Menkes Klaim Validasi Sinovac oleh WHO Bukti Pemerintah Beri Vaksin Terbaik untuk WNI
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Menkes Klaim Validasi Sinovac oleh WHO Bukti Pemerintah Beri Vaksin Terbaik untuk WNI

...
RILIS.ID
Jakarta
3 Juni 2021 - 16:43 WIB
Nasional | RILISID
...
Ilustrasi: Rilis.id

RILISID, Jakarta — Badan Kesehatan Dunia (WHO) secara resmi telah mengeluarkan hasil validasi penggunaan darurat (Emergency Use/UE) vaksin Covid-19 Sinovac.

Dalam keterangan persnya pada Selasa (1/6/2021) lalu, WHO menegaskan bahwa vaksin asal China tersebut dinyatakan aman, teruji mutu dan terbukti khasiatnya.

Hasil validasi Sinovac tersebut disambut baik oleh Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin. Menurutnya, pemerintah hanya mengadakan vaksin yang aman dan teruji.

”Kami selaku pemerintah Indonesia menyambut baik validasi emergency use vaksin Sinovac,” ujar Budi seperti dikutip Rilis.id di laman Kemenkes, Kamis (3/6/2021).

Validasi ini, lanjut Menkes, menandakan vaksin yang ada dan disediakan pemerintah adalah vaksin terbaik untuk warga negara Indonesia (WNI).

Karenanya Budi meminta masyarakat tidak perlu khawatir dengan berbagai jenis vaksin. Karena menurutnya, semua vaksin baik untuk mencegah penularan Covid-19 dan telah melalui uji kualitas, keamanan, dan efikasi.

”Masyarakat dimohon jangan pilih-pilih vaksin. Vaksin yang diberikan pemerintah adalah vaksin terbaik dan sudah teruji keamanannya,” jelasnya.

Dengan diterbitkannya EUL, Budi berkeyakinan bahwa WHO memastikan vaksin Sinovac telah memenuhi standar internasional untuk keamanan, efikasi, dan pembuatan.

Teruji mutunya karena sudah lewat uji klinis tahap ketiga dan digunakan di lebih dari 20 negara. Dan berkhasiat atau mempunya dampak melindungi dan menyelamatkan nyawa.

Riset juga membuktikan vaksin Covid-19 mampu mencegah kematian dan mencegah sakit parah yang berujung perawatan gawat darurat.

Seperti juga yang telah diutarakan Direktur Jenderal WHO bahwa penambahan Sinovac ke dalam EUL akan semakin membuka kesetaraan akses terhadap vaksin.

Vaksin Sinovac akan juga didapatkan melalui Covax Facility, kerja sama antarnegara yang memastikan kesetaraan akses terhadap vaksin.

Selain Sinovac, WHO telah menerbitkan daftar penggunaan darurat (EUL) untuk vaksin AstraZeneca, Pfizer, Moderna dan Sinopharm. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

Menkes Klaim Validasi Sinovac oleh WHO Bukti Pemerintah Beri Vaksin Terbaik untuk WNI

...
RILIS.ID
Jakarta
3 Juni 2021 - 16:43 WIB
Nasional | RILISID
...
Ilustrasi: Rilis.id

RILISID, Jakarta — Badan Kesehatan Dunia (WHO) secara resmi telah mengeluarkan hasil validasi penggunaan darurat (Emergency Use/UE) vaksin Covid-19 Sinovac.

Dalam keterangan persnya pada Selasa (1/6/2021) lalu, WHO menegaskan bahwa vaksin asal China tersebut dinyatakan aman, teruji mutu dan terbukti khasiatnya.

Hasil validasi Sinovac tersebut disambut baik oleh Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin. Menurutnya, pemerintah hanya mengadakan vaksin yang aman dan teruji.

”Kami selaku pemerintah Indonesia menyambut baik validasi emergency use vaksin Sinovac,” ujar Budi seperti dikutip Rilis.id di laman Kemenkes, Kamis (3/6/2021).

Validasi ini, lanjut Menkes, menandakan vaksin yang ada dan disediakan pemerintah adalah vaksin terbaik untuk warga negara Indonesia (WNI).

Karenanya Budi meminta masyarakat tidak perlu khawatir dengan berbagai jenis vaksin. Karena menurutnya, semua vaksin baik untuk mencegah penularan Covid-19 dan telah melalui uji kualitas, keamanan, dan efikasi.

”Masyarakat dimohon jangan pilih-pilih vaksin. Vaksin yang diberikan pemerintah adalah vaksin terbaik dan sudah teruji keamanannya,” jelasnya.

Dengan diterbitkannya EUL, Budi berkeyakinan bahwa WHO memastikan vaksin Sinovac telah memenuhi standar internasional untuk keamanan, efikasi, dan pembuatan.

Teruji mutunya karena sudah lewat uji klinis tahap ketiga dan digunakan di lebih dari 20 negara. Dan berkhasiat atau mempunya dampak melindungi dan menyelamatkan nyawa.

Riset juga membuktikan vaksin Covid-19 mampu mencegah kematian dan mencegah sakit parah yang berujung perawatan gawat darurat.

Seperti juga yang telah diutarakan Direktur Jenderal WHO bahwa penambahan Sinovac ke dalam EUL akan semakin membuka kesetaraan akses terhadap vaksin.

Vaksin Sinovac akan juga didapatkan melalui Covax Facility, kerja sama antarnegara yang memastikan kesetaraan akses terhadap vaksin.

Selain Sinovac, WHO telah menerbitkan daftar penggunaan darurat (EUL) untuk vaksin AstraZeneca, Pfizer, Moderna dan Sinopharm. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya