Pemerintah Siapkan Rp8 Triliun untuk Subsidi Upah 8 Juta Pekerja atau Buruh
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Pemerintah Siapkan Rp8 Triliun untuk Subsidi Upah 8 Juta Pekerja atau Buruh

...
RILIS.ID
Jakarta
22 Juli 2021 - 12:23 WIB
Nasional | RILISID
...
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah. Foto: Dokumentasi BPMI Setpres/Istimewa

RILISID, Jakarta — Bantuan berupa subsidi gaji/upah bagi pekerja/buruh (BSU) di tahun 2021 ini rencananya kembali digulirkan pemerintah. Bantuan ini diharapkan mencegah terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK) sebagai akibat pandemi Covid-19 serta membantu pekerja yang dirumahkan.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengatakan, pemberian BSU diharapkan mampu meningkatkan daya beli dan menjaga tingkat kesejahteraan pekerja/buruh.

”BSU juga diharapkan mampu membantu meringankan beban pengusaha untuk dapat mempertahankan usahanya di masa pandemi Covid-19,” ujarnya dalam siaran persnya, Rabu (21/7/2021).

Dengan BSU ini, Ida berharap beban perusahaan dapat berkurang sehingga pengusaha dan pekerja/buruh dapat terus melakukan dialog sosial bipartit guna mencari solusi bersama di tengah pandemi.

”Melalui BSU juga, hubungan industrial yang harmonis dan kondusif di perusahaan bisa terjaga. Sehingga, PHK dapat terhindarkan,” ucapnya.

Ida melanjutkan, jumlah calon penerima BSU diestimasi mencapai sekitar 8 juta orang dengan kebutuhan anggaran sebesar Rp8 triliun.

”Jumlah ini masih berupa estimasi mengingat proses screening data yang sesuai dengan kriteria di atas masih dilakukan BPJS Ketenagakerjaan,” katanya.

Nantinya, imbuh dia, BSU akan diatur dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) yang menetapkan Pedoman Pemberian Bantuan Pemerintah Berupa Subsidi Upah/Upah Bagi Pekerja Buruh Dalam Penanganan Dampak Corona Virus Disease (Covid-19) dan PPKM 2021.(*)

Editor : Wirahadikusumah

TAG:

Berita Lainnya

Pemerintah Siapkan Rp8 Triliun untuk Subsidi Upah 8 Juta Pekerja atau Buruh

...
RILIS.ID
Jakarta
22 Juli 2021 - 12:23 WIB
Nasional | RILISID
...
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah. Foto: Dokumentasi BPMI Setpres/Istimewa

RILISID, Jakarta — Bantuan berupa subsidi gaji/upah bagi pekerja/buruh (BSU) di tahun 2021 ini rencananya kembali digulirkan pemerintah. Bantuan ini diharapkan mencegah terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK) sebagai akibat pandemi Covid-19 serta membantu pekerja yang dirumahkan.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengatakan, pemberian BSU diharapkan mampu meningkatkan daya beli dan menjaga tingkat kesejahteraan pekerja/buruh.

”BSU juga diharapkan mampu membantu meringankan beban pengusaha untuk dapat mempertahankan usahanya di masa pandemi Covid-19,” ujarnya dalam siaran persnya, Rabu (21/7/2021).

Dengan BSU ini, Ida berharap beban perusahaan dapat berkurang sehingga pengusaha dan pekerja/buruh dapat terus melakukan dialog sosial bipartit guna mencari solusi bersama di tengah pandemi.

”Melalui BSU juga, hubungan industrial yang harmonis dan kondusif di perusahaan bisa terjaga. Sehingga, PHK dapat terhindarkan,” ucapnya.

Ida melanjutkan, jumlah calon penerima BSU diestimasi mencapai sekitar 8 juta orang dengan kebutuhan anggaran sebesar Rp8 triliun.

”Jumlah ini masih berupa estimasi mengingat proses screening data yang sesuai dengan kriteria di atas masih dilakukan BPJS Ketenagakerjaan,” katanya.

Nantinya, imbuh dia, BSU akan diatur dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) yang menetapkan Pedoman Pemberian Bantuan Pemerintah Berupa Subsidi Upah/Upah Bagi Pekerja Buruh Dalam Penanganan Dampak Corona Virus Disease (Covid-19) dan PPKM 2021.(*)

Editor : Wirahadikusumah

TAG:

Berita Lainnya