Kudeta Demokrat dari AHY, Gatot Nilai Moeldoko Tak Cerminkan Etika-Moral Prajurit
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Kudeta Demokrat dari AHY, Gatot Nilai Moeldoko Tak Cerminkan Etika-Moral Prajurit

...
Segan Simanjuntak
Jakarta
17 Maret 2021 - 18:23 WIB
Nasional | RILISID
...
Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo. ILUSTRASI: RILIS.ID

RILISID, Jakarta — Kudeta Partai Demokrat hingga menetapkan Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko sebagai ketua umum versi Kongres Luar Biasa (KLB) Sibolangit, Deli Serdang, Sumatera Utara, terus menuai pro dan kontra.

Kontra kali ini datang dari mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo. Ia menegaskan keterlibatan Moeldoko dalam KLB Partai Demokrat tidak mencerminkan etika dan moral prajurit TNI.

"Saya tidak ingin mencampuri sisi politik dari KLB tersebut. Tapi pada kesempatan ini, saya ingin menggarisbawahi apa yang beliau (Moeldoko) lakukan sama sekali tidak mencerminkan kualitas, etika, moral dan kehormatan yang dimiliki seorang prajurit," tegas Gatot dalam unggahan video di akun Instagram miliknya, yang dikutip pada Rabu (17/3/2021).

Menurut Gatot, apa yang dilakukan Moeldoko bukan representasi seorang prajurit yang selalu memegang teguh demokrasi serta bersikap sesuai moral dan etika prajurit.

Ia pun sempat tidak percaya ketika Moeldoko, yang merupakan atasan dan seniornya di TNI melakukan manuver politik dalam kisruh Partai Demokrat.

Awalnya, mantan Kasad ini juga tidak yakin Moeldoko bersedia mengemban jabatan ketua umum Partai Demokrat versi KLB Sibolangit pada 5 Maret 2021 lalu.

"Karena hampir saya tidak percaya bahwa akan kejadian dan beliau mau. Karena beliau adalah senior saya di akademi militer, beliau juga ikut membentuk saya," ujar Gatot.

Termasuk dengan seluruh atribut (prajurit TNI) yang melekat hingga ikut KLB dan menerima didaulat sebagai ketua umum.

"Sangat susah bagi saya menduga bahwa yang bersangkutan akan melakukan tindakan itu," tutur Gatot. (*)

Editor : RILIS.ID

TAG:

Berita Lainnya

Kudeta Demokrat dari AHY, Gatot Nilai Moeldoko Tak Cerminkan Etika-Moral Prajurit

...
Segan Simanjuntak
Jakarta
17 Maret 2021 - 18:23 WIB
Nasional | RILISID
...
Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo. ILUSTRASI: RILIS.ID

RILISID, Jakarta — Kudeta Partai Demokrat hingga menetapkan Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko sebagai ketua umum versi Kongres Luar Biasa (KLB) Sibolangit, Deli Serdang, Sumatera Utara, terus menuai pro dan kontra.

Kontra kali ini datang dari mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo. Ia menegaskan keterlibatan Moeldoko dalam KLB Partai Demokrat tidak mencerminkan etika dan moral prajurit TNI.

"Saya tidak ingin mencampuri sisi politik dari KLB tersebut. Tapi pada kesempatan ini, saya ingin menggarisbawahi apa yang beliau (Moeldoko) lakukan sama sekali tidak mencerminkan kualitas, etika, moral dan kehormatan yang dimiliki seorang prajurit," tegas Gatot dalam unggahan video di akun Instagram miliknya, yang dikutip pada Rabu (17/3/2021).

Menurut Gatot, apa yang dilakukan Moeldoko bukan representasi seorang prajurit yang selalu memegang teguh demokrasi serta bersikap sesuai moral dan etika prajurit.

Ia pun sempat tidak percaya ketika Moeldoko, yang merupakan atasan dan seniornya di TNI melakukan manuver politik dalam kisruh Partai Demokrat.

Awalnya, mantan Kasad ini juga tidak yakin Moeldoko bersedia mengemban jabatan ketua umum Partai Demokrat versi KLB Sibolangit pada 5 Maret 2021 lalu.

"Karena hampir saya tidak percaya bahwa akan kejadian dan beliau mau. Karena beliau adalah senior saya di akademi militer, beliau juga ikut membentuk saya," ujar Gatot.

Termasuk dengan seluruh atribut (prajurit TNI) yang melekat hingga ikut KLB dan menerima didaulat sebagai ketua umum.

"Sangat susah bagi saya menduga bahwa yang bersangkutan akan melakukan tindakan itu," tutur Gatot. (*)

Editor : RILIS.ID

TAG:

Berita Lainnya