Soal Ibukota Baru, CISA Minta Jokowi Perbaiki IPM Dulu
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Soal Ibukota Baru, CISA Minta Jokowi Perbaiki IPM Dulu

...
RILIS.ID
JAKARTA
4 April 2021 - 18:30 WIB
Nasional | RILISID
...
Foto tangkapan layar Instagram TV @jokowi, Pradesain Istana Negara di Ibu Kota Negara Baru.

RILISID, JAKARTA — Rencana pemindahan Ibukota Negara Republik Indonesia di Kalimantan Timur adalah target Presiden Joko Widodo di masa pemerintahannya. Itu selaras desakan Jokowi kepada DPR RI agar segera membahas RUU Ibukota negara.

Direktur Eksekutif Centre for Indonesia Strategic Actions (CISA) Herry Mendrofa menilai langkah ini harus mempertimbangkan beberapa aspek fundamental sebagai rujukan bersama.

”Tidak hanya infrastruktur yang harus disiapkan, ada yang paling fundamental, yakni Pembangunan Manusia,” ujarnya Herry melalui siaran persnya, Minggu (4/4/2021).

Herry menjelaskan, konteks memajukan negara antara pembangunan fisik dan manusia seyogianya berbanding lurus.

”Fisik dalam konteks infrastruktur jika dikemudian hari tidak disertai dengan manajemen yang kuat, efektif dan berkualitas akan mempengaruhi keberlangsungan ibukota baru,” nilainya.

Herry menyebutkan, calon ibukota baru yang diproyeksikan berada di Kabupaten Penajam Paser Utara masih harus dievaluasi.

”Berdasarkan catatan saya, ihwal Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Penajam Paser Utara harus dioptimalkan sebelum nantinya benar-benar direlokasi dari  DKI Jakarta,” terangnya.

Menurutnya, Kabupaten Penajam Paser Utara dalam konteks IPM masih berada di bawah rata-rata jika berdasarkan agregrasi antara daerah yang berada di Kalimantan Timur.

”Kalimantan Timur itu kan masuk dalam 3 besar provinsi terbaik di Indonesia soal IPM, namun melihat lebih dalam Kabupaten Penajam Paser Utara adalah daerah yang IPM-nya rendah. Hal ini harus menjadi catatan bagi Presiden Jokowi,” ingatnya.

Herry menyarankan, perhatian Jokowi tidak hanya berorientasi pada estetika infrastrukturnya namun estetika kemanusiannya pun tidak boleh terabaikan.

”Tidak cukup memikirkan bagaimana estetikanya gedung dan fisiknya, Presiden juga harus lebih concern pada sisi manusianya. Jika ini diabaikan, maka akibatnya fatal. Bisa memicu kesenjangan sosial,” pungkasnya.(*)

Editor : Wirahadikusumah

TAG:

Berita Lainnya

Soal Ibukota Baru, CISA Minta Jokowi Perbaiki IPM Dulu

...
RILIS.ID
JAKARTA
4 April 2021 - 18:30 WIB
Nasional | RILISID
...
Foto tangkapan layar Instagram TV @jokowi, Pradesain Istana Negara di Ibu Kota Negara Baru.

RILISID, JAKARTA — Rencana pemindahan Ibukota Negara Republik Indonesia di Kalimantan Timur adalah target Presiden Joko Widodo di masa pemerintahannya. Itu selaras desakan Jokowi kepada DPR RI agar segera membahas RUU Ibukota negara.

Direktur Eksekutif Centre for Indonesia Strategic Actions (CISA) Herry Mendrofa menilai langkah ini harus mempertimbangkan beberapa aspek fundamental sebagai rujukan bersama.

”Tidak hanya infrastruktur yang harus disiapkan, ada yang paling fundamental, yakni Pembangunan Manusia,” ujarnya Herry melalui siaran persnya, Minggu (4/4/2021).

Herry menjelaskan, konteks memajukan negara antara pembangunan fisik dan manusia seyogianya berbanding lurus.

”Fisik dalam konteks infrastruktur jika dikemudian hari tidak disertai dengan manajemen yang kuat, efektif dan berkualitas akan mempengaruhi keberlangsungan ibukota baru,” nilainya.

Herry menyebutkan, calon ibukota baru yang diproyeksikan berada di Kabupaten Penajam Paser Utara masih harus dievaluasi.

”Berdasarkan catatan saya, ihwal Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Penajam Paser Utara harus dioptimalkan sebelum nantinya benar-benar direlokasi dari  DKI Jakarta,” terangnya.

Menurutnya, Kabupaten Penajam Paser Utara dalam konteks IPM masih berada di bawah rata-rata jika berdasarkan agregrasi antara daerah yang berada di Kalimantan Timur.

”Kalimantan Timur itu kan masuk dalam 3 besar provinsi terbaik di Indonesia soal IPM, namun melihat lebih dalam Kabupaten Penajam Paser Utara adalah daerah yang IPM-nya rendah. Hal ini harus menjadi catatan bagi Presiden Jokowi,” ingatnya.

Herry menyarankan, perhatian Jokowi tidak hanya berorientasi pada estetika infrastrukturnya namun estetika kemanusiannya pun tidak boleh terabaikan.

”Tidak cukup memikirkan bagaimana estetikanya gedung dan fisiknya, Presiden juga harus lebih concern pada sisi manusianya. Jika ini diabaikan, maka akibatnya fatal. Bisa memicu kesenjangan sosial,” pungkasnya.(*)

Editor : Wirahadikusumah

TAG:

Berita Lainnya