Sekolah Kedinasan di 8 Kementerian Resmi Dibuka, Alokasi Kursi IPDN Terbanyak
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Sekolah Kedinasan di 8 Kementerian Resmi Dibuka, Alokasi Kursi IPDN Terbanyak

...
Segan Simanjuntak
Jakarta
9 April 2021 - 17:55 WIB
Nasional | RILISID
...
Ilustrasi sekolah kedinasan IPDN.

RILISID, Jakarta — Pemerintah resmi membuka pendaftaran sekolah kedinasan tahun anggaran 2021 terhitung mulai hari ini, Jumat (9/4/2021) hingga 30 April nanti.

Pengumuman tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Tjahjo Kumolo.

Tjahjo menyebut ada 29 sekolah kedinasan dari delapan kementerian dan badan yang dibuka tahun ini. Total kursinya sebanyak 6.464 orang.

"Sebanyak 6.464 alokasi siswa hasil persetujuan prinsip disediakan bagi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) jalur sekolah kedinasan tahun 2021,” kata Tjahjo yang dikutip dari laman resmi menpan.go.id, Jumat (9/4).

Sama dengan CPNS umum, pendaftaran sekolah kedinasan juga dilakukan melalui Sistem Seleksi Calon ASN (SSCASN) Badan Kepegawaian Negara (BKN) pada laman dikdin.bkn.go.id.

Untuk lokasi seleksi akan dilakukan di Kantor Pusat BKN, Kantor Regional (Kanreg) dan UPT BKN, serta lokasi mandiri yang diselenggarakan oleh masing-masing sekolah kedinasan.

Lebih lanjut, Tjahjo menegaskan bahwa seleksi sekolah kedinasan tetap mematuhi protokol kesehatan Covid-19. Ia bilang jadwal seleksi juga akan disesuaikan apabila terdapat perubahan kebijakan pemerintah terkait pandemi.

"Rencana kegiatan perkuliahan diatur masing-masing kementerian dan lembaga dengan memperhatikan perkembangan status pandemi Covid-19,” ujar mantan Mendagri itu.

Sementara itu, Plt. Deputi Bidang SDM Aparatur Kementerian PANRB Teguh Widjinarko menjelaskan bahwa alokasi siswa untuk sekolah kedinasan tersebut merupakan upaya pemerintah untuk membentuk calon ASN di bidang teknis.

"Melalui sekolah kedinasan ini, kita mencari lulusan yang spesifik. Sehingga sesuai dengan arahan Bapak Presiden bahwa memperbanyak tenaga teknis,” tuturnya.

Dalam memilih sekolah kedinasan, lanjut Teguh, calon pelamar harus yakin dengan pilihannya karena hanya dapat memilih satu sekolah kedinasan.

Ia juga merinci sejumlah berkas yang diperlukan untuk mendaftar sekolah kedinasan. Di antaranya pas foto, KTP atau surat keterangan, kartu keluarga, ijazah atau surat keterangan lulus, rapor SMA/sederajat, serta dokumen lain yang diatur masing-masing instansi.

Berikut ini 29 sekolah kedinasan dan alokasi siswanya:

1. Kementerian Dalam Negeri
- Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN): 1.164 kursi

2. Kementerian Keuangan
- Politeknik Keuangan Negara STAN (PKN STAN): 275 kursi

3. Kementerian Hukum dan HAM
- Politeknik Ilmu Pemasyarakatan (Poltekip): 300 kursi
- Politeknik Imigrasi (Poltekim): 300 kursi

4. Kementerian Perhubungan: 3.210 kursi
- Politeknik Transportasi Darat Indonesia (PTDI-STTD)
- Politeknik Perkeretaapian Indonesia (PPI) Madiun
- Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan (PTKJ) Tegal
- Politeknik Transportasi Sungai, Danau, dan Penyeberangan (Poltrans SDP) Palembang
- Politeknik Transportasi Darat (Poltrada) Bali
- Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta
- Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Makassar
- Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Surabaya
- Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Semarang
- Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Sumatra Barat
- Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Banten
- Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Malahayati Aceh
- Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Sulawesi Utara
- Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Barombong
- Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Sorong
- Politeknik Penerbangan Indonesia (PPI) Curug
- Politeknik Penerbangan (Poltekbang) Makassar
- Politeknik Penerbangan (Poltekbang) Medan
- Politeknik Penerbangan (Poltekbang) Surabaya
- Politeknik Penerbangan (Poltekbang) Jayapura
- Politeknik Penerbangan (Poltekbang) Palembang

5. Badan Intelijen Negara (BIN)
- Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN): 250 kursi

6. Badan Meteorologi, Klimatogi, dan Geofisika (BMKG)
- Sekolah Tinggi Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (STMKG): 265 kursi

7. Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN)
- Politeknik Siber dan Sandi Negara: 100 kursi

8. Badan Pusat Statistik (BPS)
- Politeknik Statistika STIS: 600 kursi

(*)

Editor : RILIS.ID

TAG:

Berita Lainnya

Sekolah Kedinasan di 8 Kementerian Resmi Dibuka, Alokasi Kursi IPDN Terbanyak

...
Segan Simanjuntak
Jakarta
9 April 2021 - 17:55 WIB
Nasional | RILISID
...
Ilustrasi sekolah kedinasan IPDN.

