Lebaran 13 Mei 2021, Menag Ingatkan Umat Islam Tetap Disiplin Protokol Kesehatan
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Lebaran 13 Mei 2021, Menag Ingatkan Umat Islam Tetap Disiplin Protokol Kesehatan

...
RILIS.ID
Jakarta
12 Mei 2021 - 11:46 WIB
Nasional | RILISID
...
Menag Yaqut Cholil Qoumas mengumumkan hasil isbat awal Syawal di Kantor Kemenag, Jakarta, Selasa (11/5/2021). Foto: Kemenag

RILISID, Jakarta — Seluruh umat Islam di Indonesia akan merayakan Hari Raya Idulfitri 1442 Hijriah/2021 M pada esok hari, Kamis (13/5/2021).

Hal ini berdasarkan ketetapan pemerintah yang menetapkan 1 Syawal 1442 H/2021 M jatuh pada Kamis, 13 Mei 2021.

Penetapan ini didasarkan pada keputusan sidang isbat yang dipimpin Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, di Kantor Kementerian Agama (Kemenag), Jakarta pada Selasa (11/5/2021).

”Sidang isbat secara bulat menetapkan 1 Syawal 1442 H jatuh pada hari Kamis, 13 Mei 2021,” ujar Menag dalam konferensi pers yang digelar usai Sidang Isbat 1 Syawal 1442 H, dikutip dari laman resmi Kemenag pada Rabu (12/5/2021).

Menurut Gus Yaqut, sidang menyepakati keputusan tersebut karena dua hal. Pertama, paparan Tim Unifikasi Kalender Hijriyah Kemenag yang menyatakan tinggi hilal di seluruh Indonesia di bawah ufuk, yaitu berkisar dari minus 5,6-4,4 derajat.

Dengan posisi demikian, kata Menag, maka secara astronomis atau hisab, hilal tidak dimungkinkan untuk dilihat. Hal ini selanjutnya terkonfirmasi oleh pernyataan para perukyah yang diturunkan Kemenag.

Pada tahun ini, masih kata Menag, rukyah dilaksanakan Kemenag pada 88 titik di Indonesia.

”Kita mendengar laporan dari sejumlah perukyah hilal bekerja di bawah sumpah, mulai dari provinsi Aceh hingga Papua. Di 88 titik tersebut, tidak ada satu pun perukyah dapat melihat hilal,” jelasnya.

Karena dua alasan tersebut, Sidang Isbat menyepakati untuk mengistikmalkan (menyempurnakan) bulan Ramadan menjadi 30 hari sehingga tanggal 1 Syawal 1442 H jatuh pada hari Kamis, 13 Mei 2021.

”Jadi, Rabu besok umat Islam di Indonesia masih akan menjalani ibadah puasa Ramadan, selanjutnya malam Kamis akan takbiran menyambut Idulfitri,” tuturnya.

Gus Yaqut kembali mengingatkan seluruh umat Islam untuk tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan dalam merayakan Lebaran yang masih berlangsung di masa pandemi ini.

”Karena masih pandemi, saya tidak bosan-bosan untuk mengingatkan untuk tetap mematuhi protokol kesehatan,” ujarnya. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

Lebaran 13 Mei 2021, Menag Ingatkan Umat Islam Tetap Disiplin Protokol Kesehatan

...
RILIS.ID
Jakarta
12 Mei 2021 - 11:46 WIB
Nasional | RILISID
...
Menag Yaqut Cholil Qoumas mengumumkan hasil isbat awal Syawal di Kantor Kemenag, Jakarta, Selasa (11/5/2021). Foto: Kemenag

RILISID, Jakarta — Seluruh umat Islam di Indonesia akan merayakan Hari Raya Idulfitri 1442 Hijriah/2021 M pada esok hari, Kamis (13/5/2021).

Hal ini berdasarkan ketetapan pemerintah yang menetapkan 1 Syawal 1442 H/2021 M jatuh pada Kamis, 13 Mei 2021.

Penetapan ini didasarkan pada keputusan sidang isbat yang dipimpin Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, di Kantor Kementerian Agama (Kemenag), Jakarta pada Selasa (11/5/2021).

”Sidang isbat secara bulat menetapkan 1 Syawal 1442 H jatuh pada hari Kamis, 13 Mei 2021,” ujar Menag dalam konferensi pers yang digelar usai Sidang Isbat 1 Syawal 1442 H, dikutip dari laman resmi Kemenag pada Rabu (12/5/2021).

Menurut Gus Yaqut, sidang menyepakati keputusan tersebut karena dua hal. Pertama, paparan Tim Unifikasi Kalender Hijriyah Kemenag yang menyatakan tinggi hilal di seluruh Indonesia di bawah ufuk, yaitu berkisar dari minus 5,6-4,4 derajat.

Dengan posisi demikian, kata Menag, maka secara astronomis atau hisab, hilal tidak dimungkinkan untuk dilihat. Hal ini selanjutnya terkonfirmasi oleh pernyataan para perukyah yang diturunkan Kemenag.

Pada tahun ini, masih kata Menag, rukyah dilaksanakan Kemenag pada 88 titik di Indonesia.

”Kita mendengar laporan dari sejumlah perukyah hilal bekerja di bawah sumpah, mulai dari provinsi Aceh hingga Papua. Di 88 titik tersebut, tidak ada satu pun perukyah dapat melihat hilal,” jelasnya.

Karena dua alasan tersebut, Sidang Isbat menyepakati untuk mengistikmalkan (menyempurnakan) bulan Ramadan menjadi 30 hari sehingga tanggal 1 Syawal 1442 H jatuh pada hari Kamis, 13 Mei 2021.

”Jadi, Rabu besok umat Islam di Indonesia masih akan menjalani ibadah puasa Ramadan, selanjutnya malam Kamis akan takbiran menyambut Idulfitri,” tuturnya.

Gus Yaqut kembali mengingatkan seluruh umat Islam untuk tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan dalam merayakan Lebaran yang masih berlangsung di masa pandemi ini.

”Karena masih pandemi, saya tidak bosan-bosan untuk mengingatkan untuk tetap mematuhi protokol kesehatan,” ujarnya. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya