Menkeu Alokasikan Rp6,1 T untuk BST Selama PPKM Darurat Jawa-Bali
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Menkeu Alokasikan Rp6,1 T untuk BST Selama PPKM Darurat Jawa-Bali

...
RILIS.ID
Jakarta
3 Juli 2021 - 9:14 WIB
Nasional | RILISID
...
Menkeu Sri Mulyani. Foto: Istimewa

RILISID, Jakarta — Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat untuk Jawa dan Bali mulai berlaku hari ini, Sabtu (3/7/2021) hingga 20 Juli 2021 mendatang.

Langkah ini diambil pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menekan peningkatan kasus positif virus corona atau Covid-19.

Untuk mendukung pelaksanaan PPKM Darurat, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati telah mengalokasikan sejumlah anggaran untuk memberikan tambahan perlindungan terutama bagi masyarakat kelas bawah. Totalnya mencapai sebesar Rp2.33 triliun.

"Bantuan Sosial Tunai (BST) akan diperpanjang selama dua bulan untuk 10 juta PKM dengan total anggaran Rp6,1 triliun," kata Sri Mulyani dalam keterangannya, dikutip dari laman Instagramnya pada Sabtu (3/7).

Tak cuma itu, pemerintah juga memberikan stimulus diskon listrik bagi pelanggan rumah tangga dan subsidi biaya abodemen bagi pelaku usaha.

Menurutnya, stimulus akan diperpanjang dari enam bulan menjadi sembilan bulan. Atau akan diberikan diskon sampai September 2021.

"Pemerintah juga akan melakukan percepatan penyaluran BLT Desa serta penyaluran PKH dan kartu sembako," ujar mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini.

"Hal ini diharapkan dapat memberikan ketahanan sosial bagi masyarakat yang sangat terdampak akan pelaksanaan PPKM Darurat," sambung Sri Mulyani.

Untuk kalangan UMKM, pemerintah akan menambah target penerima baru bantuan produktif hingga 3 juta penerima.

Selain itu juga program kartu prakerja juga akan dilanjutkan. Tambahan dukungan APBN untuk PPKM Darurat akan terus dikomunikasikan dengan menteri terkait sehingga dana APBN dapat tepat sasaran dan efektif dalam penyalurannya.

Lebih lanjut, Sri Mulyani menegaskan bahwa pemerintah akan terus mempercepat pelaksanaan program vaksinasi agar dapat sesegera mungkin memberikan perlindungan kesehatan kepada seluruh masyakarat.

Saat ini, masih kata Sri Mulyani, program vaksinasi sudah mencapai 1 juta dosis per hari dan akan terus ditingkatkan hingga 2 juta dosis per hari.

"Mari kita bersama-sama berjuang melawan Covid-19 dengan menekan laju penyebaran kasus Covid-19, tidak lengah dan tidak lelah melaksanakan protokol kesehatan yang ketat," imbuhnya.

Sri Mulyani mengimbau masyarakat untuk terus mematuhi protokol kesehatan seperti mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

Menkeu Alokasikan Rp6,1 T untuk BST Selama PPKM Darurat Jawa-Bali

...
RILIS.ID
Jakarta
3 Juli 2021 - 9:14 WIB
Nasional | RILISID
...
Menkeu Sri Mulyani. Foto: Istimewa

RILISID, Jakarta — Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat untuk Jawa dan Bali mulai berlaku hari ini, Sabtu (3/7/2021) hingga 20 Juli 2021 mendatang.

Langkah ini diambil pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menekan peningkatan kasus positif virus corona atau Covid-19.

Untuk mendukung pelaksanaan PPKM Darurat, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati telah mengalokasikan sejumlah anggaran untuk memberikan tambahan perlindungan terutama bagi masyarakat kelas bawah. Totalnya mencapai sebesar Rp2.33 triliun.

"Bantuan Sosial Tunai (BST) akan diperpanjang selama dua bulan untuk 10 juta PKM dengan total anggaran Rp6,1 triliun," kata Sri Mulyani dalam keterangannya, dikutip dari laman Instagramnya pada Sabtu (3/7).

Tak cuma itu, pemerintah juga memberikan stimulus diskon listrik bagi pelanggan rumah tangga dan subsidi biaya abodemen bagi pelaku usaha.

Menurutnya, stimulus akan diperpanjang dari enam bulan menjadi sembilan bulan. Atau akan diberikan diskon sampai September 2021.

"Pemerintah juga akan melakukan percepatan penyaluran BLT Desa serta penyaluran PKH dan kartu sembako," ujar mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini.

"Hal ini diharapkan dapat memberikan ketahanan sosial bagi masyarakat yang sangat terdampak akan pelaksanaan PPKM Darurat," sambung Sri Mulyani.

Untuk kalangan UMKM, pemerintah akan menambah target penerima baru bantuan produktif hingga 3 juta penerima.

Selain itu juga program kartu prakerja juga akan dilanjutkan. Tambahan dukungan APBN untuk PPKM Darurat akan terus dikomunikasikan dengan menteri terkait sehingga dana APBN dapat tepat sasaran dan efektif dalam penyalurannya.

Lebih lanjut, Sri Mulyani menegaskan bahwa pemerintah akan terus mempercepat pelaksanaan program vaksinasi agar dapat sesegera mungkin memberikan perlindungan kesehatan kepada seluruh masyakarat.

Saat ini, masih kata Sri Mulyani, program vaksinasi sudah mencapai 1 juta dosis per hari dan akan terus ditingkatkan hingga 2 juta dosis per hari.

"Mari kita bersama-sama berjuang melawan Covid-19 dengan menekan laju penyebaran kasus Covid-19, tidak lengah dan tidak lelah melaksanakan protokol kesehatan yang ketat," imbuhnya.

Sri Mulyani mengimbau masyarakat untuk terus mematuhi protokol kesehatan seperti mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya