Ribuan Kasus Varian Delta Tersebar di 25 Provinsi, Ini Daftarnya
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Ribuan Kasus Varian Delta Tersebar di 25 Provinsi, Ini Daftarnya

...
RILIS.ID
Jakarta
6 Agustus 2021 - 17:08 WIB
Nasional | RILISID
...
Ilustrasi: Rilisid/Kalbi Rikardo

RILISID, Jakarta — Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memperbaharui jumlah kasus mutasi virus SARS-CoV-2 varian Delta B1617.2 di Indonesia.

Berdasarkan data Kemenkes per 4 Agustus 2021 yang diunggah pada Jumat (6/8/2021), setidaknya ada 1.331 kasus varian Delta yang telah teridentifikasi dan tersebar di 25 provinsi.

Provinsi Riau dan Kalimantan Selatan (Kalsel) tercatat menjadi daerah terbaru yang memiliki kasus varian Delta per 3 Agustus 2021. Rinciannya, Riau dengan 6 kasus dan Kalsel satu kasus.

Sementara, Sulawesi Barat (Sulbar) yang sebelumnya memiliki 7 kasus varian Delta tak lagi tercantum dalam daftar tersebut.

Merujuk pada data 31 Juli 2021, terdapat penambahan 267 kasus baru varian Delta di Tanah Air. Kemenkes mengakui kecepatan varian asal India itu enam kali lebih cepat dari varian Alfa (B117).

Baik Kemenkes, Satgas, dan Epidemiolog menilai bahwa fenomena meningkatnya jumlah kematian pasien corona di usia 30-59 tahun disebabkan oleh pengaruh varian Delta.

Selain varian Delta, Kemenkes juga mencatat 61 kasus varian Alfa dan 17 kasus varian Beta (B1351). Ketiga varian tersebut merupakan Variant of Concern (VoC) atau varian yang diwaspadai oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Adapun sebaran varian Delta di 25 provinsi di Tanah Air sebagai berikut:

- Sumatera Utara: 29 kasus

- Sumatera Selatan: 9 kasus

- Riau: 6 kasus

- Kepulauan Riau: 2 kasus

- Bengkulu: 3 kasus

- Lampung: 3 kasus

- Banten: 20 kasus

- DKI Jakarta: 390 kasus

- Jawa Barat: 281 kasus

- Jawa Tengah: 191 kasus

- DI Yogyakarta: 20 kasus

- Jawa Timur: 17 kasus

- Bali: 25 kasus

- Kalimantan Tengah: 3 kasus

- Kalimantan Timur: 187 kasus

- Kalimantan Utara: 16 kasus

- Kalimantan Selatan: 1 kasus

- Nusa Tenggara Barat: 24 kasus

- Nusa Tenggara Timur: 51 kasus

- Sulawesi Selatan: 14 kasus

- Sulawesi Utara: 7 kasus

- Gorontalo: 1 kasus

- Maluku: 9 kasus

- Papua Barat: 12 kasus

- Papua: 10 kasus

(*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

Ribuan Kasus Varian Delta Tersebar di 25 Provinsi, Ini Daftarnya

...
RILIS.ID
Jakarta
6 Agustus 2021 - 17:08 WIB
Nasional | RILISID
...
Ilustrasi: Rilisid/Kalbi Rikardo

RILISID, Jakarta — Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memperbaharui jumlah kasus mutasi virus SARS-CoV-2 varian Delta B1617.2 di Indonesia.

Berdasarkan data Kemenkes per 4 Agustus 2021 yang diunggah pada Jumat (6/8/2021), setidaknya ada 1.331 kasus varian Delta yang telah teridentifikasi dan tersebar di 25 provinsi.

Provinsi Riau dan Kalimantan Selatan (Kalsel) tercatat menjadi daerah terbaru yang memiliki kasus varian Delta per 3 Agustus 2021. Rinciannya, Riau dengan 6 kasus dan Kalsel satu kasus.

Sementara, Sulawesi Barat (Sulbar) yang sebelumnya memiliki 7 kasus varian Delta tak lagi tercantum dalam daftar tersebut.

Merujuk pada data 31 Juli 2021, terdapat penambahan 267 kasus baru varian Delta di Tanah Air. Kemenkes mengakui kecepatan varian asal India itu enam kali lebih cepat dari varian Alfa (B117).

Baik Kemenkes, Satgas, dan Epidemiolog menilai bahwa fenomena meningkatnya jumlah kematian pasien corona di usia 30-59 tahun disebabkan oleh pengaruh varian Delta.

Selain varian Delta, Kemenkes juga mencatat 61 kasus varian Alfa dan 17 kasus varian Beta (B1351). Ketiga varian tersebut merupakan Variant of Concern (VoC) atau varian yang diwaspadai oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Adapun sebaran varian Delta di 25 provinsi di Tanah Air sebagai berikut:

- Sumatera Utara: 29 kasus

- Sumatera Selatan: 9 kasus

- Riau: 6 kasus

- Kepulauan Riau: 2 kasus

- Bengkulu: 3 kasus

- Lampung: 3 kasus

- Banten: 20 kasus

- DKI Jakarta: 390 kasus

- Jawa Barat: 281 kasus

- Jawa Tengah: 191 kasus

- DI Yogyakarta: 20 kasus

- Jawa Timur: 17 kasus

- Bali: 25 kasus

- Kalimantan Tengah: 3 kasus

- Kalimantan Timur: 187 kasus

- Kalimantan Utara: 16 kasus

- Kalimantan Selatan: 1 kasus

- Nusa Tenggara Barat: 24 kasus

- Nusa Tenggara Timur: 51 kasus

- Sulawesi Selatan: 14 kasus

- Sulawesi Utara: 7 kasus

- Gorontalo: 1 kasus

- Maluku: 9 kasus

- Papua Barat: 12 kasus

- Papua: 10 kasus

(*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya