Resmi Jadi Pengelola TMII, Kemensetneg Minta Aspirasi Publik, Apa Tujuannya?
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Resmi Jadi Pengelola TMII, Kemensetneg Minta Aspirasi Publik, Apa Tujuannya?

...
RILIS.ID
Jakarta
11 April 2021 - 19:59 WIB
Nasional | RILISID
...
FOTO: ISTIMEWA

RILISID, Jakarta — Taman Mini Indonesia Indah (TMII) kini sudah dikuasai negara. Pengelolaan TMII pun diserahkan kepada Kementerian Sekretaris Negara (Kemensetneg).

Kemensetneg berkomitmen menjadikan TMII sebagai kawasan pelestarian dan pengembangan budaya bangsa, sarana wisata edukasi bermatra budaya nusantara, menjadi cultural theme park berstandar internasional serta fasilitas lain yang mendorong inovasi dan kreativitas anak bangsa sekaligus memberikan kontribusi kepada keuangan negara.

"Kemensetneg akan memfasilitasi penyerapan aspirasi publik terkait pengembangan dan pengelolaan TMII ke depan," kata Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kemensetneg Eddy Cahyono Sugiarto dikutip dari laman setneg.go.id, Minggu (11/4/2021).

Menurut Eddy, hal ini dilakukan sebagai komitmen untuk meningkatkan perbaikan pengelolaan aset negara setelah diterbitkannya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 19 Tahun 2021 tentang Pengelolaan TMII.

Pihaknya telah membuka kanal partisipasi bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasinya melalui beberapa kanal media Kemensetneg. Di antaranya Instagram, Twitter, Facebook, dan alamat email [email protected]

"Kemensetneg menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada masyarakat yang telah menyampaikan aspirasinya melalui Kanal Aspirasi TMII, antara lain harapan agar pengelolaan TMII ke depan berbasis konsep 4.0, edukasi nusantara yang dikemas lebih modern, melibatkan partisipasi budayawan, seniman, duta wisata, dan duta budaya, perbaikan sarana dan prasarana serta lebih memperhatikan lingkungan," jelas Eddy.

Eddy berharap masyarakat luas dapat terus memberikan masukan melalui kanal aspirasi tersebut.

"Sehingga dapat mengakselerasi pencapaian TMII sebagai kawasan pelestarian dan pengembangan budaya bangsa, sarana wisata edukasi bermatra budaya nusantara, mempertebal rasa cinta tanah air, dan membina rasa persatuan serta kesatuan bangsa," ujarnya.

Sebagaimana diketahui, pengelolaan TMII tertuang dalam Perpres No. 19 Tahun 2021. Perpres itu juga sekaligus mengakhiri kewenangan Yayasan Harapan Kita selaku pengelola TMII selama hampir 44 tahun.

Merujuk pada Keppres Nomor 51 Tahun 1977, TMII adalah milik negara yang pengelolaannya dilakukan oleh Yayasan Harapan Kita. TMII berada di kawasan strategis di Jakarta Timur, dengan luas 1.467.704 meter persegi beserta bangunan di atasnya.

Yayasan Harapan Kita juga disebut tidak memberikan kontribusi kepada keuangan negara. Hal itu sesuai rekomendasi dari para pemangku kepentingan, terutama Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Mensesneg Pratikno juga telah membentuk Tim Transisi yang bertugas mempersiapkan dan mengawal pelaksanaan serah terima sebagaimana dimaksud, serta pengelolaan TMII sampai terbentuknya pengelola baru.

Selama masa transisi, operasional dan pelayanan kepada masyarakat masih tetap berjalan seperti biasa.

"Karyawan tetap yang selama ini bekerja di TMII, kami harapkan terus bekerja seperti biasa selama masa transisi dan memperoleh hak-hak keuangan dan fasilitas lainnya sebagaimana selama ini, dan nantinya dapat dipekerjakan sebagai karyawan pada pengelola baru TMII," pungkas Eddy. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

Resmi Jadi Pengelola TMII, Kemensetneg Minta Aspirasi Publik, Apa Tujuannya?

...
RILIS.ID
Jakarta
11 April 2021 - 19:59 WIB
Nasional | RILISID
...
FOTO: ISTIMEWA

RILISID, Jakarta — Taman Mini Indonesia Indah (TMII) kini sudah dikuasai negara. Pengelolaan TMII pun diserahkan kepada Kementerian Sekretaris Negara (Kemensetneg).

Kemensetneg berkomitmen menjadikan TMII sebagai kawasan pelestarian dan pengembangan budaya bangsa, sarana wisata edukasi bermatra budaya nusantara, menjadi cultural theme park berstandar internasional serta fasilitas lain yang mendorong inovasi dan kreativitas anak bangsa sekaligus memberikan kontribusi kepada keuangan negara.

"Kemensetneg akan memfasilitasi penyerapan aspirasi publik terkait pengembangan dan pengelolaan TMII ke depan," kata Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kemensetneg Eddy Cahyono Sugiarto dikutip dari laman setneg.go.id, Minggu (11/4/2021).

Menurut Eddy, hal ini dilakukan sebagai komitmen untuk meningkatkan perbaikan pengelolaan aset negara setelah diterbitkannya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 19 Tahun 2021 tentang Pengelolaan TMII.

Pihaknya telah membuka kanal partisipasi bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasinya melalui beberapa kanal media Kemensetneg. Di antaranya Instagram, Twitter, Facebook, dan alamat email [email protected]

"Kemensetneg menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada masyarakat yang telah menyampaikan aspirasinya melalui Kanal Aspirasi TMII, antara lain harapan agar pengelolaan TMII ke depan berbasis konsep 4.0, edukasi nusantara yang dikemas lebih modern, melibatkan partisipasi budayawan, seniman, duta wisata, dan duta budaya, perbaikan sarana dan prasarana serta lebih memperhatikan lingkungan," jelas Eddy.

Eddy berharap masyarakat luas dapat terus memberikan masukan melalui kanal aspirasi tersebut.

"Sehingga dapat mengakselerasi pencapaian TMII sebagai kawasan pelestarian dan pengembangan budaya bangsa, sarana wisata edukasi bermatra budaya nusantara, mempertebal rasa cinta tanah air, dan membina rasa persatuan serta kesatuan bangsa," ujarnya.

Sebagaimana diketahui, pengelolaan TMII tertuang dalam Perpres No. 19 Tahun 2021. Perpres itu juga sekaligus mengakhiri kewenangan Yayasan Harapan Kita selaku pengelola TMII selama hampir 44 tahun.

Merujuk pada Keppres Nomor 51 Tahun 1977, TMII adalah milik negara yang pengelolaannya dilakukan oleh Yayasan Harapan Kita. TMII berada di kawasan strategis di Jakarta Timur, dengan luas 1.467.704 meter persegi beserta bangunan di atasnya.

Yayasan Harapan Kita juga disebut tidak memberikan kontribusi kepada keuangan negara. Hal itu sesuai rekomendasi dari para pemangku kepentingan, terutama Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Mensesneg Pratikno juga telah membentuk Tim Transisi yang bertugas mempersiapkan dan mengawal pelaksanaan serah terima sebagaimana dimaksud, serta pengelolaan TMII sampai terbentuknya pengelola baru.

Selama masa transisi, operasional dan pelayanan kepada masyarakat masih tetap berjalan seperti biasa.

"Karyawan tetap yang selama ini bekerja di TMII, kami harapkan terus bekerja seperti biasa selama masa transisi dan memperoleh hak-hak keuangan dan fasilitas lainnya sebagaimana selama ini, dan nantinya dapat dipekerjakan sebagai karyawan pada pengelola baru TMII," pungkas Eddy. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya