Mendadak, Kapolri Terbitkan Telegram Terkait Protes Warga saat Kunker Jokowi
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Mendadak, Kapolri Terbitkan Telegram Terkait Protes Warga saat Kunker Jokowi

...
RILIS.ID
Jakarta
16 September 2021 - 16:57 WIB
Nasional | RILISID
...
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Foto: Istimewa

RILISID, Jakarta — Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo secara mendadak mengeluarkan Surat Telegram Nomor: STR/862/IX/PAM.3./2021. Telegram itu diterbitkan pada Rabu (15/9/2021).

Dalam surat telegram tersebut, Kapolri menginstruksikan jajarannya agar bersikap humanis dalam merespons protes warga ketika Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan kunjungan kerja (kunker) ke daerah.

Selain humas, mantan Kabareskrim Polri itu meminta anak buahnya agar tidak terlalu reaktif merespons aksi masyarakat saat menyampaikan pendapat.

Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono membenarkan surat telegram berisi instruksi Kapolri.

Argo menyebut surat itu terbit menyusul sejumlah kejadian saat kunjungan Jokowi ke daerah.

"Saya mau menyampaikan arahan Pak Kapolri berkaitan dengan adanya beberapa kejadian saat kunjungan Presiden RI ke berbagai wilayah,” kata Argo dalam keterangan tertulisnya, Kamis (16/9/2021).

Argo menyebut beberapa aksi penyampaian aspirasi yang terjadi beberapa hari belakangan. Salah satunya saat Presiden Jokowi meresmikan Bendungan Way Sekampung di Pringsewu, Lampung.

"Jadi ada beberapa kejadian seperti di Lampung saat Presiden melakukan kunjungan peresmian waduk Sekampung di Peringsewu pada 2 September 2021. Terdapat beberapa simpatisan eks ormas FPI atau alumni 212 di Lampung yang akan memasang spanduk atau poster,” paparnya.

Insiden serupa juga terjadi saat Jokowi melakukan kunker di Blitar, Jawa Timur, pada 7 September 2021. Di mana saat itu, seorang pria bernama Suroto membentangkan poster berisi tuntutan terkait mahalnya harga jagung dan anjloknya harga telur.

Terakhir pada 13 September, saat Presiden Jokowi melakukan kunker di Kompleks UNS dan terdapat 10 mahasiswa yang bawa spanduk dan poster.

Adapun isi Surat Telegram Kapolri yang diteken Asops Irjen Sugianto sebagai berikut:

1. Bahwa setiap pengamanan kunjungan kerja agar dilakukan secara humanis dan tidak terlalu reaktif.

2. Apabila didapati sekelompok masyarakat yang berkerumun untuk sampaikan aspirasinya sepanjang dibenarkan Undang-Undang, maka tugas pengamanan hanya mengawal rombongan tersebut agar dapat berjalan dengan tertib dan lancar.

3. Untuk menyiapkan ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasinya sehingga dapat dikelola dengan baik sehingga misal ada kegiatan dari kepolisian setempat dapat memberikan ruang kepada sekelompok masyarakat yang akan menyampaikan aspirasinya dan kita siapkan ruang itu sehingga aspirasi itu dapat tersampaikan dan dapat dikelola dengan baik.

4. Apabila ada kelompok masyarakat yang akan menyampaikan aspirasinya agar dikomunikasikan dengan baik bahwa tindakan untuk menyampaikan aspirasi itu tidak mengganggu ketertiban umum. Secara humanis kita sampaikan agar masyarakat tersebut tidak mengganggu ketertiban umum. Semuanya kita kelola dan semuanya kita kawal sehingga semua dapat berjalan baik dan lancar.

(*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

Mendadak, Kapolri Terbitkan Telegram Terkait Protes Warga saat Kunker Jokowi

...
RILIS.ID
Jakarta
16 September 2021 - 16:57 WIB
Nasional | RILISID
...
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Foto: Istimewa

RILISID, Jakarta — Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo secara mendadak mengeluarkan Surat Telegram Nomor: STR/862/IX/PAM.3./2021. Telegram itu diterbitkan pada Rabu (15/9/2021).

Dalam surat telegram tersebut, Kapolri menginstruksikan jajarannya agar bersikap humanis dalam merespons protes warga ketika Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan kunjungan kerja (kunker) ke daerah.

Selain humas, mantan Kabareskrim Polri itu meminta anak buahnya agar tidak terlalu reaktif merespons aksi masyarakat saat menyampaikan pendapat.

Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono membenarkan surat telegram berisi instruksi Kapolri.

Argo menyebut surat itu terbit menyusul sejumlah kejadian saat kunjungan Jokowi ke daerah.

"Saya mau menyampaikan arahan Pak Kapolri berkaitan dengan adanya beberapa kejadian saat kunjungan Presiden RI ke berbagai wilayah,” kata Argo dalam keterangan tertulisnya, Kamis (16/9/2021).

Argo menyebut beberapa aksi penyampaian aspirasi yang terjadi beberapa hari belakangan. Salah satunya saat Presiden Jokowi meresmikan Bendungan Way Sekampung di Pringsewu, Lampung.

"Jadi ada beberapa kejadian seperti di Lampung saat Presiden melakukan kunjungan peresmian waduk Sekampung di Peringsewu pada 2 September 2021. Terdapat beberapa simpatisan eks ormas FPI atau alumni 212 di Lampung yang akan memasang spanduk atau poster,” paparnya.

Insiden serupa juga terjadi saat Jokowi melakukan kunker di Blitar, Jawa Timur, pada 7 September 2021. Di mana saat itu, seorang pria bernama Suroto membentangkan poster berisi tuntutan terkait mahalnya harga jagung dan anjloknya harga telur.

Terakhir pada 13 September, saat Presiden Jokowi melakukan kunker di Kompleks UNS dan terdapat 10 mahasiswa yang bawa spanduk dan poster.

Adapun isi Surat Telegram Kapolri yang diteken Asops Irjen Sugianto sebagai berikut:

1. Bahwa setiap pengamanan kunjungan kerja agar dilakukan secara humanis dan tidak terlalu reaktif.

2. Apabila didapati sekelompok masyarakat yang berkerumun untuk sampaikan aspirasinya sepanjang dibenarkan Undang-Undang, maka tugas pengamanan hanya mengawal rombongan tersebut agar dapat berjalan dengan tertib dan lancar.

3. Untuk menyiapkan ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasinya sehingga dapat dikelola dengan baik sehingga misal ada kegiatan dari kepolisian setempat dapat memberikan ruang kepada sekelompok masyarakat yang akan menyampaikan aspirasinya dan kita siapkan ruang itu sehingga aspirasi itu dapat tersampaikan dan dapat dikelola dengan baik.

4. Apabila ada kelompok masyarakat yang akan menyampaikan aspirasinya agar dikomunikasikan dengan baik bahwa tindakan untuk menyampaikan aspirasi itu tidak mengganggu ketertiban umum. Secara humanis kita sampaikan agar masyarakat tersebut tidak mengganggu ketertiban umum. Semuanya kita kelola dan semuanya kita kawal sehingga semua dapat berjalan baik dan lancar.

(*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya