Pekan Ini, 1.000 Oksigen Konsentrator Bantuan Tanoto Foundation Akan Didistribusikan ke DIY-Bali
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Pekan Ini, 1.000 Oksigen Konsentrator Bantuan Tanoto Foundation Akan Didistribusikan ke DIY-Bali

...
RILIS.ID
Jakarta
5 Agustus 2021 - 11:52 WIB
Nasional | RILISID
...
Foto: Kemenkes RI

RILISID, Jakarta — Bantuan oksigen untuk penanganan Covid-19 terus berdatangan. Kali ini dari Tanoto Foundation melalui program oksigen untuk Indonesia.

President Director PT Riau Andalan Pulp and Papper Sihol Parulian Aritonang menyebutkan Tanoto Foundation akan menyerahkan 3 ribu unit oksigen konsentrator kepada pemerintah.

Tahap pertama, sebanyak 1.000 unit oksigen konsentrator telah diserahkan kepada pemerintah Indonesia. Serah terima tersebut berlangsung di Terminal Kargo, Bandara Soekarno-Hatta, pada Selasa (3/8/2021) lalu. Sisanya akan dikirimkan pada 10 Agustus.

"Kami juga bekerjasama dengan Temasek Foundation dan 14 mitra organisasi lainnya mendatangkan 11.000 oksigen konsentrator, di mana di antaranya Tanoto Foundation menyumbang 1.000 unit," kata Sihol dalam keterangan tertulisnya, dikutip dari laman Kementerian Kesehatan pada Kamis (5/8/2021).

"Kami juga mendatangkan langsung 2.000 unit oksigen konsentrator dari Tiongkok, di mana 1.000 unit tiba di Jakarta kemarin malam, sisanya kita jadwalkan tiba 10 Agustus 2021 menggunakan pesawat carter,” sambungnya.

Menurut Sihol, bantuan ini merupakan hasil komunikasi Tanoto Foundation dengan pemerintah. Hasil dari diskusi tersebut, ditindaklanjuti dengan pemesanan 3.000 unit oksigen konsentrator dari Tiongkok.

"Harapan kami dengan bantuan ini kebutuhan oksigen bagi pasien bisa terpenuhi dan kami berdoa semoga pandemi segera berakhir. Tetap sehat dan semangat untuk berbakti kepada negeri,” kata Sihol.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengapresiasi Tanoto Foundation yang terus terlibat secara aktif membantu pemerintah dalam upaya penanganan pandemi Covid-19 di Tanah Air.

Sebelumnya, Tanoto Foundation telah menyerahkan bantuan berupa APD lengkap, masker, kacamata medis, sarung tangan dan yang terakhir 500 ton oksigen liquid yang didatangkan langsung dari Pangkalan Kerinci, Pelalawan, Riau. Bantuan tersebut disalurkan ke beberapa rumah sakit di Jawa dan Bali.

Saat ini, kata Menkes, kebutuhan oksigen terus melonjak seiring tingginya angka kenaikan kasus Covid-19. Kebutuhan oksigen mencapai 2.000 ton per hari, padahal produksinya hanya sekitar 1.700 ton per hari. Artinya, masih ada gap yang cukup besar antara kapasitas produksi dan kebutuhan oksigen.

Untuk memenuhi kebutuhan oksigen medis, pemerintah memutuskan untuk menggunakan oksigen konsentrator sebagai pabrik oksigen mini. Alat ini lebih mudah digunakan dan hanya membutuhkan aliran listrik.

"Tanoto Foundation sebelumnya juga sempat kirim oksigen cair. Tapi untuk rumah sakit-rumah sakit kecil ataupun IGD yang tidak memiliki jaringan oksigen, mereka pakai tabung. Nah tabung oksigen ini susah logistiknya. Hingga akhirnya keluar ide pakai pabrik oksigen mini,” tuturnya.

Budi memperkirakan dari total 1.000 unit oksigen konsentrator mampu memproduksi sekitar 20 ton oksigen per hari.

Dengan total kebutuhan oksigen sekitar 2.000 ton per hari, pemerintah menargetkan 1.000 ton dari oksigen cair sementara 1.000 ton lainnya berasal dari pabrik-pabrik oksigen kecil (oksigen konsentrator). Diperkirakan butuh sekitar 50.000 unit oksigen konsentrator.

"Alhamdulillah donasi banyak berdatangan, pemerintah sendiri juga sudah berencana membeli sekitar 20-30 ribu unit dari Tiongkok. Kalau kita punya 50 ribu unit pabrik oksigen mini ini kita bisa produksi oksigen sampai 1.000 ton per hari. Kira-kira ada sekitar 30-50 ribu pasien bisa kita selamatkan,” papar Budi.

Rencananya, oksigen konsentrator ini akan segera disalurkan ke sejumlah rumah sakit di daerah yang jumlah kasusnya masih tinggi, terutama di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Bali dan beberapa provinsi di luar Jawa. Ia menargetkan proses distribusi rampung pekan ini.

"Barang-barang seperti ini tidak boleh lama-lama disimpen. Saya kasih target kalau bisa minggu ini dikirim semuanya, di luar Jawa sekarang lagi naik tinggi jadi perlu segera diisi, beberapa daerah seperi Yogya dan Bali masih perlu ditambah,” tandas Budi. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

Pekan Ini, 1.000 Oksigen Konsentrator Bantuan Tanoto Foundation Akan Didistribusikan ke DIY-Bali

...
RILIS.ID
Jakarta
5 Agustus 2021 - 11:52 WIB
Nasional | RILISID
...
Foto: Kemenkes RI

RILISID, Jakarta — Bantuan oksigen untuk penanganan Covid-19 terus berdatangan. Kali ini dari Tanoto Foundation melalui program oksigen untuk Indonesia.

President Director PT Riau Andalan Pulp and Papper Sihol Parulian Aritonang menyebutkan Tanoto Foundation akan menyerahkan 3 ribu unit oksigen konsentrator kepada pemerintah.

Tahap pertama, sebanyak 1.000 unit oksigen konsentrator telah diserahkan kepada pemerintah Indonesia. Serah terima tersebut berlangsung di Terminal Kargo, Bandara Soekarno-Hatta, pada Selasa (3/8/2021) lalu. Sisanya akan dikirimkan pada 10 Agustus.

"Kami juga bekerjasama dengan Temasek Foundation dan 14 mitra organisasi lainnya mendatangkan 11.000 oksigen konsentrator, di mana di antaranya Tanoto Foundation menyumbang 1.000 unit," kata Sihol dalam keterangan tertulisnya, dikutip dari laman Kementerian Kesehatan pada Kamis (5/8/2021).

"Kami juga mendatangkan langsung 2.000 unit oksigen konsentrator dari Tiongkok, di mana 1.000 unit tiba di Jakarta kemarin malam, sisanya kita jadwalkan tiba 10 Agustus 2021 menggunakan pesawat carter,” sambungnya.

Menurut Sihol, bantuan ini merupakan hasil komunikasi Tanoto Foundation dengan pemerintah. Hasil dari diskusi tersebut, ditindaklanjuti dengan pemesanan 3.000 unit oksigen konsentrator dari Tiongkok.

"Harapan kami dengan bantuan ini kebutuhan oksigen bagi pasien bisa terpenuhi dan kami berdoa semoga pandemi segera berakhir. Tetap sehat dan semangat untuk berbakti kepada negeri,” kata Sihol.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengapresiasi Tanoto Foundation yang terus terlibat secara aktif membantu pemerintah dalam upaya penanganan pandemi Covid-19 di Tanah Air.

Sebelumnya, Tanoto Foundation telah menyerahkan bantuan berupa APD lengkap, masker, kacamata medis, sarung tangan dan yang terakhir 500 ton oksigen liquid yang didatangkan langsung dari Pangkalan Kerinci, Pelalawan, Riau. Bantuan tersebut disalurkan ke beberapa rumah sakit di Jawa dan Bali.

Saat ini, kata Menkes, kebutuhan oksigen terus melonjak seiring tingginya angka kenaikan kasus Covid-19. Kebutuhan oksigen mencapai 2.000 ton per hari, padahal produksinya hanya sekitar 1.700 ton per hari. Artinya, masih ada gap yang cukup besar antara kapasitas produksi dan kebutuhan oksigen.

Untuk memenuhi kebutuhan oksigen medis, pemerintah memutuskan untuk menggunakan oksigen konsentrator sebagai pabrik oksigen mini. Alat ini lebih mudah digunakan dan hanya membutuhkan aliran listrik.

"Tanoto Foundation sebelumnya juga sempat kirim oksigen cair. Tapi untuk rumah sakit-rumah sakit kecil ataupun IGD yang tidak memiliki jaringan oksigen, mereka pakai tabung. Nah tabung oksigen ini susah logistiknya. Hingga akhirnya keluar ide pakai pabrik oksigen mini,” tuturnya.

Budi memperkirakan dari total 1.000 unit oksigen konsentrator mampu memproduksi sekitar 20 ton oksigen per hari.

Dengan total kebutuhan oksigen sekitar 2.000 ton per hari, pemerintah menargetkan 1.000 ton dari oksigen cair sementara 1.000 ton lainnya berasal dari pabrik-pabrik oksigen kecil (oksigen konsentrator). Diperkirakan butuh sekitar 50.000 unit oksigen konsentrator.

"Alhamdulillah donasi banyak berdatangan, pemerintah sendiri juga sudah berencana membeli sekitar 20-30 ribu unit dari Tiongkok. Kalau kita punya 50 ribu unit pabrik oksigen mini ini kita bisa produksi oksigen sampai 1.000 ton per hari. Kira-kira ada sekitar 30-50 ribu pasien bisa kita selamatkan,” papar Budi.

Rencananya, oksigen konsentrator ini akan segera disalurkan ke sejumlah rumah sakit di daerah yang jumlah kasusnya masih tinggi, terutama di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Bali dan beberapa provinsi di luar Jawa. Ia menargetkan proses distribusi rampung pekan ini.

"Barang-barang seperti ini tidak boleh lama-lama disimpen. Saya kasih target kalau bisa minggu ini dikirim semuanya, di luar Jawa sekarang lagi naik tinggi jadi perlu segera diisi, beberapa daerah seperi Yogya dan Bali masih perlu ditambah,” tandas Budi. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya