Satgas Ambil Aset Obligor BLBI dari Medan hingga Bogor, Totalnya 49 Bidang Tanah
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Satgas Ambil Aset Obligor BLBI dari Medan hingga Bogor, Totalnya 49 Bidang Tanah

...
RILIS.ID
Jakarta
30 Agustus 2021 - 15:17 WIB
Nasional | RILISID
...
Menkeu Sri Mulyani Indrawati. Foto: Dok Rilisid

RILISID, Jakarta — Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Hak Tagih Negara Dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia atau Satgas BLBI telah menguasai sejumlah aset negara yang berasal dari hak tagih atas piutang negara terhadap obligor atau debitur BLBI.

Pengambilalihan dan penguasaan aset-aset sebagai penggantian dari BLBI dilakukan secara seremonial pada Jumat (27/8/2021) lalu.

Penguasaan fisik melalui pemasangan plang pengamanan terhadap 49 bidang tanah seluas 5.291.200 meter persegi yang berlokasi di Medan, Pekanbaru, Tangerang, dan Bogor.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan pemerintah terus mencoba mendapatkan salah satu aset dari obligor yang selama ini tidak dikuasai oleh negara.

”Jadi ini adalah aset yang seharusnya kemudian diambil alih, diselesaikan, dan nanti dipulihkan kembali sebagai salah satu bentuk kompensasi dari BLBI yang sudah dibayarkan 22 tahun yang lalu,” kata Sri Mulyani dalam keterangannya sebagaimana dikutip Rilisid dari laman setkab.go.id, Senin (30/8/2021).

Aset-aset tersebut nantinya, lanjut Sri Mulyani, kemudian dilakukan pengambilalihan, penyelesaian, dan pemulihan untuk menjadi kekayaan negara.

Menurutnya, pemerintah terus berupaya mendapatkan kembali hak tagih pemerintah atas BLBI dengan menggunakan semua kewenangan negara. Obligor maupun debitur sebagai pemilik bank atau peminjam di bank yang telah dibantu pemerintah harus mengembalikan dana yang telah diterima.

”Kami nanti akan menggunakan semua kewenangan negara untuk melihat apakah debitur dan obligor itu punya aset atas nama yang bersangkutan, entah itu dalam bentuk dana di bank, entah itu dalam bentuk perusahaan, atau dalam bentuk tanah, atau bentuk yang lainnya,” terangnya.

”Ini nanti yang akan terus diusahakan secara perdata untuk diperoleh sebagai pembayaran dari kewajiban mereka,” sambungnya.

Total kewajiban BLBI yang masih dikelola adalah Rp110,45 triliun. Satgas BLBI pun telah memanggil 48 obligor dan debitur yang memiliki kewajiban yang signifikan di atas Rp50 miliar. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

Satgas Ambil Aset Obligor BLBI dari Medan hingga Bogor, Totalnya 49 Bidang Tanah

...
RILIS.ID
Jakarta
30 Agustus 2021 - 15:17 WIB
Nasional | RILISID
...
Menkeu Sri Mulyani Indrawati. Foto: Dok Rilisid

RILISID, Jakarta — Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Hak Tagih Negara Dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia atau Satgas BLBI telah menguasai sejumlah aset negara yang berasal dari hak tagih atas piutang negara terhadap obligor atau debitur BLBI.

Pengambilalihan dan penguasaan aset-aset sebagai penggantian dari BLBI dilakukan secara seremonial pada Jumat (27/8/2021) lalu.

Penguasaan fisik melalui pemasangan plang pengamanan terhadap 49 bidang tanah seluas 5.291.200 meter persegi yang berlokasi di Medan, Pekanbaru, Tangerang, dan Bogor.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan pemerintah terus mencoba mendapatkan salah satu aset dari obligor yang selama ini tidak dikuasai oleh negara.

”Jadi ini adalah aset yang seharusnya kemudian diambil alih, diselesaikan, dan nanti dipulihkan kembali sebagai salah satu bentuk kompensasi dari BLBI yang sudah dibayarkan 22 tahun yang lalu,” kata Sri Mulyani dalam keterangannya sebagaimana dikutip Rilisid dari laman setkab.go.id, Senin (30/8/2021).

Aset-aset tersebut nantinya, lanjut Sri Mulyani, kemudian dilakukan pengambilalihan, penyelesaian, dan pemulihan untuk menjadi kekayaan negara.

Menurutnya, pemerintah terus berupaya mendapatkan kembali hak tagih pemerintah atas BLBI dengan menggunakan semua kewenangan negara. Obligor maupun debitur sebagai pemilik bank atau peminjam di bank yang telah dibantu pemerintah harus mengembalikan dana yang telah diterima.

”Kami nanti akan menggunakan semua kewenangan negara untuk melihat apakah debitur dan obligor itu punya aset atas nama yang bersangkutan, entah itu dalam bentuk dana di bank, entah itu dalam bentuk perusahaan, atau dalam bentuk tanah, atau bentuk yang lainnya,” terangnya.

”Ini nanti yang akan terus diusahakan secara perdata untuk diperoleh sebagai pembayaran dari kewajiban mereka,” sambungnya.

Total kewajiban BLBI yang masih dikelola adalah Rp110,45 triliun. Satgas BLBI pun telah memanggil 48 obligor dan debitur yang memiliki kewajiban yang signifikan di atas Rp50 miliar. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya