu sejarah integrasi, Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera), pelanggaran HAM dalam semua aspek dan diskriminasi rasial yang masih terjadi.

Ia juga menekankan kepada institusi TNI dan Polri akan pentingnya membangun kepercayaan kepada masyarakat. Hal itu didasari atas tindakan di masa lalu. Seperti tertembaknya warga sipil, tokoh adat, tokoh agama, yang belum diselesaikan hingga saat ini.

"Bangun kepercayaan masyarakat atas tindakan pada masa Daerah Operasi militer (DOM), hingga saat ini sejumlah kasus pelanggaran HAM terhadap warga sipil maupun tokoh adat, agama, politik, mahasiswa di tanah Papua. Apakah Panglima TNI mampu menyelesaikan hal itu? Jika hanya suatu pernyataan tanpa komitmen untuk melaksanakannya, maka pernyataan Panglima sia-sia belaka. Saya yakin niat baik ini perlu didukung oleh semua pihak,” ungkapnya.

"Satu hal yang perlu diingat kasus kematian tokoh adat yang juga adalah tokoh bangsa Papua, Theys Eluay Masih dan tokoh-tokoh lainnya masih teringat di memori dari generasi ke generasi. Oleh sebab itu, komitmen panglima wajib dilaksanakan. Selain komitmen panglima, juga komitmen panglima tertinggi yaitu saudara presiden yang dalam berbagai kesempatan, baik saat kampanye maupun menjadi presiden saat ini. Baru dari aspek pembangunan ifrastruktur yang dilakukan, sedangkan aspek pelanggaran HAM belum tersentuh. Padahal itulah akar persoalan sesungguhnya,” pungkas Filep.

Sebelumnya, Kasad Jenderal TNI Dudung Abdurachman berjanji akan merangkul semua elemen masyarakat termasuk KKB Papua untuk menyelesaikan polemik tersebut.

"Jangan sedikit pun berpikir untuk membunuh. Kalian harus sayang masyarakat. Kalian harus tunjukkan rasa sayang kepada masyarakat Papua. Kamu harus baik pada masyarakat Papua, jangan menyakiti hati mereka,” katanya saat melakukan kunjungan di Markas Batalion Raider 754/ENK20/3 Kostrad, Timika, Selasa (23/11/2021).

Satgas menurut Dudung, tidak harus memerangi KKB. Namun, mereka perlu dirangkul dengan hati yang suci dan tulus.

"Karena mereka adalah saudara kita. Keberhasilan dalam tugas bukan diukur dengan dapat senjata namun bagaimana saudara kita bisa sadar dan kembali ke pangkuan NKRI," ujarnya. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

Soal KKB Papua, Senator Filep Sarankan TNI-Polri Tiru Model Penyelesaian GAM-RI

...
RILIS.ID
Jakarta
25 November 2021 - 13:42 WIB
Nasional | RILISID
...
Anggota DPD RI Papua Barat Filep Wamafma. Foto: Istimewa

RILISID, Jakarta — Anggota DPD RI Papua Barat Filep Wamafma mendukung penuh langkah Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) Jenderal Dudung Abdurachman yang ingin merangkul kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua.

"Kita dukung semua langkah demi keselamatan warga sipil. Bila perlu tidak ada baku tembak sama sekali lagi. Sesuai aspirasi masyarakat, perlu evaluasi penempatan pasukan perang di wilayah konflik,” kata Filep saat dihubungi, Kamis (25/11/2021).

Filep pun menyarankan agar TNI meniru pola penyelesaian konflik di Aceh yang melibatkan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dengan Republik Indonesia (RI).

Menurut Doktor lulusan Universitas Hasanuddin (Unhas) ini, konsep penyelesaian GAM-RI bisa digunakan sebagai petunjuk atau metodologi untuk mengakhiri persoalan di Papua.

Namun, masih kata Filep, TNI juga harus memahami secara detil akar masalah sesungguhnya. Yaitu sejarah integrasi, Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera), pelanggaran HAM dalam semua aspek dan diskriminasi rasial yang masih terjadi.

Ia juga menekankan kepada institusi TNI dan Polri akan pentingnya membangun kepercayaan kepada masyarakat. Hal itu didasari atas tindakan di masa lalu. Seperti tertembaknya warga sipil, tokoh adat, tokoh agama, yang belum diselesaikan hingga saat ini.

"Bangun kepercayaan masyarakat atas tindakan pada masa Daerah Operasi militer (DOM), hingga saat ini sejumlah kasus pelanggaran HAM terhadap warga sipil maupun tokoh adat, agama, politik, mahasiswa di tanah Papua. Apakah Panglima TNI mampu menyelesaikan hal itu? Jika hanya suatu pernyataan tanpa komitmen untuk melaksanakannya, maka pernyataan Panglima sia-sia belaka. Saya yakin niat baik ini perlu didukung oleh semua pihak,” ungkapnya.

"Satu hal yang perlu diingat kasus kematian tokoh adat yang juga adalah tokoh bangsa Papua, Theys Eluay Masih dan tokoh-tokoh lainnya masih teringat di memori dari generasi ke generasi. Oleh sebab itu, komitmen panglima wajib dilaksanakan. Selain komitmen panglima, juga komitmen panglima tertinggi yaitu saudara presiden yang dalam berbagai kesempatan, baik saat kampanye maupun menjadi presiden saat ini. Baru dari aspek pembangunan ifrastruktur yang dilakukan, sedangkan aspek pelanggaran HAM belum tersentuh. Padahal itulah akar persoalan sesungguhnya,” pungkas Filep.

Sebelumnya, Kasad Jenderal TNI Dudung Abdurachman berjanji akan merangkul semua elemen masyarakat termasuk KKB Papua untuk menyelesaikan polemik tersebut.

"Jangan sedikit pun berpikir untuk membunuh. Kalian harus sayang masyarakat. Kalian harus tunjukkan rasa sayang kepada masyarakat Papua. Kamu harus baik pada masyarakat Papua, jangan menyakiti hati mereka,” katanya saat melakukan kunjungan di Markas Batalion Raider 754/ENK20/3 Kostrad, Timika, Selasa (23/11/2021).

Satgas menurut Dudung, tidak harus memerangi KKB. Namun, mereka perlu dirangkul dengan hati yang suci dan tulus.

"Karena mereka adalah saudara kita. Keberhasilan dalam tugas bukan diukur dengan dapat senjata namun bagaimana saudara kita bisa sadar dan kembali ke pangkuan NKRI," ujarnya. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya