Lima Langkah Polri Tekan Kasus Covid-19 di 13 Daerah Zona Merah
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Lima Langkah Polri Tekan Kasus Covid-19 di 13 Daerah Zona Merah

...
RILIS.ID
Jakarta
8 Juni 2021 - 12:17 WIB
Nasional | RILISID
...
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. FOTO: ISTIMEWA

RILISID, Jakarta — Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengaku telah menyiapkan lima manajemen kontijensi terkait dengan penanganan pandemi Covid-19 di 13 zona merah di Indonesia.

Manajemen kontijensi pertama adalah penjagaan kampung atau RT yang sudah menjadi klaster, di mana personel Polri bakal melakukan penjagaan dan patroli di lokasi PPKM mikro atau desa dengan penambahan pasukan dari Polda Lampung dan Mabes Polri sesuai zonanya masing-masing.

"Langkah manajemen kontijensi, Polda buat supervisi dari pejabat ke Polres. Melakukan penyemprotan disinfektan secara rutin dan berkala sesuai dengan zonasi yang sudah ditentukan,” kata Sigit dalam keterangan tertulisnya di laman Humas Polri, dikutip Selasa (8/6/2021).

Kemudian, manajemen tracing dan ketersediaan swab antigen. Sigit menjelaskan hal itu bakal mengatur untuk personel TNI-Polri melakukan percepatan swab PCR setelah dinyatakan reaktif ketika proses pengetesan swab antigen.

"Bagi warga yang positif swab antigen dilakukan test swab RT-PCR per 5 hari baik yang gejala maupun OTG (Orang Tanpa Gejala). Hal itu untuk menghindari penyebaran virus corona ke orang lain,” ujar mantan Kapolda Banten ini.

Lalu, manajemen RT-PCR dan peningkatan kecepatan hasil laboratorium. Guna mempercepat pengujian laboratorium, salah satunya adalah mengerahkan mobil RT-PCR.

"Dengan adanya bantuan dari laboraturium dan mobil RT-PCR diharapkan hasil tes dapat diterima lebih cepat. Yang tadinya 3-5 hari menjadi kurang lebih 1-2 hari,” ucap Listyo.

Selanjutnya melakukan penyiapan manajemen pasien yang reaktif atau positif penentuan isolasi mandiri dan rujukan ke rumah sakit (RS). Untuk masyarakat Jawa Tengah, yang melakukan isolasi mandiri nantinya bakal langsung dievakuasi ke tempat rujukan yang telah disiapkan.

Seperti di Asrama Haji Donoyudan dengan 800 tempat tidur. Apabila dilokasi itu penuh, maka warga yang positif bakal dievakuasi ke Gedung Diklat Srondol dengan kapasitas 300 tempat tidur, kediaman Wali Kota 200 tempat tidur, dan Gedung Islamic Center 150 tempat tidur.

"Evakuasi yang saat ini melaksanakan isolasi mandiri di rumah digeser ke Asrama Haji Donoyudan sebagai rujukan isoma pusat di Jateng dengan alokasi 800 tempat tidur, dilengkapi tenaga kesehatan dan penjagaan ketat dari TNI-Polri,” jelas mantan Kabareskrim Polri ini.

Terakhir, Sigit melakukan manajemen evakuasi pengangkutan positif bila sudah semakin banyak yang positif dan klaster keluarga meluas. Seluruh manajemen kontijensi tersebut sebagai upaya untuk mencegah penyebaran klaster virus corona. Seperti halnya yang terjadi Bangkalan Madura, Jawa Timur.

Lebih lanjut Sigit meminta kepada masyarakat khususnya di Kudus, untuk menegakkan protokol kesehatan (prokes) dalam kehidupan sehari-hari. Terutama, soal kedisiplinan warga terkait penggunaan masker.

Hal ini mengingat, penggunaan masker masih menjadi upaya paling ampuh untuk mencegah meluasnya penyebaran Covid-19. Hal itu merujuk pada penelitian dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

"Tingkat kepatuhan masker sudah mulai menurun. Salah satu yang paling mudah tidak tertular Covid-19 adalah menggunakan masker,” kata mantan Kadiv Propam Polri ini.

Selain itu, Sigit juga meminta kepada wilayah sekitar Kabupaten Kudus untuk menyiapkan ancang-ancang manajemen kontijensi demi mencegah penyebaran virus corona.

"Yang lain mempersiapkan kontigensi plan utamanya yang berbatasan dengan Kudus. Untuk keluar masuk wilayah zona merah diawasi ketat, dan Masyarakat di wilayah zona merah desa di imbau untuk tidak keluar rumah selama 5 hari, dan hasilnya akan dievaluasi,” tutupnya. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

Lima Langkah Polri Tekan Kasus Covid-19 di 13 Daerah Zona Merah

...
RILIS.ID
Jakarta
8 Juni 2021 - 12:17 WIB
Nasional | RILISID
...
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. FOTO: ISTIMEWA

RILISID, Jakarta — Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengaku telah menyiapkan lima manajemen kontijensi terkait dengan penanganan pandemi Covid-19 di 13 zona merah di Indonesia.

Manajemen kontijensi pertama adalah penjagaan kampung atau RT yang sudah menjadi klaster, di mana personel Polri bakal melakukan penjagaan dan patroli di lokasi PPKM mikro atau desa dengan penambahan pasukan dari Polda Lampung dan Mabes Polri sesuai zonanya masing-masing.

"Langkah manajemen kontijensi, Polda buat supervisi dari pejabat ke Polres. Melakukan penyemprotan disinfektan secara rutin dan berkala sesuai dengan zonasi yang sudah ditentukan,” kata Sigit dalam keterangan tertulisnya di laman Humas Polri, dikutip Selasa (8/6/2021).

Kemudian, manajemen tracing dan ketersediaan swab antigen. Sigit menjelaskan hal itu bakal mengatur untuk personel TNI-Polri melakukan percepatan swab PCR setelah dinyatakan reaktif ketika proses pengetesan swab antigen.

"Bagi warga yang positif swab antigen dilakukan test swab RT-PCR per 5 hari baik yang gejala maupun OTG (Orang Tanpa Gejala). Hal itu untuk menghindari penyebaran virus corona ke orang lain,” ujar mantan Kapolda Banten ini.

Lalu, manajemen RT-PCR dan peningkatan kecepatan hasil laboratorium. Guna mempercepat pengujian laboratorium, salah satunya adalah mengerahkan mobil RT-PCR.

"Dengan adanya bantuan dari laboraturium dan mobil RT-PCR diharapkan hasil tes dapat diterima lebih cepat. Yang tadinya 3-5 hari menjadi kurang lebih 1-2 hari,” ucap Listyo.

Selanjutnya melakukan penyiapan manajemen pasien yang reaktif atau positif penentuan isolasi mandiri dan rujukan ke rumah sakit (RS). Untuk masyarakat Jawa Tengah, yang melakukan isolasi mandiri nantinya bakal langsung dievakuasi ke tempat rujukan yang telah disiapkan.

Seperti di Asrama Haji Donoyudan dengan 800 tempat tidur. Apabila dilokasi itu penuh, maka warga yang positif bakal dievakuasi ke Gedung Diklat Srondol dengan kapasitas 300 tempat tidur, kediaman Wali Kota 200 tempat tidur, dan Gedung Islamic Center 150 tempat tidur.

"Evakuasi yang saat ini melaksanakan isolasi mandiri di rumah digeser ke Asrama Haji Donoyudan sebagai rujukan isoma pusat di Jateng dengan alokasi 800 tempat tidur, dilengkapi tenaga kesehatan dan penjagaan ketat dari TNI-Polri,” jelas mantan Kabareskrim Polri ini.

Terakhir, Sigit melakukan manajemen evakuasi pengangkutan positif bila sudah semakin banyak yang positif dan klaster keluarga meluas. Seluruh manajemen kontijensi tersebut sebagai upaya untuk mencegah penyebaran klaster virus corona. Seperti halnya yang terjadi Bangkalan Madura, Jawa Timur.

Lebih lanjut Sigit meminta kepada masyarakat khususnya di Kudus, untuk menegakkan protokol kesehatan (prokes) dalam kehidupan sehari-hari. Terutama, soal kedisiplinan warga terkait penggunaan masker.

Hal ini mengingat, penggunaan masker masih menjadi upaya paling ampuh untuk mencegah meluasnya penyebaran Covid-19. Hal itu merujuk pada penelitian dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

"Tingkat kepatuhan masker sudah mulai menurun. Salah satu yang paling mudah tidak tertular Covid-19 adalah menggunakan masker,” kata mantan Kadiv Propam Polri ini.

Selain itu, Sigit juga meminta kepada wilayah sekitar Kabupaten Kudus untuk menyiapkan ancang-ancang manajemen kontijensi demi mencegah penyebaran virus corona.

"Yang lain mempersiapkan kontigensi plan utamanya yang berbatasan dengan Kudus. Untuk keluar masuk wilayah zona merah diawasi ketat, dan Masyarakat di wilayah zona merah desa di imbau untuk tidak keluar rumah selama 5 hari, dan hasilnya akan dievaluasi,” tutupnya. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya