Mulai 1 Juli, Anak 12-17 Tahun Sudah Bisa Disuntik Vaksin Sinovac
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Mulai 1 Juli, Anak 12-17 Tahun Sudah Bisa Disuntik Vaksin Sinovac

...
RILIS.ID
Jakarta
1 Juli 2021 - 20:07 WIB
Nasional | RILISID
...
Ilustrasi vaksinasi Covid-19. Foto: Istimewa

RILISID, Jakarta — Tingginya kasus konfirmasi positif virus corona terhadap anak-anak membuat pemerintah terus mengebut percepatan vaksinasi tahap ketiga.

Hal itu tertuang dalam surat edaran (SE) bernomor HK.02.02/I/1727/2021 yang dikeluarkan Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pada hari ini, Kamis (1/7/2021).

Dalam SE tersebut, vaksinasi tahap ketiga menyasar masyarakat rentan hingga anak usia 12-17 tahun.

"Dikeluarkannya SE tersebut berdasarkan beberapa pertimbangan, mulai dari peningkatan kasus terkonfirmasi Covid-19 pada anak-anak," demikian bunyi SE tersebut, dikutip dari laman resmi Kemenkes pada Kamis (1/7/2021).

Berdasarkan data per 29 Juni 2021 pukul 18.00 WIB, dari total 2 juta orang terkonfirmasi Covid-19, sebanyak 200 ribu lebih kasus aktif atau 10,6 persen.

Kemenkes mencatat hampir 260 ribu kasus terkonfirmasi merupakan anak usia 0-18 tahun, di mana lebih dari 108 ribu kasus berada pada rentang usia 12-17 tahun.

Dari total tersebut, tercatat lebih dari 600 anak usia 0-18 tahun meninggal akibat terpapar corona. 197 anak di antaranya berumur 12-17 tahun dengan angka Case Fatality Rate pada kelompok usia tersebut adalah 0,18 persen.

Vaksinasi untuk anak usia 12-17 tahun ini juga mendapat pertimbangan Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional atau Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI).

Juga persetujuan BPOM atas penggunaan vaksin COVID-19 produksi PT Biofarma (Sinovac) untuk kelompok usia 12 tahun ke atas. Persetujuan tersebut keluar pada 27 Juni 2021.

"Sehubungan dengan hal tersebut, maka seluruh kepala Dinas Kesehatan provinsi, kabupaten dan kota diminta untuk menyampaikan kepada direktur rumah sakit dan seluruh pimpinan fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan vaksinasi Covid-19 agar melaksanakan upaya percepatan vaksinasi tahap ketiga bagi seluruh masyarakat rentan, dan masyarakat umum lainnya berusia 18 tahun ke atas mulai 1 Juli 2021," lanjut SE tersebut.

Vaksinasi bagi anak usia 12-17 tahun dapat dilakukan di fasilitas pelayanan kesehatan atau di sekolah/madrasah/pesantren berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kanwil-Kantor Kemenag setempat untuk mempermudah pendataan dan monitoring pelaksanaan.

Mekanisme skrining, pelaksanaan dan observasi sama seperti vaksinasi pada usia 18 tahun ke atas. Peserta vaksinasi harus membawa kartu keluarga atau dokumen lain yang mencantumkan NIK anak.

Pencatatan dalam aplikasi PCare vaksinasi dimasukkan dalam kelompok remaja.

Lebih lanjut, Kemenkes menyebut vaksin yang digunakan untuk anak usia 12-17 adalah vaksin Sinovac dengan dosis 0,5 ml sebanyak dua kali pemberian dengan jarak atau interval minimal 28 hari.

Pemerintah daerah juga diminta melakukan identifikasi dan percepatan vaksinasi bagi sasaran tahap 1 dan 2 yang belum mendapatkan dua dosis vaksin. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

Mulai 1 Juli, Anak 12-17 Tahun Sudah Bisa Disuntik Vaksin Sinovac

...
RILIS.ID
Jakarta
1 Juli 2021 - 20:07 WIB
Nasional | RILISID
...
Ilustrasi vaksinasi Covid-19. Foto: Istimewa

RILISID, Jakarta — Tingginya kasus konfirmasi positif virus corona terhadap anak-anak membuat pemerintah terus mengebut percepatan vaksinasi tahap ketiga.

Hal itu tertuang dalam surat edaran (SE) bernomor HK.02.02/I/1727/2021 yang dikeluarkan Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pada hari ini, Kamis (1/7/2021).

Dalam SE tersebut, vaksinasi tahap ketiga menyasar masyarakat rentan hingga anak usia 12-17 tahun.

"Dikeluarkannya SE tersebut berdasarkan beberapa pertimbangan, mulai dari peningkatan kasus terkonfirmasi Covid-19 pada anak-anak," demikian bunyi SE tersebut, dikutip dari laman resmi Kemenkes pada Kamis (1/7/2021).

Berdasarkan data per 29 Juni 2021 pukul 18.00 WIB, dari total 2 juta orang terkonfirmasi Covid-19, sebanyak 200 ribu lebih kasus aktif atau 10,6 persen.

Kemenkes mencatat hampir 260 ribu kasus terkonfirmasi merupakan anak usia 0-18 tahun, di mana lebih dari 108 ribu kasus berada pada rentang usia 12-17 tahun.

Dari total tersebut, tercatat lebih dari 600 anak usia 0-18 tahun meninggal akibat terpapar corona. 197 anak di antaranya berumur 12-17 tahun dengan angka Case Fatality Rate pada kelompok usia tersebut adalah 0,18 persen.

Vaksinasi untuk anak usia 12-17 tahun ini juga mendapat pertimbangan Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional atau Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI).

Juga persetujuan BPOM atas penggunaan vaksin COVID-19 produksi PT Biofarma (Sinovac) untuk kelompok usia 12 tahun ke atas. Persetujuan tersebut keluar pada 27 Juni 2021.

"Sehubungan dengan hal tersebut, maka seluruh kepala Dinas Kesehatan provinsi, kabupaten dan kota diminta untuk menyampaikan kepada direktur rumah sakit dan seluruh pimpinan fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan vaksinasi Covid-19 agar melaksanakan upaya percepatan vaksinasi tahap ketiga bagi seluruh masyarakat rentan, dan masyarakat umum lainnya berusia 18 tahun ke atas mulai 1 Juli 2021," lanjut SE tersebut.

Vaksinasi bagi anak usia 12-17 tahun dapat dilakukan di fasilitas pelayanan kesehatan atau di sekolah/madrasah/pesantren berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kanwil-Kantor Kemenag setempat untuk mempermudah pendataan dan monitoring pelaksanaan.

Mekanisme skrining, pelaksanaan dan observasi sama seperti vaksinasi pada usia 18 tahun ke atas. Peserta vaksinasi harus membawa kartu keluarga atau dokumen lain yang mencantumkan NIK anak.

Pencatatan dalam aplikasi PCare vaksinasi dimasukkan dalam kelompok remaja.

Lebih lanjut, Kemenkes menyebut vaksin yang digunakan untuk anak usia 12-17 adalah vaksin Sinovac dengan dosis 0,5 ml sebanyak dua kali pemberian dengan jarak atau interval minimal 28 hari.

Pemerintah daerah juga diminta melakukan identifikasi dan percepatan vaksinasi bagi sasaran tahap 1 dan 2 yang belum mendapatkan dua dosis vaksin. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya