Risma Sempat Marahi Tagana di NTT, Pengamat: Benahi Dulu Kemensos
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Risma Sempat Marahi Tagana di NTT, Pengamat: Benahi Dulu Kemensos

...
RILIS.ID
Jakarta
8 April 2021 - 20:50 WIB
Nasional | RILISID
...
Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini. Ilustrasi: RILIS.ID

RILISID, Jakarta — Kunjungan Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini atau Risma ke wilayah terdampak bencana Nusa Tenggara Timur (NTT) saat banjir melanda daerah tersebut diwarnai dengan aksi Risma yang memarahi Tagana dan Relawan Sosial. Pasalnya menurut Risma, Tagana dan Relawan Sosial kurang proaktif untuk mempercepat pemulihan kondisi para penyintas banjir.

Hal ini pun menuai respons dari berbagai kalangan. Salah satunya muncul dari Pengamat Politik Centre for Indonesia Strategic Actions (CISA).

Menurut Direktur Eksekutif CISA Herry Mendrofa, Risma dan Tagana adalah salah satu unsur dalam Kementerian Sosial.

"Harusnya dia intropeksi diri dulu. Apakah ketidak proaktifan ini dari sisi SDM atau manajemennya," ujar Herry Mendrofa, melalui keterangan persnya pada Kamis (8/4/2021).

Lebih lanjut Herry menyampaikan agar Risma tidak hanya berfokus pada hal-hal yang sifatnya pencitraan.

"Saya lihat gayanya Risma ini cenderung mengadopsi gayanya saat jadi Walikota. Baiknya setelah menjadi Mensos pembenahan itu bukan fokus pada pencitraan. Risma harus lakukan upaya-upaya yang sistematis dan berkelanjutan terutama menyelesaikan persoalan bencana dengan cepat dan efektif," tutur Herry.

Herry juga menyesalkan sikap Risma yang tidak melihat kondisi ini sebagai evaluasi pada Kementerian yang sedang dipimpin.

"Risma sibuk marah-marahin bawahannya sendiri, lah Dia kan Pimpinan. Harusnya mengevaluasi kementeriannya apakah sudah mampu mengelola SDM yang berkecimpung di penanganan bencana mulai dari pelatihan, pendidikan hingga honorarium. Faktor ini juga akan mempengaruhi kinerja di lapangan," sesalnya.

Dia pun menerangkan agar Risma jika benar-benar memiliki dedikasi dan komitmen membenahi masalah sosial maka dimulai dari Kementerian Sosial dan jajaran dibawahnya seperti Dinas Sosial (Dinsos).

"Mau membenahi ya harus dari Kementeriannya dan dari Dinsosnya. Jika Risma pada prakteknya setiap saat turun seperti itu. Ada berapa wilayah yang harus dia benahi bila menggunakan pendekatannya seperti gayanya di Surabaya. Yang ada Risma tidak mampu mengelola Kementerian ini dengan optimal," tandasnya.

Bahkan Herry justru menyarankan agar Risma ini mendorong Kebijakan Masalah Sosial harus ditangani oleh profesional.

"Hampir di seluruh Indonesia, pola penanganan masalah sosial dilakukan kurang efektif. Faktornya ya SDM nya bukan orang yang tepat. Tidak profesional karena latar belakangnya bukan dari Pekerja Sosial," pungkasnya. (*)

Editor : Redaksi

TAG:

Berita Lainnya

Risma Sempat Marahi Tagana di NTT, Pengamat: Benahi Dulu Kemensos

...
RILIS.ID
Jakarta
8 April 2021 - 20:50 WIB
Nasional | RILISID
...
Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini. Ilustrasi: RILIS.ID

RILISID, Jakarta — Kunjungan Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini atau Risma ke wilayah terdampak bencana Nusa Tenggara Timur (NTT) saat banjir melanda daerah tersebut diwarnai dengan aksi Risma yang memarahi Tagana dan Relawan Sosial. Pasalnya menurut Risma, Tagana dan Relawan Sosial kurang proaktif untuk mempercepat pemulihan kondisi para penyintas banjir.

Hal ini pun menuai respons dari berbagai kalangan. Salah satunya muncul dari Pengamat Politik Centre for Indonesia Strategic Actions (CISA).

Menurut Direktur Eksekutif CISA Herry Mendrofa, Risma dan Tagana adalah salah satu unsur dalam Kementerian Sosial.

"Harusnya dia intropeksi diri dulu. Apakah ketidak proaktifan ini dari sisi SDM atau manajemennya," ujar Herry Mendrofa, melalui keterangan persnya pada Kamis (8/4/2021).

Lebih lanjut Herry menyampaikan agar Risma tidak hanya berfokus pada hal-hal yang sifatnya pencitraan.

"Saya lihat gayanya Risma ini cenderung mengadopsi gayanya saat jadi Walikota. Baiknya setelah menjadi Mensos pembenahan itu bukan fokus pada pencitraan. Risma harus lakukan upaya-upaya yang sistematis dan berkelanjutan terutama menyelesaikan persoalan bencana dengan cepat dan efektif," tutur Herry.

Herry juga menyesalkan sikap Risma yang tidak melihat kondisi ini sebagai evaluasi pada Kementerian yang sedang dipimpin.

"Risma sibuk marah-marahin bawahannya sendiri, lah Dia kan Pimpinan. Harusnya mengevaluasi kementeriannya apakah sudah mampu mengelola SDM yang berkecimpung di penanganan bencana mulai dari pelatihan, pendidikan hingga honorarium. Faktor ini juga akan mempengaruhi kinerja di lapangan," sesalnya.

Dia pun menerangkan agar Risma jika benar-benar memiliki dedikasi dan komitmen membenahi masalah sosial maka dimulai dari Kementerian Sosial dan jajaran dibawahnya seperti Dinas Sosial (Dinsos).

"Mau membenahi ya harus dari Kementeriannya dan dari Dinsosnya. Jika Risma pada prakteknya setiap saat turun seperti itu. Ada berapa wilayah yang harus dia benahi bila menggunakan pendekatannya seperti gayanya di Surabaya. Yang ada Risma tidak mampu mengelola Kementerian ini dengan optimal," tandasnya.

Bahkan Herry justru menyarankan agar Risma ini mendorong Kebijakan Masalah Sosial harus ditangani oleh profesional.

"Hampir di seluruh Indonesia, pola penanganan masalah sosial dilakukan kurang efektif. Faktornya ya SDM nya bukan orang yang tepat. Tidak profesional karena latar belakangnya bukan dari Pekerja Sosial," pungkasnya. (*)

Editor : Redaksi

TAG:

Berita Lainnya