RILISID, Jakarta — Pemerintah resmi membuka pendaftaran sekolah kedinasan tahun anggaran 2021 terhitung mulai hari ini, Jumat (9/4/2021) hingga 30 April nanti.

Pengumuman tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Tjahjo Kumolo.

Tjahjo menyebut ada 29 sekolah kedinasan dari delapan kementerian dan badan yang dibuka tahun ini. Total kursinya sebanyak 6.464 orang.

"Sebanyak 6.464 alokasi siswa hasil persetujuan prinsip disediakan bagi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) jalur sekolah kedinasan tahun 2021,” kata Tjahjo yang dikutip dari laman resmi menpan.go.id, Jumat (9/4).

Sama dengan CPNS umum, pendaftaran sekolah kedinasan juga dilakukan melalui Sistem Seleksi Calon ASN (SSCASN) Badan Kepegawaian Negara (BKN) pada laman dikdin.bkn.go.id.

Untuk lokasi seleksi akan dilakukan di Kantor Pusat BKN, Kantor Regional (Kanreg) dan UPT BKN, serta lokasi mandiri yang diselenggarakan oleh masing-masing sekolah kedinasan.

Lebih lanjut, Tjahjo menegaskan bahwa seleksi sekolah kedinasan tetap mematuhi protokol kesehatan Covid-19. Ia bilang jadwal seleksi juga akan disesuaikan apabila terdapat perubahan kebijakan pemerintah terkait pandemi.

"Rencana kegiatan perkuliahan diatur masing-masing kementerian dan lembaga dengan memperhatikan perkembangan status pandemi Covid-19,” ujar mantan Mendagri itu.

Sementara itu, Plt. Deputi Bidang SDM Aparatur Kementerian PANRB Teguh Widjinarko menjelaskan bahwa alokasi siswa untuk sekolah kedinasan tersebut merupakan upaya pemerintah untuk membentuk calon ASN di bidang teknis.

"Melalui sekolah kedinasan ini, kita mencari lulusan yang spesifik. Sehingga sesuai dengan arahan Bapak Presiden bahwa memperbanyak tenaga teknis,” tuturnya.

Dalam memilih sekolah kedinasan, lanjut Teguh, calon pelamar harus yakin dengan pilihannya karena hanya dapat memilih satu sekolah kedinasan.

Ia juga merinci sejumlah berkas yang diperlukan untuk mendaftar sekolah kedinasan. Di antaranya pas foto, KTP atau surat keterangan, kartu keluarga, ijazah atau surat keterangan lulus, rapor SMA/sederajat, serta dokumen lain yang diatur masing-masing instansi.

Berikut ini 29 sekolah kedinasan dan alokasi siswanya:

1. Kementerian Dalam Negeri
- Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN): 1.164 kursi

2. Kementerian Keuangan
- Politeknik Keuangan Negara STAN (PKN STAN): 275 kursi

3. Kementerian Hukum dan HAM
- Politeknik Ilmu Pemasyarakatan (Poltekip): 300 kursi
- Politeknik Imigrasi (Poltekim): 300 kursi

4. Kementerian Perhubungan: 3.210 kursi
- Politeknik Transportasi Darat Indonesia (PTDI-STTD)
- Politeknik Perkeretaapian Indonesia (PPI) Madiun
- Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan (PTKJ) Tegal
- Politeknik Transportasi Sungai, Danau, dan Penyeberangan (Poltrans SDP) Palembang
- Politeknik Transportasi Darat (Poltrada) Bali
- Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta
- Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Makassar
- Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Surabaya
- Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Semarang
- Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Sumatra Barat
- Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Banten
- Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Malahayati Aceh
- Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Sulawesi Utara
- Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Barombong
- Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Sorong
- Politeknik Penerbangan Indonesia (PPI) Curug
- Politeknik Penerbangan (Poltekbang) Makassar
- Politeknik Penerbangan (Poltekbang) Medan
- Politeknik Penerbangan (Poltekbang) Surabaya
- Politeknik Penerbangan (Poltekbang) Jayapura
- Politeknik Penerbangan (Poltekbang) Palembang

5. Badan Intelijen Negara (BIN)
- Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN): 250 kursi

6. Badan Meteorologi, Klimatogi, dan Geofisika (BMKG)
- Sekolah Tinggi Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (STMKG): 265 kursi

7. Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN)
- Politeknik Siber dan Sandi Negara: 100 kursi

8. Badan Pusat Statistik (BPS)
- Politeknik Statistika STIS: 600 kursi

(*)

Editor : RILIS.ID

TAG:

Berita Lainnya