Mau Ikut Tes CPNS 2 September? Siapkan PCR hingga Kartu Vaksin Minimal Dosis Pertama
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Mau Ikut Tes CPNS 2 September? Siapkan PCR hingga Kartu Vaksin Minimal Dosis Pertama

...
RILIS.ID
Jakarta
24 Agustus 2021 - 16:26 WIB
Nasional | RILISID
...
Ilustrasi: Rilis.id

RILISID, Jakarta — Pelaksanaan seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (CPPPK) tinggal hitungan hari.

Badan Kepegawaian Negara (BKN) melalui suratnya bernomor 7787/B-KS.04.01/SD/E/2021 tertanggal 23 Agustus 2021 menyebutkan pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS dan Seleksi Kompetensi PPPK Non-Guru 2021 dimulai pada 2 September mendatang.

Selain itu juga pelaksanaan seleksi CPNS 2021 melibatkan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 dengan beberapa rekomendasi yang wajib dilaksanakan para peserta.

Di antaranya melakukan tes usap (swab test) RT PCR dalam kurun 2 x 24 jam atau rapid test antigen dengan masa maksimal 1 x 24 jam dengan hasil menunjukkan negatif atau nonreaktif; peserta wajib menggunakan masker tiga lapis dan ditambah masker kain di bagian luar; jaga jarak minimal 1 meter; cuci tangan dengan sabun.

Kemudian ruang kegiatan maksimal diisi 30 persen dari kapasitas normal ruangan; dan khusus bagi peserta di Jawa, Madura, dan Bali wajib sudah divaksin dosis pertama.


Instansi pusat dan daerah yang lokasi ujiannya berada di lokasi ujian mandiri wajib berkoordinasi dengan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 daerah pada titik lokasi penyelenggaraan seleksi CASN (CPNS) Tahun 2021,” demikian bunyi surat BKN, dikutip Selasa (24/8/2021).

Hal ini juga diumumkan BKN di laman media sosialnya. Sejumlah netizen menyoroti perihal PCR dan vaksin dosis pertama bagi peserta CPNS di Jawa, Madura, dan Bali.

Vaksinnya aja belum merata, kok udah dijadikan syarat,” tulis salah seorang netizen.

Kenapa nggak cukup divaksin aja, kenapa masih PCR, kalau negatif kalau positif hasilnya, apa gagal kita ujiannya,” sahut netizen lainnya.

"Padahal pas awal mula tidak mewajibkan vaksinasi/sertifikat vaksin," ujar seorang netizen yang lain. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

Mau Ikut Tes CPNS 2 September? Siapkan PCR hingga Kartu Vaksin Minimal Dosis Pertama

...
RILIS.ID
Jakarta
24 Agustus 2021 - 16:26 WIB
Nasional | RILISID
...
Ilustrasi: Rilis.id

RILISID, Jakarta — Pelaksanaan seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (CPPPK) tinggal hitungan hari.

Badan Kepegawaian Negara (BKN) melalui suratnya bernomor 7787/B-KS.04.01/SD/E/2021 tertanggal 23 Agustus 2021 menyebutkan pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS dan Seleksi Kompetensi PPPK Non-Guru 2021 dimulai pada 2 September mendatang.

Selain itu juga pelaksanaan seleksi CPNS 2021 melibatkan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 dengan beberapa rekomendasi yang wajib dilaksanakan para peserta.

Di antaranya melakukan tes usap (swab test) RT PCR dalam kurun 2 x 24 jam atau rapid test antigen dengan masa maksimal 1 x 24 jam dengan hasil menunjukkan negatif atau nonreaktif; peserta wajib menggunakan masker tiga lapis dan ditambah masker kain di bagian luar; jaga jarak minimal 1 meter; cuci tangan dengan sabun.

Kemudian ruang kegiatan maksimal diisi 30 persen dari kapasitas normal ruangan; dan khusus bagi peserta di Jawa, Madura, dan Bali wajib sudah divaksin dosis pertama.


Instansi pusat dan daerah yang lokasi ujiannya berada di lokasi ujian mandiri wajib berkoordinasi dengan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 daerah pada titik lokasi penyelenggaraan seleksi CASN (CPNS) Tahun 2021,” demikian bunyi surat BKN, dikutip Selasa (24/8/2021).

Hal ini juga diumumkan BKN di laman media sosialnya. Sejumlah netizen menyoroti perihal PCR dan vaksin dosis pertama bagi peserta CPNS di Jawa, Madura, dan Bali.

Vaksinnya aja belum merata, kok udah dijadikan syarat,” tulis salah seorang netizen.

Kenapa nggak cukup divaksin aja, kenapa masih PCR, kalau negatif kalau positif hasilnya, apa gagal kita ujiannya,” sahut netizen lainnya.

"Padahal pas awal mula tidak mewajibkan vaksinasi/sertifikat vaksin," ujar seorang netizen yang lain. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya