RI Kembali Terima Bantuan Vaksin Moderna dari AS, Totalnya 4,5 Juta Dosis
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

RI Kembali Terima Bantuan Vaksin Moderna dari AS, Totalnya 4,5 Juta Dosis

...
RILIS.ID
Jakarta
16 Juli 2021 - 11:29 WIB
Nasional | RILISID
...
Foto: Istimewa

RILISID, Jakarta — Bantuan vaksin terus berdatangan ke Indonesia. Kali ini sebanyak 1,5 juta dosis vaksin jadi Moderna dari Amerika Serikat (AS) tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Kamis (15/7/2021).

Pada Minggu (11/7/2021), pemerintah Indonesia telah menerima bantuan 3 juta dosis vaksin Moderna dalam bentuk jadi. Sehingga total vaksin Moderna yang diterima Indonesia mencapai 4,5 juta dosis.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno LP Marsudi mengatakan bantuan 1,5 juta dosis vaksin Moderna merupakan dukungan kerja sama pemerintah Amerika Serikat melalui jalur multilateral COVAX Facility.

Selain vaksin Moderna, Indonesia menerima pengiriman tahap kedua vaksin jadi AstraZeneca sebanyak 1.162.840 dosis. Bantuan tersebut merupakan dukungan kerja sama bilateral dengan pemerintah Jepang.

”Jumlah vaksin, baik dari Amerika maupun Jepang ini sejalan dengan komitmen, baik yang disampaikan pemerintah Amerika Serikat melalui Menteri Luar Negeri AS, Secretary Antony Blinken dan National Security Advisor Jake Sullivan, serta komunikasi saya dengan Menlu Jepang Motegi, baik melalui telepon maupun saat pertemuan di sela-sela KTM G20 di Italia, 29 Juni yang lalu,” jelasnya.

Retno pun menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan oleh kedua negara sahabat tersebut.

”Atas nama pemerintah Indonesia, saya ingin sekali lagi mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada Pemerintah Amerika Serikat dan Jepang yang telah berbagi dosis vaksin, baik melalui jalur bilateral maupun multilateral,” ujarnya.

Dengan kedatangan ini, maka jumlah vaksin Moderna dukungan kerja sama Pemerintah AS melalui COVAX Facility yang telah diterima Indonesia adalah sebesar 4.500.160 dosis. Sedangkan total vaksin dukungan dose-sharing bilateral dari Jepang yang sudah diterima ialah 2.161.240 dosis. Secara keseluruhan, per 15 Juli 2021 ini, Indonesia telah menerima 140.274.480 dosis vaksin, dengan 115.500.280 dalam bentuk bahan baku dan 24.774.200 dalam bentuk vaksin jadi.

Retno mengungkapkan bahwa tantangan kenaikan angka kasus COVID-19 tak hanya terjadi di Indonesia tapi juga dunia.

”Dirjen WHO baru-baru ini menyampaikan bahwa selama empat minggu terakhir dunia menghadapi kenaikan kasus secara terus-menerus di hampir semua kawasan. Jumlah kematian global juga minggu ini mulai naik kembali, setelah sepuluh minggu secara berturut-turut mengalami penurunan,” ungkapnya.

Ditambahkan Retno, WHO menyebutkan bahwa untuk mengatasi kenaikan kasus yang terjadi secara signifikan tersebut dua hal yang dapat dilakukan adalah pembatasan mobilitas dan percepatan vaksinasi.

”Dalam kaitan dengan Indonesia, saat ini pembatasan mobilitas tengah dilakukan oleh pemerintah melalui PPKM Darurat dan di saat yang sama pemerintah juga terus mengupayakan percepatan vaksinasi,” imbuhnya.

Retno menegaskan, pemerintah akan terus bekerja keras untuk mengamankan pasokan vaksin untuk kebutuhan vaksinasi nasional guna mencapai kekebalan komunal atau herd immunity dalam menghadapi pandemi COVID-19.

”Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Luar Negeri, Kementerian Kesehatan, dan Kementerian BUMN, serta instansi terkait lainnya akan terus bersinergi untuk memastikan kelancaran pasokan vaksin di Indonesia, baik secara bilateral, maupun melalui jalur multilateral,” tegasnya.

Menlu mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dan menyukseskan program vaksinasi dan memperkuat penerapan protokol kesehatan.

“Mari kita sukseskan vaksinasi untuk COVID-19 dan kita perkuat penerapan protokol kesehatan sehingga Indonesia dapat segera keluar dari pandemi ini,” pungkasnya. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

RI Kembali Terima Bantuan Vaksin Moderna dari AS, Totalnya 4,5 Juta Dosis

...
RILIS.ID
Jakarta
16 Juli 2021 - 11:29 WIB
Nasional | RILISID
...
Foto: Istimewa

RILISID, Jakarta — Bantuan vaksin terus berdatangan ke Indonesia. Kali ini sebanyak 1,5 juta dosis vaksin jadi Moderna dari Amerika Serikat (AS) tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Kamis (15/7/2021).

Pada Minggu (11/7/2021), pemerintah Indonesia telah menerima bantuan 3 juta dosis vaksin Moderna dalam bentuk jadi. Sehingga total vaksin Moderna yang diterima Indonesia mencapai 4,5 juta dosis.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno LP Marsudi mengatakan bantuan 1,5 juta dosis vaksin Moderna merupakan dukungan kerja sama pemerintah Amerika Serikat melalui jalur multilateral COVAX Facility.

Selain vaksin Moderna, Indonesia menerima pengiriman tahap kedua vaksin jadi AstraZeneca sebanyak 1.162.840 dosis. Bantuan tersebut merupakan dukungan kerja sama bilateral dengan pemerintah Jepang.

”Jumlah vaksin, baik dari Amerika maupun Jepang ini sejalan dengan komitmen, baik yang disampaikan pemerintah Amerika Serikat melalui Menteri Luar Negeri AS, Secretary Antony Blinken dan National Security Advisor Jake Sullivan, serta komunikasi saya dengan Menlu Jepang Motegi, baik melalui telepon maupun saat pertemuan di sela-sela KTM G20 di Italia, 29 Juni yang lalu,” jelasnya.

Retno pun menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan oleh kedua negara sahabat tersebut.

”Atas nama pemerintah Indonesia, saya ingin sekali lagi mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada Pemerintah Amerika Serikat dan Jepang yang telah berbagi dosis vaksin, baik melalui jalur bilateral maupun multilateral,” ujarnya.

Dengan kedatangan ini, maka jumlah vaksin Moderna dukungan kerja sama Pemerintah AS melalui COVAX Facility yang telah diterima Indonesia adalah sebesar 4.500.160 dosis. Sedangkan total vaksin dukungan dose-sharing bilateral dari Jepang yang sudah diterima ialah 2.161.240 dosis. Secara keseluruhan, per 15 Juli 2021 ini, Indonesia telah menerima 140.274.480 dosis vaksin, dengan 115.500.280 dalam bentuk bahan baku dan 24.774.200 dalam bentuk vaksin jadi.

Retno mengungkapkan bahwa tantangan kenaikan angka kasus COVID-19 tak hanya terjadi di Indonesia tapi juga dunia.

”Dirjen WHO baru-baru ini menyampaikan bahwa selama empat minggu terakhir dunia menghadapi kenaikan kasus secara terus-menerus di hampir semua kawasan. Jumlah kematian global juga minggu ini mulai naik kembali, setelah sepuluh minggu secara berturut-turut mengalami penurunan,” ungkapnya.

Ditambahkan Retno, WHO menyebutkan bahwa untuk mengatasi kenaikan kasus yang terjadi secara signifikan tersebut dua hal yang dapat dilakukan adalah pembatasan mobilitas dan percepatan vaksinasi.

”Dalam kaitan dengan Indonesia, saat ini pembatasan mobilitas tengah dilakukan oleh pemerintah melalui PPKM Darurat dan di saat yang sama pemerintah juga terus mengupayakan percepatan vaksinasi,” imbuhnya.

Retno menegaskan, pemerintah akan terus bekerja keras untuk mengamankan pasokan vaksin untuk kebutuhan vaksinasi nasional guna mencapai kekebalan komunal atau herd immunity dalam menghadapi pandemi COVID-19.

”Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Luar Negeri, Kementerian Kesehatan, dan Kementerian BUMN, serta instansi terkait lainnya akan terus bersinergi untuk memastikan kelancaran pasokan vaksin di Indonesia, baik secara bilateral, maupun melalui jalur multilateral,” tegasnya.

Menlu mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dan menyukseskan program vaksinasi dan memperkuat penerapan protokol kesehatan.

“Mari kita sukseskan vaksinasi untuk COVID-19 dan kita perkuat penerapan protokol kesehatan sehingga Indonesia dapat segera keluar dari pandemi ini,” pungkasnya. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya