Pembangunan Tiga Ruas Tol Rampung, Waktu Tempuh Balikpapan-Samarinda Jadi 1 Jam
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Pembangunan Tiga Ruas Tol Rampung, Waktu Tempuh Balikpapan-Samarinda Jadi 1 Jam

...
RILIS.ID
Jakarta
18 Agustus 2021 - 12:51 WIB
Nasional | RILISID
...
Jalan Tol Balikpapan-Samarinda.Foto: pu.go.id./IST

RILISID, Jakarta — Pembangunan tiga ruas jalan tol baru sepanjang 69 km dan satu jalan lingkar sepanjang 17.4 km di sejumlah provinsi dirampungkan pekerjaannya oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Empat ruas jalan tersebut siap beroperasi untuk meningkatkan konektivitas dan kelancaran lalu lintas serta logistik. Hingga akhirnya, akan mendorong tumbuhnya pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Ruas jalan tol pertama yang siap diresmikan pengoperasiannya adalah bagian dari jalan tol pertama di Pulau Kalimantan. Yakni Tol Balikpapan-Samarinda (Balsam) Seksi I ruas Balikpapan–Samboja (22 Km) dan Seksi V ruas Sepinggan-Balikpapan (11,1 Km).

Dua ruas tersebut merupakan titik krusial untuk operasi penuh Tol Balsam yang seksi II, III, dan IV telah diresmikan pengoperasiannya oleh Presiden Jokowi pada Desember 2019.

Dengan beroperasinya ruas Tol Balsam secara utuh, diharapkan bisa memangkas waktu tempuh antar Balikpapan-Samarinda dari semula 3 jam menjadi hanya 1 jam saja.

Kemudian, dari lima seksi ruas tol, Kementerian PUPR dan Pemprov Kalimantan Timur (Kaltim) memberikan dukungan pembangunan konstruksi di Seksi I dan Seksi V yang bertujuan meningkatkan kelayakan finansial ruas tol tersebut.

Jalan Tol Balsam juga menjadi akses menuju Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman, Sepinggan. Akses menuju bandara ini dapat ditempuh dalam waktu 15-20 menit dengan melewati Seksi V ruas Balikpapan–Sepinggan.

Lalu, ruas tol kedua yang siap diresmikan adalah Tol Serang-Panimbang Seksi 1 sepanjang 26,5 km menghubungkan Serang-Rangkasbitung.

Pembangunan Tol Serang-Panimbang (83,67 km) yang terdiri dari tiga seksi tersebut dikerjakan melalui skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Untuk Seksi 1-2 menjadi porsi Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) oleh PT Wijaya Karya Serang Panimbang dan Seksi 3 porsi pemerintah.

Kehadiran Tol Serang-Panimbang akan memberikan kemudahan dan efisiensi waktu perjalanan seperti dari Jakarta menuju kawasan pariwisata Tanjung Lesung yang sebelumnya membutuhkan waktu tempuh 4-5 jam menjadi sekitar 2-3 jam dengan kecepatan rata-rata 100 km/jam. Hal itu mendukung pengembangan ekonomi Wilayah Banten Tengah dan Banten Selatan dengan Banten Utara.

Kemudian ruas tol ketiga yang siap diresmikan pengoperasiannya adalah Jalan Tol Layang Dalam Kota Seksi Kelapa Gading-Pulo Gebang sepanjang 9,3 km.

Seksi Kelapa Gading-Pulo Gebang akan terkoneksi dengan jaringan Jalan Tol JORR Seksi E menuju Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Marunda dan Pelabuhan Tanjung Priok.

Seksi ini merupakan bagian dari pembangunan tahap 1 Jalan Tol Layang Dalam Kota dengan investasi yang dilaksanakan oleh kontraktor pelaksana PT Jaya Konstruksi–PT Adhi Karya (KSO).

Selain jalan tol, terdapat satu ruas jalan nasional yang siap diresmikan yakni Jalan Lingkar Brebes-Tegal di Provinsi Jawa Tengah sepanjang 17,4 km untuk mendukung konektivitas dan kelancaran arus lalu lintas di wilayah Brebes dan Tegal yang merupakan salahsatu pusat pertumbuhan ekonomi wilayah di koridor Tol Trans Jawa di sekitar Pantai Utara (Pantura) Jawa Tengah.

Pembangunan Jalan Lingkar Brebes-Tegal menggunakan APBN Kementerian PUPR cq Ditjen Bina Marga yang dikerjakan oleh kontraktor PT Adhi Karya (Persero) Tbk sejak Desember 2019.

Keberadaan jalan ini diharapkan juga mendukung kelancaraan arus lalu lintas di Kota Brebes pada khususnya, karena Jalur Pantura yang masuk dalam Kota Brebes akan memiliki jalur alternatif, sehingga jalan dalam kota lebih awet karena tidak dilintasi kendaraan besar serta dapat menekan angka kecelakaan di jalan nasional Kota Brebes.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, kehadiran jalan tol yang terhubung dengan kawasan-kawasan produktif seperti kawasan industri, pariwisata, bandara, dan pelabuhan akan dapat mengurangi biaya logistik dan meningkatkan daya saing produk nasional.

”Ini merupakan bukti pemerintah bersama pelaku industri jasa konstruksi terus bekerja di tengah pandemi Covid-19. Kami meyakini infrastruktur adalah salah satu pilar Indonesia Tangguh dan Indonesia Tumbuh,” ujarnya yang dikutip dari pu.go.id.

Basuki berharap, sektor konstruksi dapat terus menjadi salah satu solusi dan tumpuan untuk menjaga pertumbuhan ekonomi yang positif, sekaligus membantu Indonesia untuk pemulihan ekonomi nasional.

Ia menegaskan, pembangunan infrastruktur terus dilanjutkan sesuai visi dan misi Presiden Jokowi untuk mewujudkan Indonesia Maju, sehingga tidak hanya untuk mendorong perkembangan ekonomi di kawasan perkotaan dan kawasan maju lainnya, tetapi juga infrastruktur di kawasan sedang berkembang dan perbatasan sehingga bisa mengurangi disparitas sosial, ekonomi dan wilayah.

Sementara, terkait waktu peresmian, Staf Ahli Menteri PUPR Bidang Teknologi, Industri, dan Lingkungan sekaligus Juru Bicara Kementerian PUPR Endra S. Atmawidjaja mengatakan akan menyesuaikan dengan jadwal yang diberikan Istana.

”Sertifikat Laik Operasi sudah terbit. Intinya kami siap. Semoga bisa menjadi kado dalam rangkaian peringatan HUT ke-76 RI,” katanya.(*)

Editor : Redaksi

TAG:

Berita Lainnya

Pembangunan Tiga Ruas Tol Rampung, Waktu Tempuh Balikpapan-Samarinda Jadi 1 Jam

...
RILIS.ID
Jakarta
18 Agustus 2021 - 12:51 WIB
Nasional | RILISID
...
Jalan Tol Balikpapan-Samarinda.Foto: pu.go.id./IST

RILISID, Jakarta — Pembangunan tiga ruas jalan tol baru sepanjang 69 km dan satu jalan lingkar sepanjang 17.4 km di sejumlah provinsi dirampungkan pekerjaannya oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Empat ruas jalan tersebut siap beroperasi untuk meningkatkan konektivitas dan kelancaran lalu lintas serta logistik. Hingga akhirnya, akan mendorong tumbuhnya pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Ruas jalan tol pertama yang siap diresmikan pengoperasiannya adalah bagian dari jalan tol pertama di Pulau Kalimantan. Yakni Tol Balikpapan-Samarinda (Balsam) Seksi I ruas Balikpapan–Samboja (22 Km) dan Seksi V ruas Sepinggan-Balikpapan (11,1 Km).

Dua ruas tersebut merupakan titik krusial untuk operasi penuh Tol Balsam yang seksi II, III, dan IV telah diresmikan pengoperasiannya oleh Presiden Jokowi pada Desember 2019.

Dengan beroperasinya ruas Tol Balsam secara utuh, diharapkan bisa memangkas waktu tempuh antar Balikpapan-Samarinda dari semula 3 jam menjadi hanya 1 jam saja.

Kemudian, dari lima seksi ruas tol, Kementerian PUPR dan Pemprov Kalimantan Timur (Kaltim) memberikan dukungan pembangunan konstruksi di Seksi I dan Seksi V yang bertujuan meningkatkan kelayakan finansial ruas tol tersebut.

Jalan Tol Balsam juga menjadi akses menuju Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman, Sepinggan. Akses menuju bandara ini dapat ditempuh dalam waktu 15-20 menit dengan melewati Seksi V ruas Balikpapan–Sepinggan.

Lalu, ruas tol kedua yang siap diresmikan adalah Tol Serang-Panimbang Seksi 1 sepanjang 26,5 km menghubungkan Serang-Rangkasbitung.

Pembangunan Tol Serang-Panimbang (83,67 km) yang terdiri dari tiga seksi tersebut dikerjakan melalui skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Untuk Seksi 1-2 menjadi porsi Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) oleh PT Wijaya Karya Serang Panimbang dan Seksi 3 porsi pemerintah.

Kehadiran Tol Serang-Panimbang akan memberikan kemudahan dan efisiensi waktu perjalanan seperti dari Jakarta menuju kawasan pariwisata Tanjung Lesung yang sebelumnya membutuhkan waktu tempuh 4-5 jam menjadi sekitar 2-3 jam dengan kecepatan rata-rata 100 km/jam. Hal itu mendukung pengembangan ekonomi Wilayah Banten Tengah dan Banten Selatan dengan Banten Utara.

Kemudian ruas tol ketiga yang siap diresmikan pengoperasiannya adalah Jalan Tol Layang Dalam Kota Seksi Kelapa Gading-Pulo Gebang sepanjang 9,3 km.

Seksi Kelapa Gading-Pulo Gebang akan terkoneksi dengan jaringan Jalan Tol JORR Seksi E menuju Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Marunda dan Pelabuhan Tanjung Priok.

Seksi ini merupakan bagian dari pembangunan tahap 1 Jalan Tol Layang Dalam Kota dengan investasi yang dilaksanakan oleh kontraktor pelaksana PT Jaya Konstruksi–PT Adhi Karya (KSO).

Selain jalan tol, terdapat satu ruas jalan nasional yang siap diresmikan yakni Jalan Lingkar Brebes-Tegal di Provinsi Jawa Tengah sepanjang 17,4 km untuk mendukung konektivitas dan kelancaran arus lalu lintas di wilayah Brebes dan Tegal yang merupakan salahsatu pusat pertumbuhan ekonomi wilayah di koridor Tol Trans Jawa di sekitar Pantai Utara (Pantura) Jawa Tengah.

Pembangunan Jalan Lingkar Brebes-Tegal menggunakan APBN Kementerian PUPR cq Ditjen Bina Marga yang dikerjakan oleh kontraktor PT Adhi Karya (Persero) Tbk sejak Desember 2019.

Keberadaan jalan ini diharapkan juga mendukung kelancaraan arus lalu lintas di Kota Brebes pada khususnya, karena Jalur Pantura yang masuk dalam Kota Brebes akan memiliki jalur alternatif, sehingga jalan dalam kota lebih awet karena tidak dilintasi kendaraan besar serta dapat menekan angka kecelakaan di jalan nasional Kota Brebes.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, kehadiran jalan tol yang terhubung dengan kawasan-kawasan produktif seperti kawasan industri, pariwisata, bandara, dan pelabuhan akan dapat mengurangi biaya logistik dan meningkatkan daya saing produk nasional.

”Ini merupakan bukti pemerintah bersama pelaku industri jasa konstruksi terus bekerja di tengah pandemi Covid-19. Kami meyakini infrastruktur adalah salah satu pilar Indonesia Tangguh dan Indonesia Tumbuh,” ujarnya yang dikutip dari pu.go.id.

Basuki berharap, sektor konstruksi dapat terus menjadi salah satu solusi dan tumpuan untuk menjaga pertumbuhan ekonomi yang positif, sekaligus membantu Indonesia untuk pemulihan ekonomi nasional.

Ia menegaskan, pembangunan infrastruktur terus dilanjutkan sesuai visi dan misi Presiden Jokowi untuk mewujudkan Indonesia Maju, sehingga tidak hanya untuk mendorong perkembangan ekonomi di kawasan perkotaan dan kawasan maju lainnya, tetapi juga infrastruktur di kawasan sedang berkembang dan perbatasan sehingga bisa mengurangi disparitas sosial, ekonomi dan wilayah.

Sementara, terkait waktu peresmian, Staf Ahli Menteri PUPR Bidang Teknologi, Industri, dan Lingkungan sekaligus Juru Bicara Kementerian PUPR Endra S. Atmawidjaja mengatakan akan menyesuaikan dengan jadwal yang diberikan Istana.

”Sertifikat Laik Operasi sudah terbit. Intinya kami siap. Semoga bisa menjadi kado dalam rangkaian peringatan HUT ke-76 RI,” katanya.(*)

Editor : Redaksi

TAG:

Berita Lainnya