Setelah Makassar, Teror Bom juga Berpotensi Terjadi di 9 Daerah Ini
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Setelah Makassar, Teror Bom juga Berpotensi Terjadi di 9 Daerah Ini

...
RILIS.ID
Jakarta
28 Maret 2021 - 17:51 WIB
Nasional | RILISID
...
ILUSTRASI: RILIS.ID

RILISID, Jakarta — Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S. Pane menyebut teror bom di halaman Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan pada Minggu (28/3/2021), merupakan kasus pertama di era Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

"Kasus bom bunuh diri ini juga merupakan peringatan buat jajaran kepolisian bahwa akan ada teror-teror susulan lainnya," kata Neta S. Pane dalam keterangannya, Minggu (28/3/2021).

Ia menilai, hal ini dikarenakan masih adanya kelompok teror dan kelompok radikal yang belum berhasil diciduk jajaran kepolisian, seperti di Poso atau tempat lainnya.

"Sementara para teroris yg sudah selesai menjalani hukuman, kini bebas melakukan aktivitas tanpa terpantau jejaknya," ujarnya.

Kondisi ini, lanjut Neta, tentu menjadi tugas berat bagi Kapolri Sigit. Apalagi saat ini menjelang Ramadan dan Idulfitri, di mana aktivitas dan kebutuhan sosial masyarakat kian meningkat.

Untuk itu, masih kata dia, Kapolri perlu mengkonsolidasikan jajarannya mulai dari intelijen hingga ke aparatur Bhabinkamtibmas sebagai ujung tombak untuk mempertajam telinga maupun penciuman jajaran kepolisian agar senantiasa mampu meningkatkan deteksi dan antisipasi dini.

"Kapolda dan Kapolres harus mampu memanage wilayahnya agar jarum jatuh pun di wilayah tugasnya terdengar olehnya. Tujuannya agar Polri tidak kecolongan dan teror bom terjadi," tambahnya.

Sebab menurut Neta, teror bom tidak hanya diderita para korban jiwa atau luka-luka melainkan juga masyarakat luas turut menjadi korban akibat teror bom tersebut.

"Seperti teror bom di Gereja Katedral Makassar, korban luka adalah petugas gereja dan jemaat. Dari data yang ada 5 petugas gereja dan 4 jemaat terkena serpihan bom. Tragisnya ledakan bom terjadi pada peringatan Minggu Palma yang jatuh hari ini. Bom meledak sekitar pukul 10.30 WITA atau 09.30 WIB. Minggu Palma merupakan awal dari pekan suci sebelum umat Kristiani merayakan Paskah pada pekan depan," ia menambahkan.

IPW berharap kasus teror bom, terutama yg menyerang gereja ini, merupakan yang pertama dan terakhir di era Kapolri Sigit.

"Kapolri yang diperkuat oleh para Kapolda dan Kapolres harus melakukan pagar betis agar para teroris tidak mendapat celah untuk beraksi," tuturnya.

Sebab dalam pantauan IPW, selain Sulsel masih ada sembilan daerah lain yg tergolong rawan teroris. Di antaranya Sulteng, Jatim, Jateng, Jogja, Jabar, Jakarta, Banten, Lampung, dan Sumut.

Ia menambahkan tingkat kerawanan ini makin tinggi tatkala konflik Polri dengan ormas keagamaan yang dipimpin Rizieq Shihab tak kunjung selesai.

"Belum tuntasnya kasus penembakan di km 50 tol Cikampek menyimpan dendam tersendiri bagi kelompok-kelompok tertentu, yang bukan mustahil dendam itu berpotensi menimbulkan aksi teror. Fenomena ini patut dicermati jajaran kepolisian ke depan agar aksi aksi teror bisa ditekan," pungkasnya. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

Setelah Makassar, Teror Bom juga Berpotensi Terjadi di 9 Daerah Ini

...
RILIS.ID
Jakarta
28 Maret 2021 - 17:51 WIB
Nasional | RILISID
...
ILUSTRASI: RILIS.ID

RILISID, Jakarta — Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S. Pane menyebut teror bom di halaman Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan pada Minggu (28/3/2021), merupakan kasus pertama di era Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

"Kasus bom bunuh diri ini juga merupakan peringatan buat jajaran kepolisian bahwa akan ada teror-teror susulan lainnya," kata Neta S. Pane dalam keterangannya, Minggu (28/3/2021).

Ia menilai, hal ini dikarenakan masih adanya kelompok teror dan kelompok radikal yang belum berhasil diciduk jajaran kepolisian, seperti di Poso atau tempat lainnya.

"Sementara para teroris yg sudah selesai menjalani hukuman, kini bebas melakukan aktivitas tanpa terpantau jejaknya," ujarnya.

Kondisi ini, lanjut Neta, tentu menjadi tugas berat bagi Kapolri Sigit. Apalagi saat ini menjelang Ramadan dan Idulfitri, di mana aktivitas dan kebutuhan sosial masyarakat kian meningkat.

Untuk itu, masih kata dia, Kapolri perlu mengkonsolidasikan jajarannya mulai dari intelijen hingga ke aparatur Bhabinkamtibmas sebagai ujung tombak untuk mempertajam telinga maupun penciuman jajaran kepolisian agar senantiasa mampu meningkatkan deteksi dan antisipasi dini.

"Kapolda dan Kapolres harus mampu memanage wilayahnya agar jarum jatuh pun di wilayah tugasnya terdengar olehnya. Tujuannya agar Polri tidak kecolongan dan teror bom terjadi," tambahnya.

Sebab menurut Neta, teror bom tidak hanya diderita para korban jiwa atau luka-luka melainkan juga masyarakat luas turut menjadi korban akibat teror bom tersebut.

"Seperti teror bom di Gereja Katedral Makassar, korban luka adalah petugas gereja dan jemaat. Dari data yang ada 5 petugas gereja dan 4 jemaat terkena serpihan bom. Tragisnya ledakan bom terjadi pada peringatan Minggu Palma yang jatuh hari ini. Bom meledak sekitar pukul 10.30 WITA atau 09.30 WIB. Minggu Palma merupakan awal dari pekan suci sebelum umat Kristiani merayakan Paskah pada pekan depan," ia menambahkan.

IPW berharap kasus teror bom, terutama yg menyerang gereja ini, merupakan yang pertama dan terakhir di era Kapolri Sigit.

"Kapolri yang diperkuat oleh para Kapolda dan Kapolres harus melakukan pagar betis agar para teroris tidak mendapat celah untuk beraksi," tuturnya.

Sebab dalam pantauan IPW, selain Sulsel masih ada sembilan daerah lain yg tergolong rawan teroris. Di antaranya Sulteng, Jatim, Jateng, Jogja, Jabar, Jakarta, Banten, Lampung, dan Sumut.

Ia menambahkan tingkat kerawanan ini makin tinggi tatkala konflik Polri dengan ormas keagamaan yang dipimpin Rizieq Shihab tak kunjung selesai.

"Belum tuntasnya kasus penembakan di km 50 tol Cikampek menyimpan dendam tersendiri bagi kelompok-kelompok tertentu, yang bukan mustahil dendam itu berpotensi menimbulkan aksi teror. Fenomena ini patut dicermati jajaran kepolisian ke depan agar aksi aksi teror bisa ditekan," pungkasnya. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya