Legislator PAN Minta Menkes Perhatikan Anggota DPR Terpapar Covid-19 Dapat ICU
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Legislator PAN Minta Menkes Perhatikan Anggota DPR Terpapar Covid-19 Dapat ICU

...
RILIS.ID
Jakarta
14 Juli 2021 - 11:29 WIB
Nasional | RILISID
...
Anggota Komisi IX DPR Saleh Partaonan Daulay. Foto: Istimewa

RILISID, Jakarta — Anggota Komisi IX DPR Saleh Partaonan Daulay meminta agar Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin memperhatikan ketersediaan ruang ICU (Intensive Care Unit) untuk wakil rakyat yang terpapar Covid-19.

Hal ini disampaikan Saleh saat Rapat Kerja Komisi IX dengan Menkes Budi Gunadi Sadikin dan Kepala Badan POM Penny Lukito yang disiarkan di YouTube DPR RI, pada Selasa (13/7/2021).

"Saya tidak mau lagi, misalnya, mendengar ada anggota DPR yang tidak dapat tempat di ICU, seperti yang dialami teman kami anggota Fraksi PAN, saudaraku John Siffy Mirin, tidak mendapat ICU sampai akhirnya malam terakhir itu justru meninggalnya di RSPAD, karena sangat terlambat sekali," katanya sebagaimana dikutip dari YouTube DPR RI, Rabu (14/7/2021).

Lambannya penanganan anggota DPR John Siffy Mirin yang meninggal akibat terpapar Covid-19 membuat Wakil Sekretaris Jenderal PAN Rosaline Irene Rumaseuw bersuara lantang agar pemerintah menyiapkan rumah sakit (RS) khusus untuk pejabat negara.

"Sampai akhirnya teman kita di PAN, karena emosional kali, minta ada RS khusus (Pejabat) di Papua. Karena dia (Rosaline) saksikan sendiri betapa susahnya orang bertahan hidup tanpa ada bantuan alat kesehatan yang memadai di tengah serangan Covid yang cukup dahsyat itu," ujar Saleh.

Legislator Partai Amanat Nasional (PAN) itu meminta Menkes Budi Gunadi Sadikin bersungguh-sungguh menaikkan tempat tidur untuk merawat pasien Covid-19 sebesar 30-60 persen.

"Perlu persiapan yang cukup matang. Karena saya dengar Pak Menteri menyebut orang terpapar Covid-19 satu sampai dua minggu belum tentu turun," imbuh Saleh.

Saleh juga mempertanyakan skenario terburuk yang disiapkan Menkes untuk menghadapi lonjakan kasus Covid-19 hingga dua pekan ke depan.

Pimpinan Raker yang juga Wakil Ketua Komisi IX DPR Nihayatul Wafiroh ikut terheran-heran mendengar ada beberapa pejabat dan istri tidak mendapat ruang ICU.

"Sekelas Ibu Gubernur Sulawesi Barat dan anggota Komisi IX sampai mengeluhkan minta puskesmas enggak direspons, ini sudah tahap sangat mengkhawatirkan," ucap legislator PKB ini. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

Legislator PAN Minta Menkes Perhatikan Anggota DPR Terpapar Covid-19 Dapat ICU

...
RILIS.ID
Jakarta
14 Juli 2021 - 11:29 WIB
Nasional | RILISID
...
Anggota Komisi IX DPR Saleh Partaonan Daulay. Foto: Istimewa

RILISID, Jakarta — Anggota Komisi IX DPR Saleh Partaonan Daulay meminta agar Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin memperhatikan ketersediaan ruang ICU (Intensive Care Unit) untuk wakil rakyat yang terpapar Covid-19.

Hal ini disampaikan Saleh saat Rapat Kerja Komisi IX dengan Menkes Budi Gunadi Sadikin dan Kepala Badan POM Penny Lukito yang disiarkan di YouTube DPR RI, pada Selasa (13/7/2021).

"Saya tidak mau lagi, misalnya, mendengar ada anggota DPR yang tidak dapat tempat di ICU, seperti yang dialami teman kami anggota Fraksi PAN, saudaraku John Siffy Mirin, tidak mendapat ICU sampai akhirnya malam terakhir itu justru meninggalnya di RSPAD, karena sangat terlambat sekali," katanya sebagaimana dikutip dari YouTube DPR RI, Rabu (14/7/2021).

Lambannya penanganan anggota DPR John Siffy Mirin yang meninggal akibat terpapar Covid-19 membuat Wakil Sekretaris Jenderal PAN Rosaline Irene Rumaseuw bersuara lantang agar pemerintah menyiapkan rumah sakit (RS) khusus untuk pejabat negara.

"Sampai akhirnya teman kita di PAN, karena emosional kali, minta ada RS khusus (Pejabat) di Papua. Karena dia (Rosaline) saksikan sendiri betapa susahnya orang bertahan hidup tanpa ada bantuan alat kesehatan yang memadai di tengah serangan Covid yang cukup dahsyat itu," ujar Saleh.

Legislator Partai Amanat Nasional (PAN) itu meminta Menkes Budi Gunadi Sadikin bersungguh-sungguh menaikkan tempat tidur untuk merawat pasien Covid-19 sebesar 30-60 persen.

"Perlu persiapan yang cukup matang. Karena saya dengar Pak Menteri menyebut orang terpapar Covid-19 satu sampai dua minggu belum tentu turun," imbuh Saleh.

Saleh juga mempertanyakan skenario terburuk yang disiapkan Menkes untuk menghadapi lonjakan kasus Covid-19 hingga dua pekan ke depan.

Pimpinan Raker yang juga Wakil Ketua Komisi IX DPR Nihayatul Wafiroh ikut terheran-heran mendengar ada beberapa pejabat dan istri tidak mendapat ruang ICU.

"Sekelas Ibu Gubernur Sulawesi Barat dan anggota Komisi IX sampai mengeluhkan minta puskesmas enggak direspons, ini sudah tahap sangat mengkhawatirkan," ucap legislator PKB ini. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya