Miris, Rumah Sakit Umum Daerah Ini Tak Mampu Beli Obat
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Miris, Rumah Sakit Umum Daerah Ini Tak Mampu Beli Obat

...
RILIS.ID
Lampung Utara
30 Mei 2021 - 19:50 WIB
Nasional | RILISID
...
RSUD RYACUDU/FOTO RILISID LAMPUNG

RILISID, Lampung Utara — Krisis keuangan melilit Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) HM Ryacudu Lampung Utara (Lampura).

Rumah sakit (RS) rujukan ini memiliki utang warisan Rp7 miliar kepada 23 vendor obat-obatan.

Akibatnya, manajemen rumah sakit ini tak mampu membeli obat-obatan lagi. Padahal, sejak menjelang Lebaran stoknya makin berkurang.

Direktur RSUD Ryacudu Sri Haryati mengungkapkan secara terbuka kondisi ini, Jumat (28/5/2021).

”Kami telah berupaya mengangsur utang sebesar Rp1 miliar kepada 9 vendor,” paparnya didampingi Kepala Bagian Tata Usaha, Sri Andini seperti yang dikutip dari Rilisid Lampung (grup Rilis.id), Jumat.

Menurut dia, pihak vendor dapat kembali mencukupi stok obat jika pihak RSUD paling tidak membayar setengah dari utangnya.

”Sementara di sisi lain, pendapatan RSUD hanya sebesar Rp1,3 miliar setiap bulannya,” imbuhnya.

Ketimpangan antara pendapatan dan utang ini pada akhirnya menyebabkan RSUD tidak dapat memberi pelayanan maksimal.

Apalagi, pendapatan juga jauh dari kata ideal jika dibandingkan pengeluaran RSUD per bulannya.

"Idealnya, pendapatan RSUD itu Rp3 miliar karena itulah besaran biaya maksimal pengeluaran,” terangnya.

Sri menambahkan pihak manajemen RSUD telah berupaya meminta bantuan dari Pemkab Lampung Utara untuk mengatasi persoalan itu.

Dia khawatir tanpa bantuan pemerintah maka pelayanan RSUD akan terus terseok-seok dan akan jatuh ke titik kritis.

"Pemkab siap membantu tapi menunggu hasil audit Inspektorat atau Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP),” bebernya.(*)

Laporan Isti Febriwantika/Kontributor Rilis.id Lampung Utara

Editor : Wirahadikusumah

TAG:

Berita Lainnya

Miris, Rumah Sakit Umum Daerah Ini Tak Mampu Beli Obat

...
RILIS.ID
Lampung Utara
30 Mei 2021 - 19:50 WIB
Nasional | RILISID
...
RSUD RYACUDU/FOTO RILISID LAMPUNG

RILISID, Lampung Utara — Krisis keuangan melilit Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) HM Ryacudu Lampung Utara (Lampura).

Rumah sakit (RS) rujukan ini memiliki utang warisan Rp7 miliar kepada 23 vendor obat-obatan.

Akibatnya, manajemen rumah sakit ini tak mampu membeli obat-obatan lagi. Padahal, sejak menjelang Lebaran stoknya makin berkurang.

Direktur RSUD Ryacudu Sri Haryati mengungkapkan secara terbuka kondisi ini, Jumat (28/5/2021).

”Kami telah berupaya mengangsur utang sebesar Rp1 miliar kepada 9 vendor,” paparnya didampingi Kepala Bagian Tata Usaha, Sri Andini seperti yang dikutip dari Rilisid Lampung (grup Rilis.id), Jumat.

Menurut dia, pihak vendor dapat kembali mencukupi stok obat jika pihak RSUD paling tidak membayar setengah dari utangnya.

”Sementara di sisi lain, pendapatan RSUD hanya sebesar Rp1,3 miliar setiap bulannya,” imbuhnya.

Ketimpangan antara pendapatan dan utang ini pada akhirnya menyebabkan RSUD tidak dapat memberi pelayanan maksimal.

Apalagi, pendapatan juga jauh dari kata ideal jika dibandingkan pengeluaran RSUD per bulannya.

"Idealnya, pendapatan RSUD itu Rp3 miliar karena itulah besaran biaya maksimal pengeluaran,” terangnya.

Sri menambahkan pihak manajemen RSUD telah berupaya meminta bantuan dari Pemkab Lampung Utara untuk mengatasi persoalan itu.

Dia khawatir tanpa bantuan pemerintah maka pelayanan RSUD akan terus terseok-seok dan akan jatuh ke titik kritis.

"Pemkab siap membantu tapi menunggu hasil audit Inspektorat atau Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP),” bebernya.(*)

Laporan Isti Febriwantika/Kontributor Rilis.id Lampung Utara

Editor : Wirahadikusumah

TAG:

Berita Lainnya