Pandemi Belum Berakhir, Ini Strategi Pemerintah Atasi Covid-19 dalam Jangka Panjang
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Pandemi Belum Berakhir, Ini Strategi Pemerintah Atasi Covid-19 dalam Jangka Panjang

...
RILIS.ID
Jakarta
1 September 2021 - 19:16 WIB
Nasional | RILISID
...
Menkes Budi Gunadi Sadikin. Foto: Dok Istimewa

RILISID, Jakarta — Pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) tak kunjung hilang dari muka bumi ini. Sejumlah negara di dunia telah menyiapkan strategi jangka panjang untuk mengatasi penyebaran dan penularan virus corona.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) juga telah menentukan strategi dalam penanganan Covid-19 di Tanah Air.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan setidaknya ada tiga strategi jangka panjang untuk penanganan Covid-19. Yakni deteksi, vaksinasi, dan perubahan perilaku.

"Kita harus lebih mempersiapkan di sisi hulunya, yaitu perubahan perilaku atau 3M, strategi deteksi yang baik atau 3T yang selama ini kita kenal, dan strategi vaksinasi,” ujar Budi dikutip dari laman setkab.go.id, Rabu (1/9/2021).

Terkait strategi perubahan perilaku, Budi memaparkan bahwa pemerintah memanfaatkan teknologi digital melalui penggunaan aplikasi PeduliLindungi dalam implementasi protokol kesehatan.

Aplikasi ini menurut Budi, memiliki tiga fungsi yaitu untuk screening, tracing, dan kontrol protokol kesehatan (prokes).

Lebih lanjut, Budi menyatakan bahwa pemerintah akan melakukan uji coba penerapan protokol kesehatan dengan dukungan teknologi di enam aktivitas utama masyarakat.

Pertama, perdagangan baik di pasar atau toko modern maupun tradisional. Kedua, transportasi baik darat, laut, dan udara. Ketiga, pariwisata termasuk hotel, restoran, dan even atau pertunjukan.

Keempat, aktivitas bekerja di kantor atau pabrik baik sektor pemerintah, swasta, bank, pabrik besar, usaha mikro kecil dan menengah/industri rumah tangga. Kelima, aktivitas pendidikan seperti di SD, SMP, SMA, hingga perguruan tinggi. Keenam, aktivitas keagamaan seperti di masjid, gereja, vihara, dan pura.

Selanjutnya, untuk strategi deteksi melalui 3T diperlukan peningkatan tes epidemiologi, peningkatan rasio pelacakan kontak erat, serta surveilans genomik di daerah-daerah berpotensi lonjakan kasus.

"Di beberapa provinsi itu masih tinggi positivity rate-nya, mereka harus terus meningkatkan testing dan tracing-nya supaya kalau ketemu cepat dimasukin di isolasi terpusat,” ujar Budi.

Terkait dengan strategi vaksinasi, Budi mengklaim bahwa pemerintah terus mempercepat dan memperluas cakupan vaksinasi untuk segera mencapai kekebalan komunal (herd immunity). Bahkan Presiden Joko Widodo telah menargetkan 100 juta dosis vaksinasi hingga akhir Agustus 2021.

"Bapak Presiden minta kalau bisa, bisa 100 juta (dosis) sampai bulan Agustus ini dan kalau bisa rata-ratanya bisa ditingkatkan ke 2,3 juta (dosis harian),” pungkasnya. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

Pandemi Belum Berakhir, Ini Strategi Pemerintah Atasi Covid-19 dalam Jangka Panjang

...
RILIS.ID
Jakarta
1 September 2021 - 19:16 WIB
Nasional | RILISID
...
Menkes Budi Gunadi Sadikin. Foto: Dok Istimewa

RILISID, Jakarta — Pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) tak kunjung hilang dari muka bumi ini. Sejumlah negara di dunia telah menyiapkan strategi jangka panjang untuk mengatasi penyebaran dan penularan virus corona.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) juga telah menentukan strategi dalam penanganan Covid-19 di Tanah Air.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan setidaknya ada tiga strategi jangka panjang untuk penanganan Covid-19. Yakni deteksi, vaksinasi, dan perubahan perilaku.

"Kita harus lebih mempersiapkan di sisi hulunya, yaitu perubahan perilaku atau 3M, strategi deteksi yang baik atau 3T yang selama ini kita kenal, dan strategi vaksinasi,” ujar Budi dikutip dari laman setkab.go.id, Rabu (1/9/2021).

Terkait strategi perubahan perilaku, Budi memaparkan bahwa pemerintah memanfaatkan teknologi digital melalui penggunaan aplikasi PeduliLindungi dalam implementasi protokol kesehatan.

Aplikasi ini menurut Budi, memiliki tiga fungsi yaitu untuk screening, tracing, dan kontrol protokol kesehatan (prokes).

Lebih lanjut, Budi menyatakan bahwa pemerintah akan melakukan uji coba penerapan protokol kesehatan dengan dukungan teknologi di enam aktivitas utama masyarakat.

Pertama, perdagangan baik di pasar atau toko modern maupun tradisional. Kedua, transportasi baik darat, laut, dan udara. Ketiga, pariwisata termasuk hotel, restoran, dan even atau pertunjukan.

Keempat, aktivitas bekerja di kantor atau pabrik baik sektor pemerintah, swasta, bank, pabrik besar, usaha mikro kecil dan menengah/industri rumah tangga. Kelima, aktivitas pendidikan seperti di SD, SMP, SMA, hingga perguruan tinggi. Keenam, aktivitas keagamaan seperti di masjid, gereja, vihara, dan pura.

Selanjutnya, untuk strategi deteksi melalui 3T diperlukan peningkatan tes epidemiologi, peningkatan rasio pelacakan kontak erat, serta surveilans genomik di daerah-daerah berpotensi lonjakan kasus.

"Di beberapa provinsi itu masih tinggi positivity rate-nya, mereka harus terus meningkatkan testing dan tracing-nya supaya kalau ketemu cepat dimasukin di isolasi terpusat,” ujar Budi.

Terkait dengan strategi vaksinasi, Budi mengklaim bahwa pemerintah terus mempercepat dan memperluas cakupan vaksinasi untuk segera mencapai kekebalan komunal (herd immunity). Bahkan Presiden Joko Widodo telah menargetkan 100 juta dosis vaksinasi hingga akhir Agustus 2021.

"Bapak Presiden minta kalau bisa, bisa 100 juta (dosis) sampai bulan Agustus ini dan kalau bisa rata-ratanya bisa ditingkatkan ke 2,3 juta (dosis harian),” pungkasnya. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya