Mendag Bikin Heboh Usai Sebut PCR-Antigen-Kartu Vaksin Jadi Syarat Masuk Mal
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Mendag Bikin Heboh Usai Sebut PCR-Antigen-Kartu Vaksin Jadi Syarat Masuk Mal

...
RILIS.ID
Jakarta
11 Agustus 2021 - 17:19 WIB
Nasional | RILISID
...
Ilustrasi Satpol PP operasi yustisi di mal. Foto: Dok Rilisid

RILISID, Jakarta — Menteri Perdagangan (Mendag) M. Lutfi mendadak jadi perbincangan berbagai kalangan dan warganet di media sosial Twitter, pada Rabu (11/8/2021).

Ini setelah Mendag menyatakan bahwa tes negatif polymerase chain reaction (PCR) dan antigen menjadi syarat masuk mal selain vaksin dua kali.

Kritik keras salah satunya disampaikan oleh Ketua Umum Cyber Indonesia yang juga politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Muannas Alaidid.

Melalui akun Twitternya, Muannas menyebut Mendag Lutfi adalah menteri asal bunyi alias asbun.

"Kok bisa level menteri asbun begini. Hari ini aja penerbangan ubah aturan cukup 2 kali vaksin dan antigen, semula PCR," tulisnya sebagaimana dikutip Rilisid, Rabu.


Muannas menuding Mendag Lutfi tidak mengetahui berapa biaya PCR yang cuma berlaku dua hari itu.

"Dia tau brp biaya PCR berlaku hny 2 hari? Bisa dibandrol 700 ribu s.d 1,9 jutaan," ujarnya.

Selain Muannas, warganet juga ramai menyoroti pernyataan Mendag Lutfi yang menyebut masyarakat bisa ke pasar tradisional apabila tidak bersedia mengikuti aturan tersebut.

"Secara tidak langsung Pak Menteri menista pasar tradisional," kata salah seorang warganet.

"Menteri bikin kebijakan aturan koq gak bijak ... Dasar menteri gak punya perikemanusiaan. LAWAN !!!," seru warganet lainnya.

"Mbok ya kalau kerja @Kemendag mikir lah, jangan samakan penghasilan rakyat dg penghasilan menteri.," ucap seorang warganet.

Sebagai informasi, Mendag Lutfi menyatakan tes negatif PCR dan atau swab antigen ikut menjadi syarat masuk mal. Hal ini diungkapkannya saat melakukan kunjungan ke Mal Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, pada Selasa (10/8/2021).

"Saya sih pakai PCR masuknya tadi. Jadi sudah vaksin dua kali, pakai PCR dan atau antigen. Kan kalau mau leluasa ya dia mesti pakai antigen, jadi sekarang ini persyaratannya vaksin, dan PCR dan atau Antigen baru bisa masuk mal," ujarnya.

Lutfi mengatakan bila tidak ingin atau keberatan melakukan tes antigen, maka masyarakat dilarang ke mal. Menurutnya, hanya pasar tradisional yang tak perlu syarat-syarat khusus.

"Kalau nggak (PCR-antigen), ya boleh ke pasar rakyat. Ke pasar rakyat enggak perlu antigen, enggak mesti PCR, enggak mesti vaksin. Silakan masuk aja ke pasar rakyat. Kalau mau pakai AC mesti keluarkan uang untuk antigen. Jadi vaksinasi, PCR, dan atau antigen," tuturnya. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

Mendag Bikin Heboh Usai Sebut PCR-Antigen-Kartu Vaksin Jadi Syarat Masuk Mal

...
RILIS.ID
Jakarta
11 Agustus 2021 - 17:19 WIB
Nasional | RILISID
...
Ilustrasi Satpol PP operasi yustisi di mal. Foto: Dok Rilisid

RILISID, Jakarta — Menteri Perdagangan (Mendag) M. Lutfi mendadak jadi perbincangan berbagai kalangan dan warganet di media sosial Twitter, pada Rabu (11/8/2021).

Ini setelah Mendag menyatakan bahwa tes negatif polymerase chain reaction (PCR) dan antigen menjadi syarat masuk mal selain vaksin dua kali.

Kritik keras salah satunya disampaikan oleh Ketua Umum Cyber Indonesia yang juga politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Muannas Alaidid.

Melalui akun Twitternya, Muannas menyebut Mendag Lutfi adalah menteri asal bunyi alias asbun.

"Kok bisa level menteri asbun begini. Hari ini aja penerbangan ubah aturan cukup 2 kali vaksin dan antigen, semula PCR," tulisnya sebagaimana dikutip Rilisid, Rabu.


Muannas menuding Mendag Lutfi tidak mengetahui berapa biaya PCR yang cuma berlaku dua hari itu.

"Dia tau brp biaya PCR berlaku hny 2 hari? Bisa dibandrol 700 ribu s.d 1,9 jutaan," ujarnya.

Selain Muannas, warganet juga ramai menyoroti pernyataan Mendag Lutfi yang menyebut masyarakat bisa ke pasar tradisional apabila tidak bersedia mengikuti aturan tersebut.

"Secara tidak langsung Pak Menteri menista pasar tradisional," kata salah seorang warganet.

"Menteri bikin kebijakan aturan koq gak bijak ... Dasar menteri gak punya perikemanusiaan. LAWAN !!!," seru warganet lainnya.

"Mbok ya kalau kerja @Kemendag mikir lah, jangan samakan penghasilan rakyat dg penghasilan menteri.," ucap seorang warganet.

Sebagai informasi, Mendag Lutfi menyatakan tes negatif PCR dan atau swab antigen ikut menjadi syarat masuk mal. Hal ini diungkapkannya saat melakukan kunjungan ke Mal Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, pada Selasa (10/8/2021).

"Saya sih pakai PCR masuknya tadi. Jadi sudah vaksin dua kali, pakai PCR dan atau antigen. Kan kalau mau leluasa ya dia mesti pakai antigen, jadi sekarang ini persyaratannya vaksin, dan PCR dan atau Antigen baru bisa masuk mal," ujarnya.

Lutfi mengatakan bila tidak ingin atau keberatan melakukan tes antigen, maka masyarakat dilarang ke mal. Menurutnya, hanya pasar tradisional yang tak perlu syarat-syarat khusus.

"Kalau nggak (PCR-antigen), ya boleh ke pasar rakyat. Ke pasar rakyat enggak perlu antigen, enggak mesti PCR, enggak mesti vaksin. Silakan masuk aja ke pasar rakyat. Kalau mau pakai AC mesti keluarkan uang untuk antigen. Jadi vaksinasi, PCR, dan atau antigen," tuturnya. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya