Paket Obat Terapi Covid-19 Disiapkan Gratis Bagi Pasien Isoman
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Paket Obat Terapi Covid-19 Disiapkan Gratis Bagi Pasien Isoman

...
RILIS.ID
Jakarta
12 Juli 2021 - 21:36 WIB
Nasional | RILISID
...
Menko Marinves sekaligus Wakil KPCPEN Luhut Binsar Pandjaitan. Ilustrasi FOTO KALBI RIKARDO/RILIS.ID

RILISID, Jakarta — Pemerintah menyediakan 300 ribu paket obat terapi gratis bagi pasien Covid-19 dengan kategori OTG dan bergejala ringan yang sedang menjalani isolasi mandiri (Isoman).

Informasi itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marinves) sekaligus Wakil Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Luhut Binsar Pandjaitan.

Ia menyampaikan hal itu dalam keterangan pers bersama usai mengikuti Rapat Terbatas mengenai Penanganan Pandemi Covid-19 yang dipimpin Presiden Jokowi, Senin (12/7/2021) melalui konferensi video.

”Presiden sudah memutuskan tadi, mulai Rabu pekan ini kita akan launching ada 300 ribu paket obat,” ujarnya seperti dikutip dari setkab.go.id.

Alokasi paket tersebut menurutnya adalah paket 1 untuk pasien OTG sebanyak 10 persen. Paket 2 untuk pasien bergejala demam dan hilang indera penciuman atau anosmia sebanyak 60 persen, dan paket 3 untuk pasien bergejala demam dan batuk sebanyak 30 persen.

”Paket obat ini akan menjangkau hampir 210 ribu kasus aktif yang kita berikan. Dan ini akan berlangsung selama beberapa bulan ke depan. Ini akan dibagikan oleh TNI bersama-sama elemen-elemen yang lain. Prosedurnya sudah disusun sehingga itu bisa jalan,” kata Luhut.

Selain itu, Luhut menyampaikan, pemerintah juga akan segera memberikan bantuan sosial berupa beras kepada masyarakat, yang akan didistribusikan oleh TNI dan Polri.

”Presiden menegaskan rakyat tidak boleh sampai kelaparan atau tidak makan. Jadi semua titik-titik yang memungkinkan ada kekurangan pangan atau beras akan dibagikan TNI dan Polri. Mungkin mulai berlaku Rabu ini. Ada yang lima dan sepuluh kilogram,” ungkapnya.

Dalam keterangan persnya, Luhut juga menyampaikan Rumah Sakit Asrama Haji Pondok Gede telah beroperasi untuk menangani pasien Covid-19. Selain itu, pemerintah juga menyiapkan rumah sakit lapangan di sejumlah daerah di Tanah Air.

”Di Jawa Barat di Bandung, di Semarang, sampai Jawa Timur, dan Bali, kami sudah minta juga TNI membuka rumah-rumah sakit lapangan, sehingga jumlah rumah sakit ini, untuk ICU khususnya, makin banyak terpenuhi, sehingga akan mengurangi kesulitan untuk dapat tempat tidur,” terangnya.

Pemerintah juga, kata dia, terus memastikan ketersediaan obat-obatan serta alat kesehatan untuk penanganan pasien Covid-19.

”Obat hanya Remdesivir yang kurang dan Actemra. Sebentar lagi kami dengan Menteri Kesehatan akan bicara mengenai license untuk Actemra supaya kita bisa produksi dalam negeri. Saya kira ini semua berjalan,” ujar Luhut.

Terkait pemenuhan kebutuhan oksigen, Luhut menyampaikan, pemerintah terus menata dan memperbaiki hal tersebut melalui kerja sama Kementerian Kesehatan dibantu Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dan Kementerian BUMN. Pemerintah juga tengah dalam proses untuk mengimpor oksigen cair.

“Kami sudah proses impor 40 ribu ton oksigen likuid untuk kita gunakan ke depan ini. Kita berjaga-jaga walaupun sebenarnya kita tidak butuh sebanyak itu, tapi kalau melihat tren dunia, perkembangan di Amerika, perkembangan di Inggris, di mana trennya sekarang meningkat tajam, kita lebih bagus berjaga-jaga sehingga kita tidak caught by surprise,” tuturnya.

Dalam mengantisipasi peningkatan kebutuhan oksigen, imbuh Luhut, pemerintah juga mempersiapkan untuk mengimpor oxygen concentrator 50 ribu tabung.

”Kita sekarang sudah punya mungkin beberapa ribu, mungkin dekat 10 ribu, dan itu akan kita bagikan untuk digunakan di kasus-kasus yang ringan,” ujarnya.

Luhut juga memaparkan mengenai pelaksanaan vaksinasi bagi rakyat Indonesia. Dengan stok vaksin yang mencapai 45 juta dosis di bulan ini, pemerintah akan terus meningkatkan cakupan vaksinasi, khususnya untuk daerah-daerah marginal.

”Kami sepakat akan peningkatan vaksinasi, dilakukan oleh TNI-Polri dan juga Diskes langsung ke daerah-daerah marginal. Jadi di pinggiran-pinggiran kota langsung tim akan menyuntikan di sana. Itu saya kira akan mulai berjalan dalam pekan ini,” pungkasnya.(*)

Editor : Wirahadikusumah

TAG:

Berita Lainnya

Paket Obat Terapi Covid-19 Disiapkan Gratis Bagi Pasien Isoman

...
RILIS.ID
Jakarta
12 Juli 2021 - 21:36 WIB
Nasional | RILISID
...
Menko Marinves sekaligus Wakil KPCPEN Luhut Binsar Pandjaitan. Ilustrasi FOTO KALBI RIKARDO/RILIS.ID

RILISID, Jakarta — Pemerintah menyediakan 300 ribu paket obat terapi gratis bagi pasien Covid-19 dengan kategori OTG dan bergejala ringan yang sedang menjalani isolasi mandiri (Isoman).

Informasi itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marinves) sekaligus Wakil Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Luhut Binsar Pandjaitan.

Ia menyampaikan hal itu dalam keterangan pers bersama usai mengikuti Rapat Terbatas mengenai Penanganan Pandemi Covid-19 yang dipimpin Presiden Jokowi, Senin (12/7/2021) melalui konferensi video.

”Presiden sudah memutuskan tadi, mulai Rabu pekan ini kita akan launching ada 300 ribu paket obat,” ujarnya seperti dikutip dari setkab.go.id.

Alokasi paket tersebut menurutnya adalah paket 1 untuk pasien OTG sebanyak 10 persen. Paket 2 untuk pasien bergejala demam dan hilang indera penciuman atau anosmia sebanyak 60 persen, dan paket 3 untuk pasien bergejala demam dan batuk sebanyak 30 persen.

”Paket obat ini akan menjangkau hampir 210 ribu kasus aktif yang kita berikan. Dan ini akan berlangsung selama beberapa bulan ke depan. Ini akan dibagikan oleh TNI bersama-sama elemen-elemen yang lain. Prosedurnya sudah disusun sehingga itu bisa jalan,” kata Luhut.

Selain itu, Luhut menyampaikan, pemerintah juga akan segera memberikan bantuan sosial berupa beras kepada masyarakat, yang akan didistribusikan oleh TNI dan Polri.

”Presiden menegaskan rakyat tidak boleh sampai kelaparan atau tidak makan. Jadi semua titik-titik yang memungkinkan ada kekurangan pangan atau beras akan dibagikan TNI dan Polri. Mungkin mulai berlaku Rabu ini. Ada yang lima dan sepuluh kilogram,” ungkapnya.

Dalam keterangan persnya, Luhut juga menyampaikan Rumah Sakit Asrama Haji Pondok Gede telah beroperasi untuk menangani pasien Covid-19. Selain itu, pemerintah juga menyiapkan rumah sakit lapangan di sejumlah daerah di Tanah Air.

”Di Jawa Barat di Bandung, di Semarang, sampai Jawa Timur, dan Bali, kami sudah minta juga TNI membuka rumah-rumah sakit lapangan, sehingga jumlah rumah sakit ini, untuk ICU khususnya, makin banyak terpenuhi, sehingga akan mengurangi kesulitan untuk dapat tempat tidur,” terangnya.

Pemerintah juga, kata dia, terus memastikan ketersediaan obat-obatan serta alat kesehatan untuk penanganan pasien Covid-19.

”Obat hanya Remdesivir yang kurang dan Actemra. Sebentar lagi kami dengan Menteri Kesehatan akan bicara mengenai license untuk Actemra supaya kita bisa produksi dalam negeri. Saya kira ini semua berjalan,” ujar Luhut.

Terkait pemenuhan kebutuhan oksigen, Luhut menyampaikan, pemerintah terus menata dan memperbaiki hal tersebut melalui kerja sama Kementerian Kesehatan dibantu Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dan Kementerian BUMN. Pemerintah juga tengah dalam proses untuk mengimpor oksigen cair.

“Kami sudah proses impor 40 ribu ton oksigen likuid untuk kita gunakan ke depan ini. Kita berjaga-jaga walaupun sebenarnya kita tidak butuh sebanyak itu, tapi kalau melihat tren dunia, perkembangan di Amerika, perkembangan di Inggris, di mana trennya sekarang meningkat tajam, kita lebih bagus berjaga-jaga sehingga kita tidak caught by surprise,” tuturnya.

Dalam mengantisipasi peningkatan kebutuhan oksigen, imbuh Luhut, pemerintah juga mempersiapkan untuk mengimpor oxygen concentrator 50 ribu tabung.

”Kita sekarang sudah punya mungkin beberapa ribu, mungkin dekat 10 ribu, dan itu akan kita bagikan untuk digunakan di kasus-kasus yang ringan,” ujarnya.

Luhut juga memaparkan mengenai pelaksanaan vaksinasi bagi rakyat Indonesia. Dengan stok vaksin yang mencapai 45 juta dosis di bulan ini, pemerintah akan terus meningkatkan cakupan vaksinasi, khususnya untuk daerah-daerah marginal.

”Kami sepakat akan peningkatan vaksinasi, dilakukan oleh TNI-Polri dan juga Diskes langsung ke daerah-daerah marginal. Jadi di pinggiran-pinggiran kota langsung tim akan menyuntikan di sana. Itu saya kira akan mulai berjalan dalam pekan ini,” pungkasnya.(*)

Editor : Wirahadikusumah

TAG:

Berita Lainnya