Realisasi Belanja Infrastruktur Kementerian PUPR Capai Rp66,49 Triliun
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Realisasi Belanja Infrastruktur Kementerian PUPR Capai Rp66,49 Triliun

...
RILIS.ID
Jakarta
20 Agustus 2021 - 9:38 WIB
Nasional | RILISID
...
Kegiatan pembangunan infrastruktur oleh Kementerian PUPR./FOTO pu.go.id.

RILISID, Jakarta — Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus melanjutkan program kerja melalui belanja infrastruktur PUPR.

Tercatat sesuai data emonitoring hingga 19 Agustus 2021, dari total pagu anggaran tahun 2021 yang mengalami perubahan dari semula Rp149,81 triliun menjadi Rp 143,19 triliun, realisasinya sudah 46,44% atau senilai Rp66,49 triliun dan progres fisik sebesar 49,67%.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengingatkan untuk terus meningkatkan kualitas belanja APBN dengan memperhatikan tiga prinsip reformasi anggaran belanja, yakni  ekonomis (spending less), efektif (spending  well) yakni tepat sasaran, dan efisien (spending wisely). 

”Saya pastikan kegiatan kegiatan strategis di Kementerian PUPR tetap berjalan dalam rangka meningkatkan daya saing sekaligus menjadi stimulus bagi program pemulihan ekonomi nasional (PEN) dampak pandemi Covid-19,” ujarnya yang dikutip dari pu.go.id.

Dari total anggaran tahun 2021 tersebut juga termasuk dari program pembangunan infrastruktur dengan skema Padat Karya Tunai (PKT). Program tersebut di antaranya untuk pembangunan irigasi kecil, sanitasi, jalan produksi, dan rumah swadaya.
Khusus untuk program PKT, realisasinya mencapai 58,01% atau senilai Rp14,02 triliun dari total anggaran PKT tahun 2021 senilai Rp23,24 triliun dengan target menyerap 1,23 juta tenaga kerja.

”Program Padat Karya Tunai Kementerian PUPR dilaksanakan melalui pembangunan infrastruktur yang melibatkan masyarakat/warga setempat sebagai pelaku pembangunan, khususnya infrastruktur berskala kecil atau pekerjaan sederhana yang tidak membutuhkan teknologi,” tegasnya.

Basuki menekankan, program ini bertujuan untuk mendistribusikan dana hingga ke desa, menjaga daya beli masyarakat serta menyerap tenaga kerja. Terdapat 20 kegiatan yang diharapkan dapat membantu mempercepat program PEN pasca pandemi Covid-19.

Selain PKT, untuk mendukung PEN, Kementerian PUPR juga mengalokasikan anggaran pembelian produk rakyat/UMKM sebesar Rp173,93 miliar. Pembelian produk rakyat tersebut terdiri dari material tambalan cepat mantap (CPHMA) sebanyak 100.000 ton sebesar Rp49,47 milar dengan realisasi sebesar 45,87%,  pembelian Rosin Ester sebesar Rp 24,55 miliar dengan progres 21,49%, dan pembelian karet untuk pengolahan aspal (bokar) sebesar Rp 100 miliar dengan progres 28,28%.

Untuk mendukung PEN, juga terdapat empat program lainnya yakni dukungan pengembangan pariwisata sebesar Rp3,67 triliun dengan progres 46,85%, ketahanan pangan Rp25,84 triliun dengan progres 57,81%, dukungan pengembangan Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang sebesar Rp2,75 triliun dengan progres 23,49% dan Information and Communication Technologies (ICT) sebesar Rp 161 miliar dengan progres 37,41%.

Sedangkan khusus untuk kegiatan dukungan PEN pada pembangunan 5 Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN)/Destinasi Super Prioritas (DSP) saat  ini progres fisik pembangunan anggaran TA 2021 mencapai 54,72%.

Kemudian, progres keuangan 48,37% atau senilai Rp1,59 triliun dari total anggaran Rp3,29 triliun untuk 5 DSP yakni Borobudur, Danau Toba, Mandalika, Labuan bajo dan Likupang-Manado-Bitung.(*)

Editor : Wirahadikusumah

TAG:

Berita Lainnya

Realisasi Belanja Infrastruktur Kementerian PUPR Capai Rp66,49 Triliun

...
RILIS.ID
Jakarta
20 Agustus 2021 - 9:38 WIB
Nasional | RILISID
...
Kegiatan pembangunan infrastruktur oleh Kementerian PUPR./FOTO pu.go.id.

RILISID, Jakarta — Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus melanjutkan program kerja melalui belanja infrastruktur PUPR.

Tercatat sesuai data emonitoring hingga 19 Agustus 2021, dari total pagu anggaran tahun 2021 yang mengalami perubahan dari semula Rp149,81 triliun menjadi Rp 143,19 triliun, realisasinya sudah 46,44% atau senilai Rp66,49 triliun dan progres fisik sebesar 49,67%.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengingatkan untuk terus meningkatkan kualitas belanja APBN dengan memperhatikan tiga prinsip reformasi anggaran belanja, yakni  ekonomis (spending less), efektif (spending  well) yakni tepat sasaran, dan efisien (spending wisely). 

”Saya pastikan kegiatan kegiatan strategis di Kementerian PUPR tetap berjalan dalam rangka meningkatkan daya saing sekaligus menjadi stimulus bagi program pemulihan ekonomi nasional (PEN) dampak pandemi Covid-19,” ujarnya yang dikutip dari pu.go.id.

Dari total anggaran tahun 2021 tersebut juga termasuk dari program pembangunan infrastruktur dengan skema Padat Karya Tunai (PKT). Program tersebut di antaranya untuk pembangunan irigasi kecil, sanitasi, jalan produksi, dan rumah swadaya.
Khusus untuk program PKT, realisasinya mencapai 58,01% atau senilai Rp14,02 triliun dari total anggaran PKT tahun 2021 senilai Rp23,24 triliun dengan target menyerap 1,23 juta tenaga kerja.

”Program Padat Karya Tunai Kementerian PUPR dilaksanakan melalui pembangunan infrastruktur yang melibatkan masyarakat/warga setempat sebagai pelaku pembangunan, khususnya infrastruktur berskala kecil atau pekerjaan sederhana yang tidak membutuhkan teknologi,” tegasnya.

Basuki menekankan, program ini bertujuan untuk mendistribusikan dana hingga ke desa, menjaga daya beli masyarakat serta menyerap tenaga kerja. Terdapat 20 kegiatan yang diharapkan dapat membantu mempercepat program PEN pasca pandemi Covid-19.

Selain PKT, untuk mendukung PEN, Kementerian PUPR juga mengalokasikan anggaran pembelian produk rakyat/UMKM sebesar Rp173,93 miliar. Pembelian produk rakyat tersebut terdiri dari material tambalan cepat mantap (CPHMA) sebanyak 100.000 ton sebesar Rp49,47 milar dengan realisasi sebesar 45,87%,  pembelian Rosin Ester sebesar Rp 24,55 miliar dengan progres 21,49%, dan pembelian karet untuk pengolahan aspal (bokar) sebesar Rp 100 miliar dengan progres 28,28%.

Untuk mendukung PEN, juga terdapat empat program lainnya yakni dukungan pengembangan pariwisata sebesar Rp3,67 triliun dengan progres 46,85%, ketahanan pangan Rp25,84 triliun dengan progres 57,81%, dukungan pengembangan Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang sebesar Rp2,75 triliun dengan progres 23,49% dan Information and Communication Technologies (ICT) sebesar Rp 161 miliar dengan progres 37,41%.

Sedangkan khusus untuk kegiatan dukungan PEN pada pembangunan 5 Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN)/Destinasi Super Prioritas (DSP) saat  ini progres fisik pembangunan anggaran TA 2021 mencapai 54,72%.

Kemudian, progres keuangan 48,37% atau senilai Rp1,59 triliun dari total anggaran Rp3,29 triliun untuk 5 DSP yakni Borobudur, Danau Toba, Mandalika, Labuan bajo dan Likupang-Manado-Bitung.(*)

Editor : Wirahadikusumah

TAG:

Berita Lainnya